
2 Bulan Kemudian.
Sudah 2 Bulan Kinan dan Pram berada di Negara A. Mereka tak akan pulang dahulu sebelum Kinan dinyatakan sembuh dari sakit yang di deritanya.
Sudah 1 minggu Kinan menjalani pemulihan rahim nya. Pram benar-benar memberikan Dokter yang terbaik pada Kinan. Dia bahkan sampai menyuruh Hendra pulang lebih dulu agar membantu sang Daddy dan Mertua nya mengurus perusahaan.
"Mas hari ini terakhir aku kontrol kan?" Tanya Kinan saat mereka sedang bersiap.
"Iya sayang, jika hasil terakhir ini kamu sudah sembuh maka besok kita akan pulang" Balas Pram dengn tersenyum.
Kinan memeluk erat suaminya.
"Mas, apa kamu tahu? Dulu aku sangat ingin memelukmu dengan erat begini, setiap malam aku selalu ingin tidur di pelukmu, akhirnya sekarang aku bebas memelukmu kapan saja dan dimana saja" Ucap Kinan dengan lirih.
"Maafkan aku ya" Balas Pram mencium kening Kinan.
Lalu mereka segera melepaskan pelukannya dan bersiap berangkat ke Rumah sakit.
"Ayo" Senang Kinan saat mereka keluar dari Hotel.
"Lets Go" Balas Pram dengan semangat. Kinan tertawa kecil melihat suaminya yang memasang wajah lucu.
Lalu Kinan merangkul lengan suaminya dan berjalan keluar.
Selama di Negara tersebut tak pernah 1 hari pun Twins R terlewatkan VidioCall dengan mereka.
__ADS_1
Mereka tampak tidak merengek atau merajuk karena di tinggal oleh Kinan dan Pram. Tapi mereka malah memberi semangat pada sang Mo.my agar cepat sembuh.
**
Rumah sakit.
Kinan langsung masuk ke ruangan Dokter Obgyn yang sudah menanganinya selama ini.
"Selamat Pagi, Dok" Sapa Kinan.
"Selamat Pagi, Nyonya , Tuan" Balas Dokter tersenyum.
"Mari kita USG dahulu dan kita lihat perkembangannya" Jelas sang Dokter.
Lalu Kinan berbaring di bantu oleh Pram dan Perawat. Perawat langsung menuang jel untuk USG, Dengan seriua Dokter mulai memutar alat USG tersebut.
"Selamat Tuan, Nyonya. Rahim Nyonya sudah sembuh dan sudah kuat jika di buahi. Dan jangan lupa Nyonya agar menghabiskan obatnya dahulu sebelum benar-benar membaik ya" Jelas sang Dokter ikut senang.
Kinan menatap Pram dengan berkaca-kaca saking senang dan bahagia nya. Pram mencium kening Kinan dengan lembut.
"Perjuangan kamu tidak sia-sia sayang, selamat" Ucap Pram dengan lembut.
"Iya Mas, terimakasih ini juga berkat kamu dan yang lainnya" Balas Kinan bahagia.
Dokter dan Perawat pun sangat terharu melihat kebahagian dua insan tersebut. Mereka tahu bagaimana perjuangan Pram dan Kinan hingga saat ini. Bahkan mereka sempat di Vonis harus menunggu sampai 3 tahun , tapi apa yang terjadi mereka berdoa, berusaha sampai waktu 2 bulan mereka bisa sembuh.
__ADS_1
"Mari Nyonya" Ajak perawat agar Kinan melakukan pemeriksaan kembali.
Dokter memeriksa dengan serius, dia sangat bahagia karena bisa membantu menyembuhkan Rahim wanita kuat itu. Dan ia juga salut sama Pram karena ia tahan dengan nafsu nya agar tak menyentuh Kinan selama 2 bulan tersebut.
"Nyonya ini resep penyubur rahim agar Nyonya cepat kembali mendapat momongan" Ucap Dokter tersenyum.
Pram sangat bahagia karena mendengar bahwa ia akan segera berbuka puasa. Dia sudah mati-matian menahan hasrat nya saat bersama Kinan.
"Kalau begitu kami permisi dulu, Dok" Pamit Kinan.
"Silahkan Nyonya" Balas Dokter
Kinan dan Pram keluar dengan wajah bahagia nya. Mereka akan jalan-jalan dulu sebelum pulang kembali esok hari.
Pram mengajak Kinan makan siang dahulu karena sudah waktunya makan siang. Pram memesan ruangan VVIP agar lebih bebas tanpa tatapan mata para pengunjung.
**
Sedangkan Hendra sedang mengajak Twins R jalan-jalan ke Mall. Karena mereka terus saja merengek ingin pergi bermain.
Hendra di temani Rani mengasuh kedua anak manjikannya. Mereka seperti keluarga bahagia yang sedang menyenangkan sang buah hati.
Dengan senang hati Rani mengikuti semua kemauan sang anak Tuan Bos nya itu.
Hendra hanya mengikuti mereka kemana pergi tanpa menolak ataupun membantah kedua Bos cilik tersebut.
__ADS_1
.
.