Suami Kejamku Bucin

Suami Kejamku Bucin
76


__ADS_3

Di sinilah Loly dan Raffa. Mereka sedang duduk di gazebo halaman belakang. Loly merasa jantungnya akan copot saat ini.


"Bagaimana kabarmu, Ly?" tanya Raffa memecahkan keheningan yang menyergap disana.


"Aku baik, Bang. Apa Abang juga baik-baik selama di sini?" tanya balik Loly.


Raffa menatap Loly dengan sendu , lalu ia membuang nafas lelah.


"Aku tak baik-baik saja, selama kau pergi aku takut bahwa kau akan memiliki laki-laki lain disana dan melupakan aku disini" lirih Raffa.


"Aku tidak akan melupakan janji kita dulu, Bang. Kau tau aku disana berusaha keras supaya bisa sesukses sekarang. Aku selalu menanyakan kabarmu pada Om Pram saat dia menjengukku disana" balas Loly lembut.


"Bisa gak meluk aja sebentar" ucap Raffa gemas.


Loly terkekeh lalu berdiri dan melangkah menuju kolam renang.


"Bang, apa kau serius ingin menikah denganku? Kau tau kan aku ini" ucap Loly terhenti dan membuang nafas.


"Aku tak perduli kau mau dari mana pun, Ly. Yang aku tau aku nyaman dan sangat menyayangimu dari masa kita kecil. Bahkan jika saat ini aku di suruh menikahimu aku akan lakukan" balas Raffa tegas.


Loly menatap Raffa dengan binar bahagia, ia bahagia bahwa cinta nya tak bertepuk sebelah tangan.


"Abang , Kakak di panggil Daddy" teriak Queen dengan tersenyum.


Loly dan Raffa pergi ke ruang keluarga kembali dan berkumpul disana.


"Udah jangan lama-lama berduannya , bahaya" ledek Wulan dengan terkekeh.


"Ck , Nenek kau tau aku ini rasanya ingin mengarungimu saja" dengus Raffa sebal.

__ADS_1


"Hei kau nanti durhaka, Bang" goda kembali Wulan.


"Mom" lerai Robert membuat Raffa tersenyum senang.


"Bagaimana apa kalian siap menikah minggu depan? Karena jika kalian tidak cepat menikah aku takut akan ada setan membisikan yang aneh-aneh" ucap Pram tertawa


"Sekarang juga aku siap, Dadd" jawab Raffa tegas.


"Widih , ngebet banget ya bang" goda Riffa dan Queen.


Raffa melotot pada kedua Adiknya. Raffa dan Queen berlari sambil membawa Loly masuk ke kamar Riffa.


Kinan menggeleng melihat kelakuan anak-anaknya.


"Son apa kau yakin dengan pilihanmu?" tanya Pram kembali dengan serius.


"Aku yakin, Dadd. Aku sudah menunggunya selama 17 tahun dan ini bukan obsesi semata tetapi aku memang sudah menyayanginya sejak pertama bertemu dulu" tegas Raffa tanpa bantahan.


"Iya Dadd" balas Raffa


''Istirahat dulu sana, nanti kita bertemu makan malam" titah Kinan lembut.


Raffa mengangguk dan berjalan ke arah tangga menuju kamarnya.


"Jika anak itu tau , bahwa Loly sudah beberapa kali menolak laki-laki mapan demi dirinya , bisa-bisa dia merengek ingin menikah sekarang" ucap Pram tertawa kecil.


"Ahh benarkah , Nak?" tanya Wulan kaget.


"Iya, Mom. Saat aku disana banyak lelaki yang mencari perhatiannya tetapi Loly teguh akan pendiriannya walaupun sebenarnya ia tak tahu bahwa Raffa juga sama dengannya memegang teguh pendiriannya" jawab Pram bangga.

__ADS_1


"Orangtua mana yang tega membuang Putri sebaik Loly ya" ucap Robert mendesis ngeri.


"Hmmm , mereka adalah pasangan anak remaja yang hamil di luar nikah, Dadd" balas Kinan santai.


"Hahhh , begitu tuh mau enaknya saja" gerutu Wulan kesal.


Lalu mereka masuk ke kamar masing-masing untuk istirahat. Kinan merebahkan tubuhnya dan memeluk Pram yang ada di sampingnya.


"Gak nyangka ya mas , kita udah tua. Bahkan udah mau dapat Cucu lagi" kekeh Kinan


"Hmm iya sayang, semoga kita bahagia selalu ya" balas Pram memeluk Kinan.


Mereka terlelap dengan tenang. Semua penderitaan sudah berakhir dan di ganti oleh kebahagiaan.


Sedangkan di kamar Riffa. Mereka masih bercoleteh dengan seru, mereka melupakan yang akan istirahat apalagi Queen yang selalu menceritakan kesehariannya di kampus.


Mereka akhirnya terlelap dengan damai tetapi tidak dengan Loly. Ia memilih keluar kamar Riffa dan kembali ke halaman belakang. Ternyata di sana sudah ada Raffa yang sedang bekerja dengan laptopnya.


"Ly" panggil Raffa saat Loly yang akan kembali masuk.


"Duduklah disini , kau akan bekerja juga kan?" tanya Raffa lembut.


"I iya , Bang. Tapi aku takut ganggu Abang soalnya aku akan meeting dengan klien" jawab Loly tak enak.


"Tidak apa , lakukanlah aku tidak merasa terganggu. Tapi buatkan dulu minuman dan camilan buat kita ya, gapapa kan?" pinta Raffa terkekeh.


"Baiklah , tunggu sebentar ya, Bang" ucap Loly tersenyum. Lalu ia berjalan ke arah dapur dan membuat pesanan Raffa.


.

__ADS_1


.


__ADS_2