
Pram , Robert , Wulan dan Hendra sedang menunggu di Ruang rawat Kinan.
Sedangkan keluarga Kinan akan terbang besok pagi dari Negara P.
Pram menggenggam tangan Kinan dengan erat , sesekali ia juga menciumnya. Pram bingun bagaimana cara berbicara pada Kinan.
"Ha us" Ucap Kinan lirih. Sontak Pram langsung menatap manik mata Kinan yang sedang mengerjap.
"Sayang" Ucap Pram dengan bahagia.
"Mas , aku haus" Balas Kinan. Pram langsung mengambil air di nakas dekatnya lalu membantu Kinan minum.
Robert dan Wulan langsung segera menuju ke arah ranjang dimana Kinan terbaring.
"Sayang kau sudah sadar? Syukurlah, maafkan Mom ya" Ucap Wulan terisak.
"Tidak apa-apa Mom, jangan menangis" Balas Kinan lemah.
Kinan meraba perutnya yang rata , sontak ia langsung menatap Pram yang menggelengkan kepalanya.
"Mas, anak kita selamatkan" Ucap Kinan dengan air mata yang sudah menetes.
"Maafkan aku , ini salah aku yang tak bisa menjaga kalian" Balas Pram memeluk Kinan dengan erat.
"Tidak Mas , pasti ini mimpi kan" Ucap Kinan lalu melepaskan pukan Pram dan meraba perutnya kembali.
Kinan menangis sesegukan di pelukan Pram saat tahu bahwa anak yang di kandungnya tidak selamat.
"Hiks hiks , maafkan aku Mas aku tidak bisa menjaga nya" Ucap Kinan terisak.
"Tidak sayang , kita ikhlaskan ya semoga kita di beri kepecayaan kembali secepatnya" Balas Pram menenangkan.
Ceklek.
__ADS_1
Seorang Dokter datang dengan perawat untuk mengecek keadaan Kinan.
"Maaf Tuan , Nyonya saya akan periksa dulu dan ada berita buruk untuk kalian" Ucap sang Dokter yang mana membuat mereka membuat bingung.
Lalu Pram membiarkan Dokter wanita tersebut memeriksa istrinya. Pram tak beranjak dari tempatnya karena ia tak ingin jauh-jauh dari Kinan.
Setelah selesai memeriksa, Dokter langsung menyampaikan berita tersebut.
"Kondisi Nona Kinan sudah mulai stabil hanya tinggal bekas pukulan dan cambuk saja yang harus di beri salep" Ucap Dokter dengan ramah.
"Syukurlah Dok. Lalu berita buruknya apa Dok?" Tanya Wulan penasaran.
"Maaf karena benturan yang lumayan keras kemaren mengakibatkan Nona ke guguran dan Rahim Nona Kinan hampir di rusak, jadi saya menyarankan untuk Nona agar tidak hamil dulu sekitar 3 tahun sampai Rahim Nona membaik, tetapi jika sudah membaik dan kuat mengandung sebelum waktu 3 tahun itu sudah sangat bagus" Ucap Dokter menjelaskan.
Kinan sudah terisak di pelukan sang suami. Menerima semua masalah bertubi-tubi.
Pram hanya bisa memeluk dan menenangkan istrinya , ia juga sama kaget nya dengan kondisi sang istri.
"Ada Nyonya , saya sudah meresepkan obat untuk membantu Nona Kinan agar cepat membaik dan jangan lupa jangan terlalu stres dan kelelahan ya" Balas Dokter tersenyum.
"Kalau begitu saya permisi" Pamit Dokter dan di angguki mereka.
"Sayang tenanglah , kamu masih bisa sembuh asal kamu rutin meminum obatnya ya dan ingat jangan stress" Ucap Wulan mencium kening Kinan.
"Hiks ta tapi Mom , bagaimana kalau aku tak sembuh" Balas Kinan dengan terbata.
"Kamu harus yakin kamu pasti sembuh , lagian kalau pun tidak hamil lagi tak apa kan sudah ada Twins R dan bahkan ada Loli" Ucap Wulan mencoba menghibur menantu kesayangannya.
Lalu Kinan menatap suaminya dengam sendu. Pram yang sudah tau arti tatapan Kinan pun tersenyum.
"Tidak papa sayang , yang penting kamu sehat dan aku sudah cukup dengan hadirny Twins R jika kamu di hendaki memiliki anak kembali aku juga akan bahagia" Ucap Pram lembut mencium pucuk kepala Kinan yang tertutup hijab.
"Iya Nak apa yang di ucapkan Pram benar, bahkan kita sudah ada Loli yang sudah kita anggap anak" Ucap Robert menimpali.
__ADS_1
Kinan merasa bersyukur karena suami yang sangat kejam dulu padanya kini berbalik sangat menyayangi nya.
"Terimakasih" Ucap Kinan memeluk Pram erat.
Lalu mereka menghela nafas lega saat melihat Kinan sudah lebih baik dan mulai menerima semua ini.
"Mom dan Dadd pulanglah dulu , besok baru kemari lagi dengan Hendra" Ucap Pram
Hendra yang sedari hanya diam saja melihat bagaimana keluarga Tuan nya sedang di uji oleh masalah.
"Iya Tuan dan Nyonya besar, mari saya antar" Ucap Hendra sopan.
"Baiklah. Nak kami pulang dulu , mungkin besok Orangtua dan Abang serta Twins R akan sampai" Ucap Wulan lalu memeluk dan mencium kening Kinan dengan sayang.
"Iya Mom. Hati-hati ya" Balas Kinan tersenyum lembut.
Setelah kepergian mertua nya , Kinan memeluk kembali Pram dengan menyandarkan kepalanya di dada bidang sang suami.
"Ayo tidur , ini sudah malam" Ucap Pram mengusap pipi Kinan.
"Tapi temenin" Balas Kinan dengan manja.
Pram terkekeh melihat wajah menggemaskan istrinya.
"Baiklah" Ucap Pram lalu ia naik ke ranjang yang lumayan besar dan muat untuk 2 orang.
Pram mengelus kepala Kinan dengan lembut sesekali ia juga mencium nya. Hingga terdengar dengkuran halus pertanda Kinan sudah tidur nyenyak.
Pram mencium kening Kinan dengan lembut dan ia juga mulai memejamkan matanya. Karena lelah Pram juga langsung tidur sambil memeluk istrinya.
.
.
__ADS_1