Suami Kejamku Bucin

Suami Kejamku Bucin
48


__ADS_3

Pagi hari nya keluarga Hutomo sudah berada di Mansion Wicaksono. Bahkan Twins R tak berhenti merengek ingin bertemu dengan Mommy dan Daddy nya.


Sedangkan di Rumah sakit , Kinan sedang sarapan di suapi oleh Pram. Pram merlakukan bak seorang Ratu tak boleh ini dan itu bahkan sampai ke kamar mandi pun ia akan temani.


"Mas tunggu di luar ya" Ucap Kinan lembut.


"Tidak , Mas akan disini dan Mas akan menghadap tembok" Balas Pram dengan kekeh. Kinan hanya mengangguk pasrah saja.


Pram hanya tidak ingin sampai terjadi kenapa-napa dengan Kinan kalau sampai dia tinggal.


"Mas sudah" Panggil Kinan.


"Yaudah Mas gendong ke ranjang lagi" Ucap Pram tersenyum.


Kinan menyenderkan kepala ke dada bidang Pram dengan memejamkan mata nya. Pram terkekeh melihat wajah mengantuk istrinya padahal mereka tidur dengan pulas tadi malam.


"Masih ngantuk?" Tanya Pram sambil merebahkan tubuh Kinan.


"Hmm , mungkin efek obat ya, Mas" Jawab Kinan mengangguk samar.


"Yaudah tidur saja , Mas akan disini menjaga mu" Ucap Pram mengusap lembut kepala Kinan.


Pram beranjak duduk di sofa karena ia akan mengerjakan pekerjaan yang tadi di antarkan oleh Hendra.


Sesekali mata Pram melihat Kinan yang tertidur pulas di ranjangnya. Pram menyuruh anak buah nya untuk tidak memberi pelajaran dulu pada Bella karena dia sendiri yang akan memberinya pelajaran.


Ceklek.


"Daddy" Panggil Twins R saat masuk ke ruangan Kinan.

__ADS_1


Pram langsung menutup kembali laptopnya dan memeluk anak-anaknya.


CUP. Pram mencium kening mereka bergantian.


"Dad apa benar Adik kami meninggal?" Tanya Riffa sedih.


"Iya sayang, maafkan Daddy ya tak bisa jaga Mommy dan Adik" Jawab Pram dengan wajah menyesalnya.


"Gapapa Dadd, yang penting Mommy selamat dan nanti kami bisa punya Adik lagi" Ucap Raffa tersenyum.


"Kalian memang yang terbaik, ayo kita ke ranjang Mommy" Ajak Pram dan menuntun Twins ke arah ranjang Kinan.


Nata dan Betrand hanya diam melihat Cucu nya seolah bertingkah dewasa.


Ardian, Lusi dan Anderson duduk diam di sofa dekat dengan Nata dan Betrand. Bahkan Ander duduk di pangkuan sang Mommy Lusi.


Emmmhhhh lenguh Kinan saat merasakan pipi nya di usap lembut oleh tangan mungil.


Kinan hanya mengerjap kaget lalu tak lama kemudian tersenyum dengan merentangkan tangannya.


"Uhhh Mommy rindu sekali dengan kalian" Ucap Kinan tersenyum lalu mencium anaknya bergantian.


"Ayah , Bunda , Abang kalian kapan datang?" Tanya Kinan saat melihat Orangtua nya ada disana.


"Tadi pagi, Nak. Maaf baru kesini sekarang tadi kami istirahat dahulu" Jawab Nata tersenyum lalu mengecup kening Kinan.


Betrand memeluk Putrinya dengan hangat. Mereka tak akan membahas masalah anak ataupun kecelakaan yang menimpa Putrinya.


Lusi mendekat dan memeluk Kinan dengan erat. Dia bahagia melihat majikan atau Adik iparnya baik-baik saja.

__ADS_1


"Mbak senang kau baik-baik saja" Ucap Lusi lembut.


"Aku kuat Mbak, doakan saja semoga aku lebih kuat lagi" Balas Kinan tersenyum.


"Emang tante mau lari ya sampai harus kuat" Celetuk Ander dengan polos nya.


Ardian yang gemas pun malah mencium seluruh wajah Putra nya. Dia tahu bahwa anaknya sedang ingin menghibur Tante nya.


Kinan dan yang lainnya terkekeh melihat kepolosan Anderson. Bahkan Kinan sampai tersenyum dengan celetukan keponakannya.


"Gak kok, Nak. Tante kan harus cepat sembuh jadi Tante harus kuat" Jawab Kinan tersenyum.


Ardian mendekati Pram dan berbisik. Lalu Ardian dan Pram pamit akan ke kantin dahulu.


"Sayang gapapa Mas tinggal dulu? Mas mau ke Caffe depan dengan Abang" Ucap Pram tersenyum.


"Gapapa Mas , ada Bunda dan Ayah kok. Tapi jangan lama-lama ya" Balas Kinan lembut.


"Bun , titip istri dan anakku ya sebentar" Ucap Pram sopan.


"Iya, Nak. Pergilah tapi jangan lama" Balas Betrand


Lalu Ardian mengecup kening Lusi dan berlalu keluar dengan Pram. Mereka langsung pergi menggunakan mobil Ardian.


Sepanjang perjalanan mereka terus berbicara serius bahkan sampai Ardian tak membawa sopir keluarga Wicaksono.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2