Suami Arogan

Suami Arogan
Koma


__ADS_3

Kini alex telah berada dalam perawatan dokter di sebuah rumah sakit ternama. Airin masih Setia menunggu sang kakak yang telah dalam penanganan medis


"Airin dimana kak alex" andra berlari kearah airin yang menunggu seorang diri di depan UGD sambil duduk meringkuk dan membenamkan wajahnya di antara kedua lututnya.


"Andra" airin langsung memeluk andra saat lelaki itu tengah berjongkok di depannya


"Tenanglah kak alex pasti baik-baik saja" andra berusaha menenangkan airin yang begitu terpukul atas kejadian yang menimpa alex.


"Ini semua salahku" airin lagi-lagi menyalahkan dirinya sendiri atas peristiwa ini


"Ini bukan salahmu" andra mengeluarkan lembut rambut airin dan berusaha menyakinkan airin bahwa ini bukan salahnya dan alex akan baik-baik saja.


"Aku sudah menghubungi kak Andre dan ia sedang dalam perjalan kesini dari bandara" ucap andra. Alex baru saja pulang mengikuti seminarnya di Singapore tapi kabar bahwa alex bunuh diri membuatnya langsung menuju ke rumah sakit.


*****


"Bagaiamana keadaan keponakanku" tanya reva sambil mengelus perut sasha yang sudah mulai buncit


"Keadaanku sangat baik aunty" sasha menjawab pertanyaan reva dengan menirukan suara anak kecil kemudian mereka berdua tertawa lepas.


Saat mereka berdua sibuk bercengkrama tiba-tiba saja ponsel reva berdering


"Sasha aku angkat telepon dari kak Andre dulu yah" ucap reva berjalan menjauh dari sasha.


"Halo kak Andre" sapa reva pada pemilik hatinya yang sedang berada di sebrang telpon


"Sayang, kamu sudah sampai?" tanya Andre kepada reva


"Iya kak, kakak tau tidak perut sasha semakin membuncit" reva menceritakan keadaan sasha dengan tawa bahagia.


"Bawa sasha kembali kesini yah" ucap Andre yang membuat reva menghentikan tawanya seketika.


"Kenapa aku harus membawa sasha kembali? sedangkan ia bahagia disini" nada suara reva langsung berubah sinis.


"Sayang, alex membutuhkan sasha" ucap Andre


"Hahahaha.... butuh, kalau memang ia butuh. Kenapa kak alex memperlakukannya begitu buruk bahkan karena ulax kak alex, sasha hampir saja keguguran" kemarahan langsung mengusai reva setelah memdengar nama alex.


"Sayang, alex sekarang sedang tidak sadarkan diri. Alex nyaris membunuh dirinya sendiri dengan meminum obat penenang melebihi dosis yang seharusnya" andre mencoba menjelaskan semuanya kepada reva

__ADS_1


"Persetan dengan kak alex, biarkan saja ia mati" ucap reva sekitaka pula reva mematikan teleponnya secara sepihak.


Andre juga mengetahui dimana sasha selama ini berda tapi demi membuat alex sadar akan kesalahannya, andre bersikap seakan-akan tidak mengetahui keberadaan sasha. Padahal andre lah yang membawa sasha pergi ke tempat sasha sekarang berada.


"Reva kenapa kamu marah?" tanya sasha yang melihat wajah reva yang merah padam.


"Ehh biasa ada penipu nelepo. Modusnya sih menang undian gitu" reva berbohong kepada sasha karena ia tidak setuju jika sasha kembali lagi bersama alex


"Ohhhh yaudah masuk ke dalam va angin malam nggak baik untuk kesehatan" sasha tidak mendengar percakapan antara reva dan andre


"Iya dan angin malam sangat tidak baik untuk ponakan-ponakannya aunty" ucap reva lalu menggandeng tangan sasha memasuki rumah kecil tempat sasha tinggal selama ini.


*****


Dirumah sakit alex masih berjuang antara hidup dan mati. Dokter yang menangani alex benar-benar berusaha memberikan pertolongan sebaik mungkin untuk alex. Airin hanya berdiri di depan ruang UGD dengan do'a yang selalu terlantun dari bibirnya tentu saja dengan Andre dan andra yang menemani dan menenangkannya.


