
Sepasang suami istri sedang memaduh kasih layaknya pengantin baru.
"Sayang kamu siapkan" tanya alex ke sasha sedangkan sasha hanya tersipu malu mendengar pertanyaan alex.
"Kenapa sayang hmmm... kamu belum siap yah?" tanya alex lagi mengelus-elus bahu sasha.
Merasa mendapat lampu merah dari sasha alex melancarkan aksinya dan terjadilah penyatuan dua insan manusia menuju ke cinta yang sesungguhnya.
*****
Sang mentari menyusup di antara celah tirai jendela menyinari punggung sasha yang tidak terbalut oleh selehai benangpun. Selimut hanya menutupi tubuh sasha sampai sebatas bahu sedangkan rangga tidur tanpa menggunakan baju yang memperlihatkan perut alex yang sixpack dengan otot yang menggoda setiap kaum hawa yang melihat untuk menyentuhnya.
Tringgg.... tringg.... tringgg..... (bunyi alarm)
Bunyi alarm mengganggu salah satu dari sepasang suami istri yang sedang tertidur karena kelelahan memadu kasih sampai pukul 3 pagi.
"Siapa yang memasang alarm sepagi ini" sasha mengambil jam itu dan mematikan alarmnya.
Saat sasha hendak melanjutkan tidurnya tanpa sengaja ia melihat alex yang sedang bertelanjang dada. Pipinya merona mengingat percintaan panas mereka yang sampai membuatnya begitu kelelahan.
Sasha memeluk dada bidang lelaki yang telah menjadi suaminya dan kini ia telah menyerahkan harta paling berharga dalam hidupnya untuk lelaki itu.
"Aku mencintaimu" kata sasha sambil memainkan rambut alex yang berantakan karena ulahnya dan lagi-lagi dirinya tersipu malu. Sedangkan alex masih terlelap dalam alam mimpi
"Jam berapa sekarang?" tanya sasha melihat jam dinding yang bertenggeng manis di dinding kamar mereka.
"oh.....jam stengah sepuluh. Apa?" sasha menarik selimut yang menutupi tubuh polosnya hendak berlari ke kamar mandi
"Ahhh.... sakit" sasha meresa seluruh tubuhnya remuk dan salah satu bagian tubuhnya terasa perih saat hendak melangkahkan kakinya.
"Ada apa sayang?" tanya alex khawatir mendengar suara sasha yang mengadu kesakitan.
"Kak alex sakit" kata sasha
"Jangan terlalu banyak bergerak dulu" Alex menarik sasha agar kembali berbaring di sampingnya.
"Tapi kak hari ini aku ada kuis, bisa-bisa aku mengulang satru semester di mata kuliah kak andre" sasha menjelaskan ke alex alasannya harus ke kampus
__ADS_1
"Dengan keadaan seperti ini, pasti kamu akan kesulitan berjalan sayang" alex merasa iba jika istrinya ini harus ke kampus sedangkan jejak percintaan mereka untuk pertama kalinya masih membekas pada sasha.
"Tapi aku tidak mau mengulang mata kuliah kak andre satu semester lagi. Kak andre terkenal sebagai dosen killer di kampus" Sasha menceritakan tentang andre saat berada di kampus ke suaminya alex
"Sudahlah lebih baik kita tidur biar urusan kak andre aku yang tangani" kata alex lalu menarik sasha kedalam pelukannya.
"Terimakasih" sasha tersenyum dalam pelukan alex.
Alex mengelus-elus puncal kepala sasha yang membuat sasha kembali merasakan kantuk yang amat sangat
"Kak alex aku merasa ngantuk " ucap sasha dengan nada suara manja. Sedangkan alex tetap mengelus-elus pundak kepala sasha dan mencium puncak kepala sasha dengan penuh rasa cinta
"Kak alex aku mencintaimu, aku tidur dulu yah " dengan suara parau sasha berkata hendak menyentuh melanjutkan tidurnya
"Tidurlah aku akan menemani istriku ini sampai benar-benar tertidur" dengan tatapan cinta alex menyakinkan sasha jika iya akan berada di sampingnya
Alex menatap sasha yang telah kembali tertidur lelap dalam dekapannya. Rasa bahagia kembali menghinggapi perasaannya setiap menatap wajah sasha seakan semua poros kehidupannya kini hanya berpusat pada gadis dengan sejuta pesona yang mampu menarik perhatiannya secara perlahan-lahan.
