
Ardian dan Pram sampai di bangunan yang terdapat beberapa penjaga disana.
Hendra sedari tadi sudah menunggu kedatangan Tuan nya tersebut.
"Mari Tuan" Ucap Hendra.
Lalu mereka masuk ke dalam. Semua anak buah nya menunduk hormat saat melihat Pram masuk.
Pram, Ardian dan Hendra masuk ke ruangan dimana disana ada Bella yang sedang berteriak.
"Tuan" Sapa anak buah nya.
Pram duduk di kursi yang sudah anak buah nya sediakan disana. Pram melihat Bella yang sangat kacau.
"Pram lepaskan aku, aku akan menjadi istri mu kan Pram" Teriak Bella
"Cih. Bersiaplah aku akan mengirimmu ke Neraka wanita sialan" Ucap Pram geram.
"Bawakan aku peralatan medis" Perintah Pram pada anak buah ny.
Lalu 2 orang membawa kotak yang penuh dengan beda tajam. Pram tersenyum lalu ia mengambil pisau kecil yang ujungnya sudah berkarat.
Pram langsung menghampiri Bella dengan senyum devils nya.
"Aku akan melukis di wajah mulus mu ini" Ucap Pram dengan tersenyum. Lalu Pram menggores pipi mulus Bella.
"Aaarrgghhh sakit" Teriak Bella dengan meringis.
Seolah tuli , Pram terus menyayat wajah mulus Bella. Setelah puas di wajah lalu Pram mengambil tang dan mencabut paksa kuku tangan Bella.
__ADS_1
Mereka yang ada disana hanya biasa saja karena itu sudah biasa bagi mereka yang selalu melihat Pram mengeksekusi para pengkhianat.
"Aaaaahhh aku mohon hentikan, sa sakit" Ucap Bella dengan menangis.
"Aku tidak akan berhenti sebelum kau juga ikut bersama anakku yang tak bersalah" Balas Pram dingin.
Lalu Ardian bangkit dan mendekat dengan membawa air yang sudah di kasih garam. Seolah tak punya rasa kasihan Ardian langsung menyiram ke arah wajah dan tangan Bella yang sedang mengeluarkan darah.
Ardian dan Pram tersenyum puas saat melihat Bella yang teriak kesakitan.
"Bunuh saja aku hahhhhhh" Ucap Bella pasrah.
Lalu Pram menyuruh anak buahnya memanggil 5 orang Preman yang bertubuh besar. Hendra yang tau apa yang akan di lakukan sang Tuan hanya bisa tersenyum tipis melihat penderitaan wanita cantik itu.
Hampir 20 menit menunggu , datanglah Preman tersebut dengan wajah takut karena berhadapan dengan Pram.
"Hend, suntikan obat itu pada wanita itu" Ucap Pram santai.
Setelah Hendra menyuntikan obat tersebut , mereka menunggu beberapa menit agar obat nya bereaksi.
"Kalian jangan takut , aku akan memberi kalian pekerjaan" Ucap Pram menyerangi
Para Preman tersebut hanya saling menatap dengan bingung.
Tak lama kemudian obat tersebut bereaksi di tubuh Bella. Lalu Pram mengisyaratkan pada Hendra agar membuka ikatannya.
"Kalian ber 5 puaskan wanita itu" Ucap Pram dengan santai. Lalu Hendra dan Ardian mengikuti Pram pergi keluar.
Setelah memberi perintah pada anak buahnya , Pram dan Ardian kembali ke Rumah sakit sedangkan Hendra kembali ke kantor.
__ADS_1
**
"Oh iya tadi di ruangan sebelah aku lihat kayak ada tahanan?" Tanya Ardian penasaran saat mereka di dalam mobil.
"Hmmm ya mereka adalah Keluarga Saputra , keluarga Kinan yang sudah membunuh Adikku" Balas Pram menghela nafas.
"Apaaa, kenapa tidak bilang padaku , mungkin akan ku penggal kepala mereka" Ucap Ardian emosi.
"Tenanglah, kita harus bicarakan terlebih dahulu pada Kinan , aku takut dia masih ingin bertemu dengan mereka" Balas Pram santai.
"Hahh kau benar, Kinan pasti tidak akan tega pada mereka" Tebak Ardian menghela nafas.
"Ya begitulah dia , dia itu bagaikan malaikat yang sangat sempurna" Balas Pram tersenyum saat mengingat Kinan.
Ardian hanya terkekeh melihat wajah Pram yang berseri saat berbicara tentang Kinan.
***
Sudah hampir 3 jam Kinan menunggu Pram tetapi ia sama sekali belum kembali.
Ceklek.
"Sayang, maaf lama" Ucap Pram setelah masuk ke ruangan Kinan yang di ikuti Ardian dari belakang.
"Tidak apa Mas, apa Mas kembali dulu ke Rumah?" Tanya Kinan saat melihat suami nya yang sudah berganti pakaian.
"Iya, Mas pulang dulu karena gerah jadinya mandi dulu" Jawab Pram lembut.
.
__ADS_1
.
.