Suami Kejamku Bucin

Suami Kejamku Bucin
69


__ADS_3

Malam Minggu yang di tunggu pun datang. Saat ini Hendra dan yang lainnya sedang bersiap akan pergi ke rumah Rani.


Hendra sudah merasa gugup padahal ia tidak pernah merasa gugup sama kali. Tetapi hari ini ia merasa sangat gugup.


Kinan dan Pram baru turun , dan mereka langsung bergabung dengan yang lain.


"Sudah kumpul semuanya?" Tanya Robert.


"Sudah, Dadd" Jawab Pram.


"Ayo berangkat" Semangat Riffa dengan berjingkrak senang.


Kinan langsung menggandeng Putrinya karena saking gemasnya. Sedangkan yang lainnya mengulum senyum dengan tingkah Riffa.


Semua langsung masuk ke dalam mobil masing-masing. Hendra satu mobil dengan Robert , Nata , Wulan dan Betrand.


Mereka berangkat beringan dengan beberapa pengawal di depan dan belakang.


***


1 jam mereka berkendara barulah mereka sampai di rumah sederhana Rani yang sudah ada beberapa tetangga dan saudaranya.


Hendra dan yang lainnya turun dan langsung melangkah ke rumah Rani. Sedangkan beberapa pengawal membawa seserahan yang sangat banyak.


Bahkan warga disana ada yang terkagum dan bahkan ada yang mencibir karena iri. (Ya namanya Netizen terdepan ya readers, hehehe)


Pak Rt dan Ayah dari Rani langsung menyambut keluarga Hendra. Mereka langsung di suruh masuk dan duduk lesehan di karpet seadanya di ruang tamu.


Di sana sudah ada banyak makanan dan minuman , itu semua Hendra yang membelikan. Bukan untuk keluarganya melainkan untuk membungkam warga yang suka mencibir keluarga Rani.


"Ayo silahkan duduk, maaf tidak ada kursi disini adanya karpet seadanya" Ucap ramah Ayah Rani.


"Tidak apa-apa, Pak" Balas Robert ramah.


Twins duduk di dekat Kinan dan Pram. Riffa menatap warga yang berbisik-bisik tentang calon Tantenya.


"Mommm" Panggil Riffa pelan.

__ADS_1


"Kenapa sayang?" Tanya Kinan


"Kenapa Ibu itu bisik-bisik tentang Tante Rani" Ucap Riffa kepo.


"Huss diem. Acara mau di mulai" Tegur Pram. Kinan dan Riffa mengangguk kikuk.


Mereka mendengarkan kata demi kata dari kedua belah pihak. Mulut Riffa tak berhenti dari mengunyah nya. Bahkan ia memegang satu toples keripik.


Raffa menepuk jidat karena melihat kelakuan sang Adik yang suka sekali ngemil. Bahkan kerudungnya sudah penyok.


"Kalau begitu panggilkan Rani nya" Titah Pak Rt.


Lalu Ibunya berdiri dan melangkah ke arah kamar Rani.


Dengam jahil Pram menggoda Asisten serta sahabatnya itu.


"Kalau mau nikah di Hotel aja ya. Takut mau malam pertama suara uh ah nya kedengeran mertua kan malu" Bisik Pram terkekeh.


"Sialan" Bisik Hendra kesal.


Hendra terkekeh melihat ketidak berdayaan Bosnya.


Rani keluar dengan gaun yang sangat indah, bahkan warna nya sama dengan kemeja Hendra.


Hendra tertegun melihat kecantikan Rani. Ia sampai melongo takjub.


Plak


Dengan gemas Pram menepuk pundak Hendra agar ia sadar bahwa Rani sudah duduk di depannya.


"Hemmm , mari lanjutkan lagi" Ucap Pak Rt.


Lalu Wulan berdiri dan memasangkan cincin untuk Rani. Sedangkan Hendra di pasangkan oleh Ibu Rani.


Setelah acara pertukaran cincin selesai mereka langsung membahas tanggal pernikahannya.


Hendra memilih 2 minggu lagi mereka akan menikah dengan segala urusannya akan di urus oleh Wulan , Nata dan Kinan.

__ADS_1


Meskipun sempat menolak karena waktu 2 minggu sangat mepet , tapi Robert bisa menenangkannya.


Setelah merundingkan tanggal pernikahan mereka langsung menyantap makanan yang langsung di masak oleh Ibu Rani.


***


Sedangkan di mansion Orangtua Bella , mereka sedang marah-marah karena tidak ada kabar juga dari Baron.


"Kemana ini anak" Gerutu Ayah Bella.


Lalu ia memerintahkan anak buahnya untuk mencari Baron.


"Mas apa sudah ada kabar dari Baron?" Tanya istrinya.


"Belum ada, sayang" Jawabnya kesal.


"Apa dia kabur ya, tapi tidak mungkin kalau kabur. Semalam dia telpon bahwa tadi siang dia akan beraksi" Terang suaminya


"Mungkin sudah tidur , ini juga udah jam 10 malam" Istrinya menenangkan.


"Ayo istirahat, Mas" Ajak istrinya. Lalu mereka berlalu ke kamarnya.


***


Di markas , Baron sudah tak berdaya bahkan di sekujur tubuhnya banyak darah yang sudah mengering ataupun yang baru.


Anak buah Pram menyiksanya dengan sangat keji. Baron salah mencari lawan, ia kira tentang semua gosip bahwa Pram selalu kejam itu salah, saat ini baru ia rasa.


"Huhhhh harusnya a aku ti tidak mencari gara-gara sama mereka" Gumam Baron meringis.


"Bisa-bisa Gila aku hanya di beri obat perangsang saja tidak bisa melepaskannya" Gumamnya kembali. Baron teringat saat ia di ikat dan di beri suntikan oleh anak buah Pram. Lama kemudian dia merasa tubuhnya panas dan ingin segera melepaskan.


Tetapi dengan santainya anak buah Pram menggoda dengan wanita bayaran yang sangat sexy tetapi tidak bisa ia sentuh.


.


.

__ADS_1


__ADS_2