
Pagi Hari.
Bunda dan Ayah sudah bangun terlebih dahulu mereka duduk dengan santai di sofa ruang rawat Kinan. Mereka sengaja tidak membangunkan Kinan dan Pram yang masih terlelap di atas ranjang.
"Bun, apa Kinan kita bawa kembali ke Negara P untuk pemulihan dan menjalankan pengobatan untuk rahim ny?" Tanya Betrand.
"Tidak usah, Mas. Kita cukup mendukung saja keputusan mereka. Bunda yakin mereka itu kuat apalagi Putri kita, Bunda yakin Kinan akan cepat sembuh" Jawab Nata dengan tersenyum.
"Hemm yasudah, Bun" Pasrah Betrand
Ceklek
Munculah Wulan dan Robert yang membawa rantang makanan.
"Astaga Pram kenapa dia masih tertidur" Decak kesal Wulan saat melihat Putranya yang tertidur pulas di pelukan Kinan.
Lalu Wulan menghampiri Pram dan memukul pelan punggungnya.
"Pram bangun , apa kau tak malu mertua mu sudah bangun sejak tadi" Ucap Wulan gemas.
"Emmhhhh" Lenguh Kinan dan perlahan mengerjapkan mata nya.
"Emmm Mommy biarkan saja mas Pram tertidur , semalam dia bergadang nemenin aku" Ucap Kinan dengan pelan.
"Loh kenapa kamu bergadang sayang?" Tanya Wulan kaget
"Hmm semalam aku lapar tapi pengen makan yang di jual di luar jadi Mas Pram pergi mencari makanannya" Jawab Kinan tersenyum.
"Hmmm baiklah, makan dulu ya" Balas Wulan
Mereka sarapan dengan tenang, bahkan Pram hanya menggeliat saja.
__ADS_1
***
Hendra, Rani dan Melinda sedang berdiskusi di ruangan Pram untuk masalah keuangan yang sedang anjlok.
"Tuan maaf, seperti nya Pak Baron bekerja untuk seseorang agar perusahaan ini kolaps" Ucap Melinda
"Ya dia bekerja untuk Bella , agar Tuan Pram bersedia meminta bantuan padanya dengan syarat menikahi Bella" Balas Hendra santai.
"Hehhh wanita itu ingin rasanya aku memukul kepalanya" Geram Rani sambil mengepalkan tangannya.
Melinda terkekeh melihat raut wajah Sekertaris atasannya yang sedang kesal itu.
"Besok juga sudah kembali lagi seperti semula, karena aku sudah mengurusnya" Ucap Hendra
"Baik Tuan" Jawab mereka bersama.
Lalu mereka membahas masalah pekerjaan bahkan saking asyik nya mereka baru selesai jam makan siang.
"Kita makan dulu Tuan" Sela Rani saat Hendra akan berbicara kembali.
"Hehehe lapar Tuan" Ucap Rani cengengesan.
Lalu mereka turun untuk ke Restoran seberang kantor tersebut.
**
Saat ini Pram , Kinan dan lainnya sudah berada di Mansion Wicaksono. Mereka berkumpul di ruang keluarga dengan pormasi keluarga lengkap.
"Bun, aku , Luci dan Ander akan pulang besok pagi, karena di perusahaan masih banyak pekerjaan" Ucap Ardian di sela mereka mengobrol masalah liburan.
"Iya, Nak. Bunda dan Ayah akan ikut kalian" Balas Nata lembut.
__ADS_1
"Loh Bunda gak akan lama disini?" Tanya Kinan dengan wajah sedih.
"Tidak bisa sayang. Nanti kalian saja yang datang kesana, Oke" Jawab Nata tersenyum.
"Gapapa, nanti setelah kesehatanmu pulih kita berlibur kesana" Ucap Pram dengan mengusap lembut kepala Kinan.
"Yeay liburan" Teriak Riffa dengan senang.
"Hmm baiklahh" Pasrah Kinan dengan lesu.
Lalu mereka makan siang dengan tenang dan damai. Dengan penuh perhatian Pram menyuapi Kinan dengan sesekali dia juga makan.
"Mas, aku sudah kenyang" Lirih Kinan dengan kesal.
"Hah baiklah. Mas makan dulu ya" Balas Pram
Pram melanjutkan makan siangnya dengan di temani Kinan. Sedangkan yang lainnya sudah masuk ke kamar untuk istirahat.
***
Di Markas.
Anak buah Pram mendapat perintah agar memberi pelajaran pada Bella tapi jangan sampai mati.
Mereka terus menjadikan Bella budak nafsu mereka tanpa jeda. Bahkan Bella selalu menjerit lelah saat anak buah Pram menggilir nya.
Di ruangan sebelah, Keluarga Saputra sangat merasa kasihan dengan nasib Bella, tanpa mereka tahu nasib mereka juga tak kalah akan kasihannya di banding Bella.
Mereka masih belum tahu siapa yang sudah menculik bahkan meluluhlantahkan perusahaan keluarganya.
Tetapi disana juga mereka di beri makan dan tempat yang lumayan bagus sebelum mereka berpindah pada ruangan penyiksaan di Markas tersebut.
__ADS_1
.
.