Suami Arogan

Suami Arogan
Alex kembali perhatian?


__ADS_3

"*Dasar wanita jalng" sebuah tamparan melayang di wajah seorang wanita


"Hahahaha.... terserah apa katamu. Dia jauh lebih baik darimu dan lebih kaya darimu" ejek wanita yang tadi di tampar oleh seorang pria.


"Jangan pernah kembali lagi kesini" teriak sang pria ketika sang wanita berjalan meninggalkan pria itu. Tanpa rasa bersalah sedikitpun wanita itu tetap meninggalkan sang pria dengan seorang anak yang sedang berdiri di sudut rumah menyaksikan pertengkaran antara dua orang dewasa yang ternyata adalah ayah dan ibunya.


Seorang anak yang sejak tadi terdiam menyaksikan pertengkaran hebat antara orang tuanya. Kini terduduk sambil membenamkan wajahnya di antara kedua lututnya, air matanya mengalir deras, badanya bergetar hebat menahan rasa takut melihat pertengkaran kedua orang tuanya. Anak itu adalah alex kecil yang baru menginjak usia 4 tahun, kepergian sang ibu meninggalkan mereka menyisakan luka batin yang membekas sampai sekarang bahkan berdampak begitu besar dalam kehidupan pernikahannya*.


Keringat mengucur deras dari dahi alex dengan badannya yang gemetar menahan rasa takut. Dalam tidurnya alex begitu gelisah, raut wajahnya cemas dan dipenuhi oleh rasa takut*.


"Semua wanita sama saja" ucap alex dalam tidurnya dengan wajah marah yang masih terlihat jelas.


"Mamaa" teriak alex yang langsung terbangun dari tidurnya.


"Tuan ada apa?" tanga edora. Edora yang mendengar teriakan alex langsung berlari menghampiri tuannya.


"Tolong ambilkan aku segelas air" ucap alex dengan nafas yang masih tersengal-sengal serta jantung yang berdebar kencang.


"Ini tuan, silahkan di minum" edora memberikan segelas air kepada alex. Alex meminum air yang di berikan oleh edora dalam satu kali tegukan.


"Terimakasih" alex memberikan gelas kosng tersebut kepada edora lagi dan tidak lupa alex berterima kasih kepada edora.


"Masih ada yang perlu saya kerjakan tuan?" tanya edora kepada alex


"Tidak ada, kembali beristirahat" ucap alex


Kenangan pahit itu selalu menghantuinya, alex selalu merasa bahwa semua wanita sama saja tak pernah ada yang bisa di percaya begitupun dengan sasha yang menurutnya tidak jauh beda dari wanita di luar sana.


Drttttt.....


Drttttt......


Drttttt......

__ADS_1


(dering ponsel alex)


Melihat nama yang tertera di layar ponselnya membuat alex sedikit heran. Mengapa kak andre menelponnya tengah malam seperti ini?" tanya alex pada dirinya sendiri.


"Halo kak, ada apa menelpon tengah malam seperti ini? tanya alex kepada andre melalui sambungan telpon.


"Alex kamu harus segera kesini" ucap andre kepada alex. Dahi alex mengkerut mendengar permintaan kakak sepupunya itu.


"Maaf kak, aku sedang sibuk" alex menolak permintaan andre dengan halus.


"Pokoknya kamu harus kerumah" andre memaksa alex dengan cara mematikan sambungan telepon secara sepihak.


"Haaaaaa...." alex menghela nafas sejenak sampai akhirnya memutuskan untuk memenuhi permintaan sang kakak.


*****


Reva sedang menyuapi sasha meskipun harus sedikit memaksakan karena jika menuruti keinginan sasha, sesuap nasi pun tidak akan masuk kedalam perut sasha.


"Aku sudah kenyang va" ucap sasha menolak suapan dari reva.


"Tapi va, rasanya sungguh mual" ucap sasha lemas dan tidak bersemangat. Saat ini reva sedang membujuk sasha dengan susah payah agar ia mau makan beberapa suap.


"Biar aku saja yang menyuapi sasha" ucap seorang pria yang tidak lain adalah alex. Kehadiran alex membuat sasha dan reva terdiam bagaikan manekin yang tidak bergerak sama sekali dan hanya fokus pada alex yang sedang berjalan ke arah mereka.


