Suami Arogan

Suami Arogan
Maag kambuh


__ADS_3

Sasha berdiri menunggu rafael di depan toko buku


"Nyonya silahkan masuk" ucap rafael


Tanpa membalas ucapan rafael, sasha memasuki mobil.


"kriukkk...kriukkk." suara perut sasha


Rupanya sasha lapar tapi karena takut alex akan marah jika dia datang terlambat. Alhasil sasha menahan rasa laparnya


*****


"Selamat siang nona." Sapa wana sekertaris alex


"Selamat siang" balas sasha disertai senyum ramah


Wana tidak mengetahui siapa sasha yang sebenarnya. Dimata wana sasha itu adik dari bosnya atau kekasih dari kekasih adik sepupunya andra, karena selama ini alex tidak pernah memperkenalkan sasha secara resmi kepada wana maupun pegawainya yang lain.


"Silahkan masuk kedalam nona, pak alex sudah menunggu!" ucap wana lagi


Dengan raut wajah yang takut sasha membuka pintu ruangan suaminya. Begitu pintu terbuka dan sasha memasuki ruangan suaminya, alex hanya menoleh sebentar dan melanjutkan lagi pekerjaannya.


"Duduk saja di sofa." ucap alex menginterupsi sasha yang masih merasa canggung di ruangannya


Mendengar yang dikatakan alex, sasha langsung berjalan dan mendudukkan diri di sofa.


"Nyalakan saja tvnya jika merasa bosan" ucap alex lagi yang tentu saja dituruti oleh sasha.


Dari pengalamannya kemarin saat pertama kali datang ke perusahaan ini, dirinya merasa sangat bosan karena tidak ada hiburan sama sekali. Kenapa tidak main hp saja supaya tidak bosan?


Saat pertama kali datang hp sasha benar benar lowbet dan tidak membawa charger. Sasha takut menggangu perkerjaan alex dengan meminjam menanyakan perihal chargeran.


*****


Ditengah keasyikan sasha menonton TV, lagi lagi perutnya kembali berbunyi karena takut mengatakan dia lapar. Sasha memutuskan untuk minum air putih sebanyak mungkin. Tapi ternyata itu tidak mempan dan sasha memilih untuk tidur.


"Selalu saja tertidur, dasar tuti(tukang tidur)." Ucap alex


Alex menghentikan pekerjaannya sejenak dan menghampiri gadis kecilnya yang entah mengapa kehadirannya membuat fokusnya terbagi dua antara pekerjaan dam istrinya.


"Apakah begitu melemahkannya dunia perkuliahan bagimu?" tanya alex pada sasha yang sedang tertidur pulas. Alex tahu sasha tidak akan membalas atau mendengar perkataannya.

__ADS_1


"Kenapa wajahmu begitu lesu dan pucat hmmm?" tanya laex lagi dengan begitu lembut lalu mengusap rambut sasha. Alex kembali melanjutkan pekerjaannya yang sempat di tundanya


*****


Alex yang sedang fokus mengerjakan pekerjaannya di kagetkan saat sasha berlari ke arah kamar mandi dan mual mual.


"Hoeeekkk....hoeeekk....hoekkkk." suara sasha yang sedang mual tapi perutnya sama sekali tidak mengeluarkan makanan hanya air


Merasa khawatir alex berlari ke dalam kamar mandi dan membantu sasha dengan cara mengusap usap punggungnya. Setelah cukup lama berada di dalam kamar mandi akhirnya mereka keluar juga.


"Apa perlu kita periksa ke dokter." tanya alex khawatir yang hanya di balas gelengan kepala


"Maagku sppertinya kambuh." jawab sasha dengan wajah yang begitu lemas karena mual yang di alaminya telah menguras tenaganya.


"Haaa...Kenapa kamu tidak makan dulu sebelum kesini?" tanya alex dengan suara yang mulai meninggi


"Maaf." jawab sasha dengan nada suara yang bergetar karena takut


Merasa tidak tega akhirnya alex kembali melunak.