*****
Edora telah menyiapkan sarapan spesial di atas meja makan sesuai dengan permintaan alex. Alex kini menikmati secangkir kopi dan sebuah majalah untuk di baca sambil menunggu sasha selesai membersihkan diri.
"Iya sayang, kemarilah kita sarapan bersama" jawab alex yang masih fokus pada majalah yang berada di tangannya
"Kak alex aku tidak bisa berjalan" teriak sasha kesal karena alex sama sekali tidak menoleh padanya
"Ada yang sedang merajuk" ucap alex yang berjalan menghampiri sasha
"Salah sendiri tidak menggubris perkataanku" rajuk sasha ke alex
Alex langsung menggendong sasha ke arah meja makan. Edora yang hendak kepasar sedikit terkejut dan menunduk malu karena dirinya tak sengaja melihat kemesraan majikannya
"Lihatlah edora, nyonyamu ini manja sekali" Alex sengaja menggoda sasha.
Karena merasa malu pada edora, sasha menenggelamkan wajahnya di kedalam ceruk leher alex.
"Lihatlah edora, nyonyamu ini sedang malu" ucap alex yang mendapat sebuah cubitan di pinggangnya
__ADS_1
Mendapatkan cubitan dari sasha bukannya mengaduh kesakitan alex justru tertawa terbahak-bahak.
*****
Alex kini telah berada di perusahaannya untuk melanjutkan perkerjaan yang sempat tertunda beberapa hari ini karena dirinya sakit dan diharuskan beristirahat di rumah .
Krekkkk.... (suara pintu di buka)
Ditengah kesibukannya tiba tiba saja siska berkunjung. Alex sama sekali tidak terganggu oleh kedatangan siska
"Sayang" teriak siska yang berlari menghampiri alex dan memeluknya erat.
Alex sebisa mungkin melepaskan pelukan siska karena ia telah berjanji pada sasha untuk meninggalkan siska.
Merasa diacuhkan oleh alex dengan berani siska mencium paksa alex dan refleks alex melayangkan sebuah tamparan di wajah siska
Plakkk..... ( bunyi tamparan alex di wajah siska)
"Kenapa kamu menamparku alex, apa salahku? " teriak siska yang terbakar emosi.
Alex tidak menanggapi ucapan siska daan berjalan keluar dari ruangannya belum sempat dirinya menggapai gagang pintu teriakan penuh amarah siska menghentikan langkahnya
"Baiklah jika ini maumu, kita lihat saja apa yang akan terjadi pada gadis kecilmu itu" ancam siska
"Jangan berani menyentuhnya atau aku sendiri yang akan menghentikan kegilaanmu" ucap alex datar
Tidak terima dengan sikap alex, siska membuka laci kerja alex dan mengambil sebuah pisau dan mengancam alex
"Berani kamu meninggalkan aku, maka aku akan mengakhiri hidupku disini" ancam siska lagi
Alex sama sekali tidak takut dengan ancaman siska dan balasan alex semakin membuat siska merasa frustasi
"Silahkan saja" ucap alex kemudian berjalan meninggalkan ruangannya
Siska yang merasa dicampakkan oleh alex ber teriak-teriak histeris di dalam ruang kerja alex yang mengundang rasa penasaran karyawan yang mendengar suara teriakannya.
Seluruh karyawan berkumpul di depan ruang kerja alex karena merasa penasaran. Merasa yang dilakukannya berjalan sia-sia siska memilih untuk meninggalkan perusahaan alex dan betapa terkejutnya dia ketika melihat para karyawan yang berkumpul di depan ruangan alex
__ADS_1
"Apa liat-liat, lebih baik kalian kembali bekerja" ucap siska marah yang membuat para karyawan yabg tadinya berkumpul membubarkan diri
Sedangkan alex memutuskan untuk pulang ke rumah dan melanjutkan kerjaannya dari rumah. Rasa rindunya pada sasha membuatnya memutuskan untuk bekerja dari rumah daripada dirinya harus melihat siska yang sedang mengamuk di perusahaannya.