"Kak Andre, aku tidak mau kehilangan kak alex" ucap airin dengan suara yang nyaris hilang karena menangis.


"Alex akan baik-baik saja" andre menangkan airin dalam pelukannya.


"Hanya kak sasha yang bisa membangkitkan gairah hidup kak alex. Tapi aku tidak tahu harus mencari kak sasha kemana" airin mengeluarkan unek-unek nya kepada andre


Setelah beberapa lama mereka menunggu di depan ruang UGD akhirnya dokter yang menangani alex keluar dari ruangan UGD. Airin langsung memborbardir nya dengan sejuta pertanyaan.


"Dokter bagaimana keadaan kakakku" tanya airin dengan wajah harap-harap cemas


"Bagaimana keadaanya dok" andre ikut menimpali


"Maaf tuan, nona. Kami telah berusaha sebaik mungkin...... " ucapan dokter itu langsung terpotong oleh tangis histeris airin


"Kak alex" teriakan dan isakan airin memenuhi lorong rumah sakit dan mengundang perhatian orang yang berada di sekitarnya


"Hei tenanglah" andre menenangkan airin. Tapi tiba-tiba airin terjatuh tidak sadarkan diri.


"Airin sadarlah"andre menepuk-nepuk kedua pipi airin


"Kak biar aku yang bawa airin keruang perawatan" ucap andra yang dengan sigap menggendong airin ke ruang perawatan untuk beristirahat dan menenangkan airin yang syok dan terguncang


"Dok apa yang sebenarnya terjadi kepada alex" andre kembali fokus ke dokter yang menangani alex

__ADS_1


"Pasien mengalami koma"jawab sang dokter


"Kami akan terus memantau perkembangan pasien tapi sepertinya pasien memang sengaja melakukan ini semua" penjelasan sang dokter


"Apa maksud dokter?" tanya andre


"Tubuh pasien tidak merespon atau menolak setiap tindakan yang kami lakukan" penjelasan dokter


"Tokong dok lakukan yang terbaik untuk saudara saya" andre benar-benar memohon kepada dokter itu


"Kami akan berusaha semampu kami tuan" ucap sang dokter sambil menepuk bahu andre lalu meninggalkan ruang UGD.


Andre memasuki ruangan tempat alex berada.


"Aku janji akan membawa sasha kembali untukmu" bisik andre di telinga alex. Yang membuat andre kaget karena ternyata alex merespon ucapannya meskipun bukan dengan perkataan tapi dengan air mata yang jatuh dari sudut mata alex. Tanpa berlama-lama alex langsung meninggalkan alex dan menghampiri ruang perawatan airin.


*****


Sasha sedang berbaring di tempat tidur dengan reva di sampingnya yang sudah tertidur lelap. Tapi malam ini rasanya sangat sulit bagi sasha untuk sekedar memejamkan matanya seakan ada yang membuat hatinya gundah tapi ia sendiri tidak tahu apa itu


"Kenapa aku tiba-tiba merindukan mu" ucap sasha


"Sayangnya mama kita doakan agar ayah kalian baik-baik saja di sana" ucap sasha sambil mengelus perutnya


*****


Airin masih tidak sadarkan diri sementara andra tengah tertidur di sofa yang tersedia di ruangan itu.


Andre memasuki ruang perawatan airin dan langsung menghampiri ranjang tempat airin berbaring.


"Alex akan baik-baik saja" ucap andre sambil mengelus dan menyingkirkan anak rambut yang menghalangi wajah airin.


"Kak andre, sejak kapan kakak berada disini?" tanya andra yang terbangun karena mendengar langkah kaki andre


"Baru saja" jawab andre singkat


"Bagaiamana keadaan kak alex?" tanga andra


"Dokter mengatakan alex koma" andre menjelaskan kembali apa yang dikatakan oleh dokter kepada andra

__ADS_1


"Kak alex" airin tiba-tiba terbangun dan berteriak histeris


__ADS_2