"Tunggu di sini yah." ucap alex lalu berjalan ke arah mejanya dan menelpon seseorang


"Halo linda, tolong antarkan makanan dan obat maag keruangan saya" ucap alex lalu mematikan sambungan teleponnya


"Apa kamu merasa kepanasan wajahmu sampai memerah" tanya alex lagi


"i....iya." untuk menutupi agar alex tidak mengetahui yang sebenarnya sasha mengiyakan apa yang di katakan alex.


Tok...tok... tok..


Terdengar suara ketukan dari luar.


"Masuk." ucap alex


"Ini yang pak alex minta." ucap Linda menyerahkan obat maag dan makanan yang diperintahkan alex


"Kamu boleh pergi" balas alex setelah mengambil sekotak makanan dan obat maag


Linda berjalan keluar dari ruangan alex dengan senyuman tipis menghiasi wajahnya karena ini pertama kalinya Linda melihat bosnya itu perhatian pada seorang wanita.


"Linda, kenapa kamu senyum senyum sendiri?" tanya wana yang merasa heran dengan kelakuan linda

__ADS_1


"Tidak apa apa." jawab linda lalu kembali ke bawah ke tempat resepsionis


Wana yang tidak mau terlalu ambil pusing dengan tingkah linda dan kembali mengerjakan tugasnya.


*****


Sasha hendak mengambil sekotak makanan yang di bawakan oleh linda tapi terhenti karena laex yang lebih dahulu mengambilnya. Dengan cekatan alex menyiapkan makanan yang di bawa oleh linda sedangkan sasha hanya duduk diam meperhatikan alex. Alex berpindah tempat duduk ke samping sasha.


"Buka mulut." perintah alex yang mengarahkan sesuap nasi ke dalam mulut sasha. Tanpa membantah sedikitpun sasha mengikuti perintah alex. Selain karena dirinya merasa benar benar lapar dia juga tidak bisa munafik kalau dia suka jika di perhatikan oleh suaminya.


"Buka mulut lagi." perintah alex yang kali ini di balas gelengan kepala oleh sasha


"Tidak suka kalau pakai sayur" cicit sasha yang masih mampu di dengar alex


"Kamu harus banyak makan sayur, lihat kamu begitu kurus ckckck." ucap alex persis seperti yang biasa diucapkan oleh ayahnya ketika dia enggan memakan ssyur sehingga tanpa sadar air matanya menetes


"Ada yang sakit, maag kamu makin sakit yah. Apa kita perlu ke dokter." cerocos alex


"Aku tiba tiba hanya rindu ayah." ucap sasha terdengar begitu pilu di telinga alex


"Ya sudah makan dulu, nanti kalau aku tidak sibuk kita berkunjung ke rumah ayah." ucap alex menenangkan kesedihan sasha


Mendengar ucapan alex, sasha tertawa senang yang terlihat begitu cantik dimata alex


"Janji." ucap sasha mengacungkan jari kelingkingnya ke arah alex dan menautkan jari kelingkingnya ke jari kelingking sasha sebagai pertanda setuju


"Sekarang kk alex yang buka mulut" ucap sasha yang telah merebut sendok dari tangan alex


"Kenapa aku, kan kamu yang lapar?" tanya alex


"Aku tau kk alex belum makan, kk alex kan sibuk dan gila kerja" jawab sasha jujur.


Melihat tingkah sasha yang ternyata memperhatikannya membuat perut alex seakan di penuhi oleh berjuta kupu kupu yang berterbangan. Alex tidak berani menyimpulkan apapun terhadap yang dirasakannya ke sasha karena dia masih trauma dengan kisah di masa lalu orangtuanya.


*****


Saat mereka asik saling menyuapi pintu ruangan alex tiba tiba terbuka dan memunculkan sesosok wanita


"siapa yah?"


Sekian dulu guys jangan lupa vote, rate dan likenya 🥰

__ADS_1


Thank you


__ADS_2