
Alex harus pulang dengan tangan kosong tanpa membawa hasil apa-apa, jangankan bersama sasha sedangkan jejak sasha saja ia tidak tahu sama sekali. alex mencoba bersikap tenang meski nyatanya hatinya sangat gusar dan cemas mengenai keadaan sasha dan calon anaknya diluar sana. Apakah mereka baik-baik saja? atau sebaliknya.
"Kemana kamu?" tanya alex pada sebuah bingkai foto yang terletak di atas meja disudut kamarnya.
"Aku janji akan memperhatikan kamu dengan jauh lebih baik lagi, asalkan kamu dan calon anak kita kembali sayang" alex berbicara pada bingkai foto tersebut. Bayangan tawa dan tangis sasha terus bermain di kepalanya membuat alex semakin tersiksa.
"Ahhh sial" alex menghancurkan seisi kamarnya untuk mengurangi rasa bersalah yang dirasakannya, namun apa yang dilakukannya sama sekali tidak memberikan efek apapun. Justru membuatnya semakin merasa bersalah dan frustasi akan keadaan padahal sasha menghilang belum genap dua puluh empat jam.
Alex begitu sulit untuk memejamkan matanya padahal malam hampir berakhir dan berganti menjadi pagi tapi kantuk tak kunjung menghampiri alex. Untuk menenangkan diri akhirnya ia kembali menikmati vodka yang berkadal alkohol tinggi agar ia bisa tenang.
*****
Airin sudah pulang ke rumah karena cedera yang di alaminya tidak begitu serius, ia kini bisa beraktivitas seperti biasanya. Tapi begitu terkejutnya ia saat memasuki kamar kakak ia mendapati keadaan kamar yang berantakan dengan bau rokok dan alkohol yang begitu menyekat membuat airin langsung mencari keberadaan alex.
"Kakak" teriak airin histeris saat mengetahui kakaknya terbaring di sofa dalam keadaan kacau. Airin menghampiri alex dan mengguncang-guncangkan badan alex.
"Kakak" panggil airin yang khawatir melihat keadaan kakaknya.
"Emmmm" lenguhan alex yang terbangun dari tidurnya
"Kakak kenapa?! tanya airin kepada alex
"Kakak baik-baik saja sayang" alex mengelus-elus lembut rambut adiknya untuk menenangkan airin yang begitu khawatir padanya
"Kakak yakin?" tanya airin yang masih merasa tidak tenang melihat keadaan kakaknya yang begitu berantakan.
"Iya sweety, kakak mau membersihkan diri dulu" alex berusaha menyakinkan airin, ia tidak ingin membuat adiknya khawatir. Meskipun mereka hanya saudara tiri tapi alex begitu menyanyangi airin. Setelah airin tenang barulah alex masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya
__ADS_1
*****
Alex telah siap dengan jas kantornya yang membuatnya kembali tampan tidak seperti pagi tadi yang keadaannya begitu kacau.
"Edora" alex memanggil edora
"Iya tuan" edora menghampiri alex setelah mendengar panggilan dari alex
"Tolong bersihkan kamar saya" alex memerintahkan edora untuk membersihkan kamarnya.
"Baik tuan" edora langsung membersihkan kamar tuannya yang selama ini tidak pernah lagi ia bersihkan karena sasha sepenuhnya yang mengatur dan membersihkan kamar itu. Alex melangkahkan kakinya kemeja makan menikmati sarapan yang telah di siapkan oleh edora.
"Ya tuhan apa yang telah terjadi di kamar ini" ucap edora syok melihat kamar tuannya yang selama ia bekerja di sini selalu bersih bahkan tak pernah sekalipun setitik debu ia temui tapi kali ini benar-benar jauh dari kata bersih.
"Kemana nyonya sasha?" edora mulai mempertanyakan dimana sasha karena selama ini sasha selalu bangun lebih awal tapi sejak kemarin ia belum melihat Batang hidup nyonya nya itu.
