
Robert menghampiri sang tamu yang sedang duduk di sofa.
"Maaf mau bertemu siapa?" Tanya Robert.
"Saya bertemu dengan Tuan Pram saya ingin menanyakan kenapa beliau memutuskan kontrak kerja sama nya dengan perusahaan saya" Jawab orang tersebut.
Robert mengeryit heran , pasalnya ia tahu betul siapa Putranya tersebut dia tidak akan bertindak gegabah.
"Kenapa tidak langsung ke kantornya besok pagi , ini kan weekend?" Tanya Robert kembali.
"Maaf tapi saya harus bertemu dengan Tuan Pram dan lagi pula siapa anda? apa anda Kepala Pelayan disini?" Ucap orang tersrbut dengan nada sombong.
Uhuk
Seorang pelayan langsung tersedak air liurnya saat sang Tuan Besar disebut kepala pelayan.
"Sini , kamu lama sekali membawa saya minuman" Ucapnya dengan nada membentak.
Robert di buat bingung dengan tingkah sombong wanita tersebut.
"memagnya siapa anda sampai berani membentak pelayan disini?" Ucap Robert
"Saya calon istri dari Tuan Pram" Jawab Wanita tersebut dengan sombongnya.
Wulan kaget dengan seseorang yang mengaku calon istri dari Putranya , begitupun dengan Pram dan Kinan yang baru saja turun.
"Siapa anda yang berani mengatakan calon Istri dari suami saya" Ucap Kinan dengan lantangnya.
Lalu Robert dan Wanita tersebut berbalik dan melihat siapa yang berbicara.
"Sial"
__ADS_1
"Oh ternyata anda Nona BELA yang terhormat" Ucap Kinan dengan nada sedikit sinis.
"Sayang apakah wanita itu benar calon Istrimu? kalau kau akan menikah lagi silahkan saja , tetapi semua hartamu kan ada di tanganku" Ucap Kinan bergelayut manja pada Pram.
Sedangkan Robert , Wulan dan Pram mengikuti permainan Kinan.
"Bukankah kau tadi akan membahas masalah pekerjaan kenapa malah mengaku calon istri Pram" Ucap Robert santai.
"Ahh benarkah Daddy jadi dia hanya rekan bisnis Suami ku" Balas Kinan menekankan kata Suami
"Oh jadi kamu anak ketua pelayan ini ya" Ucap Bella dengan sinis.
"Apa kau bilang , ini itu suami ku , Daddy dari Pram dan Tuan Besar rumah ini" Ucap Wulan dengan teriak.
Bella terperanjat kaget saat suara Wulan yang menggema , bahkan lebih kaget lagi saat ia tahu bahwa orang di depannya adalah Tuan Besar Wicaksono
"Jangan mimpi kau akan menjadi menantu ku, menantuku hanya Kinan seorang" Ucap Wulan dengan tegas.
Wajah Bella sudah merah karena marah dan malu , ia hanya bisa mengepalkan tangannya saja.
"Maaf Tante tapi saya kesini hanya ingin membahas kontrak kerja sama dengan Tuan Pram" Ucap Bella dengan tenang.
"Apa kamu tidak tau bahwa hari ini adalah hari minggu, kenapa kamu datang kesini bahkan seluruh kerja sama dengan kamu sudah saya batalkan melalui Hendra" Balas Pram dengan dingin
"Kenapa anda memutuskannya dengan sebelah pihak" Tanya Bella dengan berusaha tenang.
"Apa kamu tuli hah , urusan kantor itu di kantor dan hari ini adalah libur jadi datanglah ke kantor besok dan temui Asisten saya , sekarang kau PERGI" Ucap Pram dengan teriak.
Riffa dan Loli yang sedang menonton tv pun langsung berlari karena kaget mendengar suara Daddy nya.
Bella langsung pergi dengan wajah merah karena menahan amarah.
__ADS_1
"Akan aku balas lihat saja kau" Batin Bella
***
Raffa juga turun dari kamarnya karena suara sang Daddy yang menggema.
"Dadd ada apa?" Tanya Twins R.
"Tak apa sayang, itu tadi ada seorang wanita yang sangat menyebalkan" Jawab Pram tersenyum.
"Huh kirain ada apaan , Iffa dan Loli langsung kesini" Ucap Riffa dengan wajah cemberut
"Yaudah sana kalian lanjut nontonnya lagi" Ucap Robert mengusap kepala Riffa.
Lalu Riffa membawa Loli ke halaman belakang untuk bermain disana.
Sedangkan Raffa berjalan mengikuti di belakangnya.
.
"Sabar Mas" Ucap Kinan lembut.
"Kalian harus hati-hati padanya" Ucap Robert serius.
"Iya Dadd , dia udah berapa kali mau menyakiti Kinan tetapi selalu gagal karena niatnya sudah aku ketahui" Jawab Pram memeluk Kinan dari samping.
"Kau harus menjaga Istri dan Anak mu dengan ketat Pram" Ucap Wulan dengan khawatir.
"Iya Mom, Mom jangan khawatir ya" Jawab Pram meyakinkan mereka.
.
__ADS_1
.