
"Siapa wanita ini?" tanya airin kepada reva dengan berbisik-bisik. Belum sempat naira menjawab pertanyaan airin, alex langsung melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah. Maka naira dan airi pun mengikutinya dari belakang
"Kak andre" panggil reva kepada andre yang nampak fokus dengan kertas-kertas yang bertebaran di atas meja. Andre sedang memeriksa tugas mahasiswanya saat mendengar panggilan reva, andre langsung melihat kearah reva yang sedang bersama alex, naira dan airin.
"Kak andre" tanpa aba-aba airin berlari ke arah andre dan menyenggol bahu reva, untung saja reva tidak terjatuh karena ia sempat kehilangan keseimbangannya. Airin memeluk andre dengan begitu erat, pemandangan itu membuat reva sedikit terkejut karena itu terjadi di depan matanya.Terlebih lagi ia baru kali ini melihat wanita itu.
"Dasar anak nakal" ucap andre lalu menyentil dahi airin, sedangkan airin masih setia memeluk andre tanpa berniat melepaskannya. Hal itu cukup membuat reva cemburu dan menatap tidak suka pada wanita yang baru dilihatnya itu.
"ehmmm apa kami tidak di persilahkan duduk?" ucap naira yang membuat perhatian reva terahlikan kepada naira dan alex yang masih berdiri.
"Silahkan duduk, aku akan menyiapkan minuman dam camilan untuk kalian" reva mempersilahkan mereka duduk lalu berjalan ke dapur untuk menyiapkan
minuman dan camilan untuk tamunya.
"Siapa wanita itu, berani-beraninya dia memeluk pacarku di depan mataku" reva mengemol seorang diri di dapur sampai tiba-tiba sebuah ide melintas di kepalanya. Setelah selesai membuat minuman untuk tamunya, reva langsung menghidangkannya di atas meja.
"Silahkan diminum" ucap reva mempersilahkan mereka menikmati minuman dan camilan yang telah di persiapkannya. Saat semua sedang menikmati minuman yang di hidangkan reva tiba-tiba saja airin menyemburkan minumnya
"Asin" ucap airin lalu mengambil minuman yang di genggam andre dan meminumnya.
"Masih sih, ini manis kok" ucap naira menyanggah perkataan airin.
"Aku tidak berbohong nai" ucap airin ngotot untuk mempertahankan argumennya.
__ADS_1
"Biar aku yang coba" ucap andre mencicipi minuman airin dan benar saja andre juga menyemburkan air yang berada dalam mulutnya.
"Begini caramu melayani tamu?" teriak andre marah dan itu membuat reva mematung syok karena selama ini andre tidak pernah memarahinya sebesar apapun masalahnya. Andre selalu mendiskusikannya secara baik-baik lalu menasehati reva dengan baik. Meskipun andre adalah dosen ter killer di kampusnya bahkan ia sering menjadi sasaran andre saat di kampus tapi kali ini perkataan andre cukup membuatnya sakit hati. Apalagi ia dibentak di depan alex dan lain-lainnya.
"Maaf" hanya sepatah kata yang bisa terucap dari bibir reva. Setelah itu reva meninggalkan ruang tamu dengan mata yang berkaca-kaca, hampir saja air mata nya tumpah di depan andre, alex dan lain-lainnya. Tapi ia masih memiliki harga diri dan tidak akan mau terlihat lemah di depan mereka semua.
Sasha yang saat itu masih tertidur di kagetkan dengan kedatangan reva yang tiba-tiba saja memeluknya erat dengan air mata yang berlinang.
"Va, kamu kenapa?" tanya sasha yang terbangun dari tidurnya sambil mengelus punggung reva lembut. Bukannya menjawab pertanyaan sasha, reva malah semakin menangis sejadi-jadinya. Rasa kaget, malu, sakit hati, dan kecewa begitu mendalam di hatinya.