Sasha masih sibuk bergumul dengan pemikirannya sendiri "apakah ini mimpi" tanya sasha dalam hati. Reva yang tadi Setia menemani sasha kini telah meninggal ruangan itu dan memberikan sasha dan alex kesempatan untuk saling berbicara dari hati ke hati.


"Bagaimana kabarnya?" tanya alex yang membuat sasha tersadar dari lamunannya


"Ehhhh.... ia baik-baik saja" jawab sasha canggung sambil mengelus perut rasanya. Hati alex sedikit tercabik melihat keadaan sasha yang selalu menampilkan wajah ceria dan penuh semangat kini nampak kuyu dan lusuh. Mata sembab dan bengkak itu menandakan kesedihan yang amat dalam.


"Hallo anak papa!" sapa alex kepada janin yang berada di dalam kandungan sasha sedangkan sasha hanya terdiam mematung melihat tingkah alex yang mengelus perut ratanya dengan penuh kelembutan.


"Makanlah jangan sampai karena keteledoranmu membuat anakku celaka" ucap alex sarkasme yang menohon hati sasha.

__ADS_1


"*ternyata ia hanya mengkhawatirkan anak yang beradala dalam perutku" ucap sasha pilu dalam hati.


"Memangnya apa yang kamu harapkan sa" sasha tertawa pedih dalam hati melihat suaminya tidak bertanya mengenai keadaannya*.


"Hei makanlah" ucap alex lalu menodongkan sesendok bubur di depan bibir sasha. Mau tidak mau sasha menerima suapan dari alex dan lebih mengejutkannya lagi ketika alex yang menyuapinya sasha tidak merasa mual samaa sekali


"Sayang kamu rindu ayah yah" ucap sasha dalam hati. Lagi dan lagi air matanya menetes sedih karena anaknya kelak akan hidup tanpa ayah.


"Hei kenapa menangis hmmm" ucap alex lembut dan menyeka air mata sasha yang membuat sasha kembali terdiam melihat sikap alex yang berubah jadi lebih baik dari terakhir kali mereka bertemu.


"Tidak apa-apa hanya sedikit terharu" ucap sasha jujur. Sasha merasa janggal dengan perubahan alex yang tadinya begitu marah tiba-tiba melunak. Apakah karena bayi yang di kandung sasha?, itu masih menjadi teka-teki.


"Makan lagi yuk" ucap alex sambil menodongkan sesuap bubur kepada sasha.


"Kenyang" Sasha menolak suapan terakhir dari alex karena ia telah merasa kenyang setelah beberapa suap telah berhasil masuk ke dalam perutnya.


"Ya sudah" alex meletakkan sesendok bubur itu dan mengambil segelas susu.


"Minumlah ia butuh tenaga" ucap alex lagi. Sasha menerima susu yang diberikan alex lalu meminumnya sampai habis.


"Minum obat dulu yah" ucap alex lagi dengan lembut sambil mengelus surai rambut sasha yang semakin membuat sasha kebingungan.


"Terimakasih" ucap sasha kepada alex setelah selesai meminum obat pengungat janin yang telah diresepkan oleh sang dokter. Setelah semua selesai kini alex menidurkan sasha dengan cara mengelus rambut sasha dengan lembut.


*****


"Kak alex kenapa bisa ada disini?" tanya reva kepada andre. Reva dan Andre kini berada di ruang tamu dan membiarkan alex menenangkan sasha.


"Aku yang memintanya" ucap andre


"Tapi kenapa sikap kak alex tidak seperti yang di katakan sasha kepadaku?" tanya reva penasaran karena sikap alex sangatlah lembut tidak seperti yang sasha ceritakan padanya


"Aku yang memintanya dan ia mau karena ini semua demi kebaikan janin yang berada di dalam kandungan sasha" penjelasan andre

__ADS_1


"Jadi kak andre yang memaksa kak alex melakukan itu semua" ucap reva yang di anggukan oleh andre


"Bagaimana jika sasha tahu itu semua hanyalah kepalsuan?" tanya reva yang mebuat andre terdiam


__ADS_2