
Bella melenggang masuk ke Perusahaan Pram dengan gaya sombong nya.
Para karyawan hanya menatap nya sinis dan banyak yang berbisik.
Bella langsung naik dimana ruangan Pram berada , tanpa bertanya lebih dahulu dia langsung masuk saja.
"Selamat siang Nona Bella" Kata sekertaris Hendra.
"Saya mau bertemu dengan Tuan Pram untuk membahas masalah proyek" Kata Bella dengan sombong.
"Maaf Nona Tuan Pram sedang ke luar Kota bersama Nyonya" Balas sekertaris Hendra.
"Apa kau bilang , jangan bohongi aku kau hanya bawahan saja" Kata Bella dengan nada tinggi.
Ceklek
"Ada apa ini?" Kata Hendra saat keluar dari ruangannya.
"Maaf Tuan , Nona Bella memaksa masuk ke ruangan Tuan Muda" Balas sekertaris
"Maaf Nona Bella yang terhormat , sekarang Tuan Muda sedang melakukan perjalanan bisnis dan Bulan Madu ke luar Kota" Kata Hendra dengan nada dinginnya.
"Aku tak percaya , pasti kalian membohongi ku kan" Kata Bella dengan membentak.
"Antar dia ke ruangan Tuan, Niki" Kata Hendra dan berlalu dari sana.
Lalu Niki membawa Bella masuk ke Ruangan Pram.
"Silahkan masuk Nona" Kata Niki dengan sopan.
Bella masuk dan mencari Pram kesana kemari tetapi hasilnya Nihil.
"Ahh sial" Gumam Bella dengan kesal , lalu ia beranjak pergi dari sana dan keluar dari Perusahaan tersebut.
__ADS_1
"Heh dasar wanita sombong kau" Gerutu Niki dengan kesal.
**
Sedangkan Pram dan Kinan sedang merasa senang karena proyek yang sangat besar jatuh ke Perusahaan Pram berkat kecerdasan Kinan dan Pram.
"Ahh sayang aku bahagia sekali , terimakasih" Kata Pram memeluk Kinan dengan sayang.
"Iya sayang , ini berkatmu juga yang memang sangat luar biasa" Balas Kinan dengan mencium pipi Pram malu.
"Hei sudah pandai menggoda ya" Kata Pram dengan mencubit hidung Kinan.
"Belajar dari kamu Mas" Balas Kinan dan langsung berlari ke kamar nya.
"Tunggu aku sayang" Teriak Pram dan cepat berlari menyusul istrinya.
***
Sedangkan di Mansion Utama , Twins sedang belajar di temani oleh Hendra dan pelayan.
Mereka lalu melihat siapa yang datang malam-malam begini.
"Nenek Kakek" Teriak Twins dan langsung berlari memeluk Robert dan Wulan.
"Apa kabar Cucu Nenek?" Tanya Wulan dengan mencium pipi Cucu nya.
"Baik Nek" Jawab Riffa dengan memeluk erat Nenek nya.
"Ohh iya Hend dimana Pram dan Kinan?" Tanya Robert
"Tuan dan Nyonya sedang di luar Kota Tuan Besar" Jawab Hendra
"Hmmm , dari kapan?" Tanya Wulan.
__ADS_1
"Tadi pagi Nyonya , mungkin besok siang juga sudah datang kembali Nyonya" Jawab Hendra.
Wulan dan Robert hanya mengangguk dan duduk dengan Cucu nya yang sedang mengerjakan Pr.
"Nenek , besok boleh gak Ifa bawa teman?" Tanya Riffa dengan menatap wajah Nenek nya.
"Boleh sayang" Jawab Wulan dengan tersenyum
"Emm em tapi dia bukan orang kaya seperti kita Nek" Kata Riffa dengan tak enak.
"Tidak apa-apa sayang , Nenek tidak akan marah kok selagi dia baik dan tidak punya niat jahat pada kalian" Balas Wulan mengusap lembut kepala Riffa.
"Yeayyy makasih Nenek" Kata Riffa memeluk Wulan erat.
Robert tersenyum melihat wajah bahagia Cucu nya.
"Sedang apa Boy?" Tanya Robert pada Raffa.
"Affa hanya membaca buku ini yang sedang di kerjakan oleh Om Hendra" Jawab Raffa melihatkan berkas di tangannya.
"Ahh kau persis sekali seperti Daddy mu" Kata Robert dengan terkekeh.
"Benarkah Kakek?" Tanya Raffa penasaran.
"Ya bahkan sikap cuek dan dinginnya pun sama" Jawab Wulan dengan terkikik.
"Hahaha Nenek benar , Abangku ini sangat cuek dan dingin tapi sangat sangat sayang padaku dan Mommy" Balas Riffa dengan bangga.
Mereka tertawa bahagia bersama , bahkan Hendra ikut tersenyum tipis melihat tingkah laku ke dua anak Tuan nya.
.
.
__ADS_1
.