Suami Kejamku Bucin

Suami Kejamku Bucin
43


__ADS_3

Bella kembali ke Apartemennya dengan wajah penuh emosi.


Brak.


Prang


Prang


"Arrrrrrgggghhh lihat saja kalian akan aku balas lebih dari ini , lihat saja Pram aku akan melenyapkan Istrimu" Ucap Bella dengan penuh amarah.


Lalu Bella memilih merendam di bathup dengan di temani aroma teraphy.


***


Pagi Hari.


Kinan sudah jauh lebih baik , tetapi dia tidak di perbolehkan untuk kembali bekerja.


Pram mengantar ke dua Anaknya sekolah , sedangkan Loli ia sudah akan pindah ke asrama besok sore.


Kinan sedang duduk bersantai di gazebo dekat kolam renang.


Sedangkan Loli sedang belajar di kamarnya.


"Aku yakin dia pasti tidak akan tinggal diam" Gumam Kinan.


"Hmm pasti dia sedang merencanakan sesuatu" Gumam nya lagi.


Karena ke asyikan melamun , Kinan tidak sadar bahwa Loli sudah berada disana.


"Tante?" Panggil Loli memegang tangan Kinan.


"Ehh sayang kenapa?" Tanya Kinan terkejut.


"Ayo masjuk sudah mau siang , Tante kan belum makan" Jawab Loli tersenyum.


Kinan mengangguk dan berdiri dari duduknya lalu ia pergi ke ruang makan di temani Loli.

__ADS_1


Mereka berjalan sambil berpegangan tangan.


"Aku janji suatu hari nanti aku akan menjaga kalian dari bahaya , meskipun aku wanita tetapi aku akan kuat jauh seperti lelaki" Batin Loli yakin.


Setelah sampai Kinan langsung makan dengan lahap nya , sedangkan Loli hanya menunggu nya saja karena ia sudah makan tadi pagi.


*


Di Perusahaan.


Sedangkan Pram dan Hendra sedang rapat dengan beberapa dewan di perusahaaanya.


Tetapi saat melihat laporan berkas ke uangan Pram langsung murka.


"Siapa yang bertanggung dengan berkas ini?" Tanya Pram menggema.


Mereka semua terkejut bahkan langsung menunduk takut.


"Sa saya Tuan" Ucap seorang wanita muda.


Pram memicingkan mata nya saat melihat wanita tersebut.


"Maaf Pak saya Melinda saya sekertaris Pak Baron , soal berkas berkas itu saya hanya menyalin apa kata beliau" Ucap Melinda dengan bergetar takut.


Pram membuang nafas kasar lalu ia menatap Hendra dengan sorot mata tajam.


"Rapat bubar" Ucap Pram lalu ia pergi dari sana di ikuti Hendra.


Semua peserta rapat menghela nafas lega saat Tuan Pram pergi dari sana.


Sedangkan Melinda ia sudah menunduk takut bahkan ia bergetar karena takut.


"Tenanglah, jika memang kamu benar maka Tuan tidak akan marah atau memecatmu tapi jika kamu salah maka Tuan akan menghukummu" Ucap rekan kerja nya.


"Iya kau benar tenanglah Mel , aku yakin kau tidak akan kenapa-napa" Ucap yang lainnya.


Akhirnya Melinda bisa bernafas lega , ia takut di pecat karena ia membutuhkan pekerjaan ini untuk melanjutkan hidupnya.

__ADS_1


Sedangkan Pram dan Hendra sudah berada di Ruangan Pram.


"Cari tahu siapa dalang dari penggelapan dana tersebut Hend, bukan masalah uangnya tetapi dia sudah berani jadi pengkhianat" Ucap Pram tegas bahkan sangat dingin.


"Baik Tuan , kalau begitu saya permisi" Balas Hendra dengan mengbungkuk hormat.


Setelah Hendra keluar , Pram menyandarkan kepala nya di kursi kebesaran.


"Siapa yang berani bermain-bermain dengan perusahaan ku" Gumam Pram.


Drrttt Drrttt


Pram melihat siapa yang menelpon di jam bekerja begini.


"Halo" Ucap Pram


"Halo Tuan , saya sudah menemukan keluarga Nona Prisilla. Ternyata mereka bersembunyi di pelosok dan membangun Perusahaan kecil disana. Tetapi sudah saya bereskan bahkan mereka sudah saya sekap di tempat biasa" Lapor anak buah nya.


"Bagus , jaga mereka dan tunggu aku" Balas Pram dengan senyum mengerikannya. Lalu ia memutuskan telepon tersebut.


"Akhirnya aku mendapatkan kalian , kalian yang sudah membuat aku berlaku kejam pada Istriku dan kalian juga yang sudah membunuh Adik tersayang ku" Ucap Pram dengan aura dingin.


**


Sedangkan Kinan sedang duduk santai menonton tv dengan Twins dan Loli.


Twins R baru saja pulang dengan di jemput sanga Kakek dan Neneknya.


"Nak apa kau sudah makan?" Tanya Wulan saat menghampiri nya.


Kinan menatap sang mertua tersenyum.


"Sudah Mom , tapi aku lagi pengen camilan saja" Jawab Kinan yang sudah berdiri.


"Biar Loli ambilkan Tante" Ucap Loli memotong percakapan Kinan dan Wulan.


Lalu Loli berlari ke dapur untuk mengambil camilan , sedangkan Riffa juga ikut mengambil snack untuk mereka menemani nonton tv.

__ADS_1


.


.


__ADS_2