Suami Kejamku Bucin

Suami Kejamku Bucin
44


__ADS_3

Saat ini Twins R sedang bersiap akan ke Bandara untuk mengantar Loli pergi ke asrama di antar oleh Hendra.


Riffa sangat sedih karena sahabatnya akan pergi dari Rumah nya. Tetapi ia juga tak akan melarangnya , ia akan mendukung ke putusan sang Daddy , karena Loli juga pantas untuk menggapai cita-cita nya.


Kinan hanya mengantar sampai ke depan Rumah saja karena ia tak boleh pergi jauh.


**


Di Bandara.


Riffa memeluk Loli dengan erat bahkan Riffa sampai terisak.


"Jangan lupain aku ya Lol Hiks" Ucap Riffa dengan mengusap air mata serta ingusnya.


Pram terkekeh geli melihat kelakuan Putri nya.


"Iya , aku akan kembali lagi saat aku sudah bisa berdiri di atas kaki ku" Balas Loli yakin.


Lalu Loli menatap Raffa yang hanya diam saja.


"Bang , aku pergi dulu tolong jaga Tante dan Iffa , aku akan kembali sesuai harapan Abang" Ucap Loli sendu.


"Hati-hati aku akan selalu menunggumu , jika ada waktu luang datanglah kesini dan ini pakailah selalu" Balas Raffa dengan memasangkan kalung ke leher Loli.


Lalu Loli memeluk Raffa erat.

__ADS_1


"Pergilah , raih cita-cita mu sayang" Ucap Pram dengan lembut.


"Om terimakasih dan aku janji akan berdiri sendiri di atas kaki ku bahkan aku akan sukses sama seperti Om" Ucap Loli dengan semangat.


"Om akan tunggu saat itu sayang" Balas Pram lalu memeluk tubuh mungil Loli.


Hendra dan Loli berangkat dengan pesawat pribadi menuju ke Negara T.


Loli melambaikan tangannya ke arah Twins R , bahkan air mata Loli sudah menetes sejak tadi.


"Aku akan pergi tapi untuk kembali , aku berjanji suatu saat aku akan kembali dengan ke suksesan yang akan membuat Kalian bangga , apalagi Om Pram yang sudah membantu ku , aku doakan kalian akan selalu bahagia" Batin Loli


Setelah Loli pergi , Twins R dan Pram langsung pulang karena sang Mommy sudah menunggunya.


"Tenanglah Daddy sudah menyuruh seseorang untuk menjaga dan merawat Loli dengan baik sayang" Ucap Pram lembut.


"Terimakasih Dadd, aku yakin Loli anak yang baik dan dia juga sangat cerdas di banding Iffa" Balas Riffa cengengesan.


Lalu Pram dan Riffa bercanda bahkan sampai tertawa. Raffa hanya memejamkan mata saja menikmati perjalanan nya.


***


Sedangkan di perusahaan Bella dia sedang mengamuk karena orang suruhannya tidak bisa mencelekai Kinan ataupun Anak nya.


"Awas saja kalian , aku akan melenyapkan kau Kinan hingga aku yang akan bersanding dengan Pram" Ucap Bella dengan yakin.

__ADS_1


Asistennya hanya diam karena ia pernah memberi saran tetapi ia malah di ancam akan di pecat , karena ia sangat butuh biaya untuk Adik dan Ibunya jadi ia memilih diam.


Lalu Bella pergi dengan perasaan kesal , tujuannya sekarang adalah ke Club.


"Bawa aku ke Club" Ucap Bella pada Asistennya.


"Baik, Nona" Jawab nya.


Lalu mereka melaju dengan kecepatan sedang karena jalanan agak macet sebab waktu nya pulang kerja.


***


Kinan melihat Twins R yang murung bahkan wajahnya di tekuk.


"Loh kok pada sedih , apa tak suka ya jika Loli bisa sukses?" Tanya Kinan saat mereka duduk di ruang keluarga.


"Suka kok Mom , hanya saja baru kemarin aku sahabatan dengannya" Jawab Riffa lesu.


"Tak apa , doakan saja biar dia bisa sukses" Ucap Kinan lembut.


"Hmmm iya Mom" Jawab Twins R bersama.


.


.

__ADS_1


__ADS_2