"Sudahlah edora, jangan terlalu mencampuri urusan mereka. Tugasmu hanya tetap menjaga kebersihan rumah ini dan semoga nyonya sasha baik-baik saja" ucap edora lalu mulai melaksankan tugasnya untuk membersihkan kamar alex yang berantakan dan dipenuhi oleh bau alkohol dan rokok.
*****
Alex sedang mengikuti rapat dengan beberapa sataf kantornya yang bertugas untuk mengawal jalannya project terbaru mereka di sebuah pulau kecil yang di perkiranr akan memakan waktu yang tidak sebentar bahkan bisa sampai bertahun-tahun. Alex sama sekali tidak bisa fokus pada rapatnya kali ini.
"Pak alex" panggil salah seorang karyawannya untuk kedua kalinya
"Eh iya" alex kembali di tarik ke dunia nyata setelah tadi pikirannya melanglang buana memikirkan sasha.
"Bagaimana presentasi saya pak?" tanya sang karyawan. Alex yang sama sekali tidak memperhatikan presentasi itu akhirnya memutuskan untuk mengalihkan rapat kali ini ke rafael.
__ADS_1
"Baiklah karena saya ada urusan penting jadi rapat kalj ini akan saya serahkan kepada rafael untuk memimpinnya" ucap alex lalu bangmit dari kursinya dan meninggalkan ruang rapat.
*****
Sasha sedang terduduk di hamparan pasir putih menikmati senja di pagi hari. Keputusannya kali ini untuk meninggalkan lelaki yang di cintainya membuat sasha cukup tersiksa tapi demi member pertahankan kesehatan janinnya dan untuk menjaga hatinya dari rasa kecewa jika kelak ia melihat alex menikah lagi.
"Sayang mama akan menjagamu, meskipun tanpa papa sayang" sasha mengelus perutnya dengan air mata yang menetes.
"Selamat datang masa depan yang ceria" teriak sasha. Tak ada seorang yang mendengar teriakan sasha karena tempat ini masih sepi dan jauh dari pengunjung.
Sasha kini benar-benar mengambil keputusan besar dalam hidupnya saat dengan berani ia meninggalkan alex dengan segala kehidupan mewah yang selama ini di dapatnya tapi kekayaan alex tidak bisa memberikan kebahagian bagi sasha. Selama ini ia selalu tahan dengan sikap kasar alex tapi saat mengetahui alex akan menikah lagi, membuat sasha benar-benar menyerah ia tidak mau anak-anaknya kelak tidak merasakan kasih sayang dari ayahnya dan ia tidak mau anak-anaknya melihat ibunya di siksa.
Setelah cukup puas menikmati senja di sore hari sasha memutuskan untuk kembali ke gubuk kecil tempat ia tinggal.
*****
Alex dan reva sedang berdiskusi berdua di sebuah restoran.
"Kemana aku harus mencari sasha?" tanya alex kepada reva sahabatnya sasha yang ternyata juga tidak mengetahui keberadaan sasha
"Entahlah, tapi aku bersyukur sasha akhirnya mengambil keputusan yang tepat" ucap reva yang langsung menusuk kedalam relung hati alex. Tapi apa yang dikatakan oleh reva memang benar dan alex tidak menyangkal itu sama sekali.
"Aku benar-benar putus asa" ucap alex dengan suara lemah tak seperti biasanya kali ini ia rela menurunkan wibawanya dan menunjukkan kelemahannya.
"Itulah karma untuk kak alex" reva benar-benar marah kepada alex. setiap perkataan yang ia ucapkan selalu saja bernada sinis.
"Maafkan aku" ucap alex sambil menyatukan kedua tangannya
__ADS_1
"Percuma semua sudah berakhir" ucap reva sinis. Setelah berkata seperti itu reva langsung meninggalkan alex, ia benar-benar muak melihat wajah alex yang telah membuatnya harus kehilangan sasha yang sudah ia anggap saudaranya sendiri.
Alex hanya menatap kepergian reva dengan wajah sendu karena harapannya untuk bertemu istrinya seakan sirna begitu saja.