"Va, cerita ke aku" ucap sasha yang merasa simpati pada sahabatnya itu karena baru kali ini sasha melihat reva menangis sampai sesegukan.
"Kak andre jahat sa" ucap reva yang masih berlinang air mata.
Tok... tok... tok...
(suara ketukan pintu kamar)
Ternyata andre menghampiri reva karena ia tahu ucapannya tadi sangat membuat reva terpukul. Rasa bersalah menelusup ke dalam relung hatinya, tidak seharusnya ia memarahi reva di depan mereka semua karena itu sama saja ia mempermalukan reva.
"Kak andre, silahkan masuk" ucap sasha mempersilakan andre masuk. Andre lalu berjalan masuk ke dalam kamar dan duduk tepat di belakang reva.
"Ya, sudah aku keluar dulu yah" sasha memberikan privasi untuk reva dan andre menyelesaikan masalah mereka berdua. Saat sasha hendak melangkahkan kakinya tangan reva menahan langkah sasha. Reva melihat ke arah sasha sambil menggeleng-gelengkan kepalanya tanda reva tak ingin di tinggalkan tapi bagaimanapun sasha harus memberikan mereka kesempatan untuk berbicara dari hati ke hati.
__ADS_1
Sasha berjalan menuju ke arah ruang tamu hendak menonton TV tapi saat kakinya bareda di ujung ruang ia di buat kaget dengan keberadan alex, naira dan seorang wanita yang tidak di kenalinya.
"Hy sasha" naira menyapa sasha yang sudah membalikkan badannya hendak meninggalkan mereka secara diam-diam tapi naira sudah terlebih dahulu melihatnya.
"Hy" jawab sasha canggung apalagi kini semua mata tertuju kepadanya tapi yang paling membuatnya gugup adalah tatapan mata alex. Karena sudah terlanjur diketahui keberadaannya oleh alex dan yang lain-lainnya, akhirnya sasha memilih bergabung bersama mereka bertiga di ruang tamu.
"Siapa dia?" tanya airin dengan suara yang besar kepada alex.
"Sasha, istri kak alex" belum sempat alex menjawab pertanyaan airin, naira sudah terlebih dahulu menjawabnya.
"Apa betul yang dikatakan nai, kakak sudah menikah?" tanya airin yang masih tidak percaya dengan apa yang di dengarnya. Pernikahan alex dan sasha dulu memang sangat privat bahkan papa alex tidak mengundang keluarga mantan istrinya, itulah yang menyebabkan airin (adik tiri alex) tidak tahu sama sekali mengenai sasha.
"Perkenalkam saya sasha, istri kak alex" sasha dengan sopan memperkenalkan diri kepada wanita yang baru dilihatnya itu.
"Dia airin adik kak alex" lagi-lagi naira lah yang memperkenalkan airin kepadanya, bukankah seharusnya suaminya yang memperkenalkan bahwa wanita itu adiknya.
"Selera kakak begitu rendah" ucapan airin yang tanpa di saring itu membuat hati sasha sakit dan terluka.
"tidak kakak, tidak adik, keduanya sama saja. Sama-sama suka merendahkan orang lain" ucap sasha dalam hati. Sasha hanya tersenyum kecut mendengar hinaan dari adik iparnya sedangkan naira tersenyum penuh kemenangan, lalu bagaimana dengan alex?. Tentu saja ia tidak perduli.
Setelah beberapa menit berlalu, akhirnya reva dan andre ikut bergabung bersama mereka.
"Kak andre, siapa wanita itu?" tanya airin ketika melihat andre dan reva berjalan bersamaa bahkan reva memeluk lengan andre tanpa sungkan.
__ADS_1
"Perkenalkan aku reva, kekasih kak andre" Dengan bangga reva memperkenalkan diri kepada airin. Seketika ekspresi wajah gadis muda itu berubah menjadi muram begitu mengetahui lelaki yang bertahun-tahun di cintainya dalam diam ternyata sudah menjadi milik orang lain.