Suami Kejamku Bucin

Suami Kejamku Bucin
61


__ADS_3

Setelah selesai makan siang , mereka memutuskan untuk bermain ke Pantai yang masih di Kota tersebut.


Dengan antusias Twins menyiapkan baju dan segala macam snack untuk disana. Sekarang Riffa terlihat sangat cantik dengan Gamis dan Kerudung yang sangat indah. Kinan dan Pram tak pernah memaksa Putri nya untuk memakai pakaian tertutup tetapi itu murni keinginannya.


Twins sudah siap bahkan sudah rapi, ya bisa di bilang umur masih kecil tapi mereka sangat cerdas jadi mereka gampang tanggap.


"Lets Go" Teriak Pram dengan semangat.


"Go Go" Balas Twins dengan tak kalah semangatnya.


Pram menggunakan mobil yang muat untuk menampung keluarganya semua agar tidak terpisah. Di belakangnya ada beberapa anak buah yang mengikutinya.


Hendra melajukan mobil dengan kecepatan sedang. Di sisi nya duduk Pram dengan Riffa.


Dengan penuh antusias Riffa menceritakan semua yang ia alami saat tak ada Kinan dan Pram.


Pram mendengarkan sambil tertawa kecil karena saking gemasnya pada sang Putri. Raffa hanya duduk bersandar kepada sang Mommy yang sedang mendengarkan cerita sang Adik.


Setelah selama 1 jam menempuh perjalanan akhirnya Keluarga Pram sampai juga di Pantai. Mereka keluar dari dalam mobil.


Riffa dengan antusias cepat berlari ke arah Pantai di ikuti salah satu Boddyguard. Pram membantu membawa beberapa barang bawaannya.


"Riffa jangan jauh dari Daddy dan Mommy" Teriak Raffa dengan kesal. Lalu ia mengejar sang Adik dengan dua orang Boddyguard nya.


Kinan , Nata dan Wulan menggelar tikar di bawah pohon yang cukup rindang. Sedangkan Pram ia memilih menemani sang Twins bermain di Pantai.

__ADS_1


***


Hendra memilih bermain dengan Hp nya dan ikut mengawasi kedua anak Tuan nya.


Akhir-akhir ini Hendra sering berbalas chat dengan Rani setelah kejadian saat dia meminta Rani menemani kedua anak Tuan nya.


Saat ini Hendra sedang berbalas chat hingga tak sadar ia tersenyum yang sangat jarang di tampilkan pada siapapun.


Kinan yang melihatnya pun heran.


"Kenapa kau senyum-senyum begitu, Hend" Tanya Kinan


"Eh tidak, Nona" Jawab Hendra dengan menunduk.


"Ah apa kau sedang berbalas Chat dengan kekasihmu" Goda Kinan tertawa.


"Ti tidak Nyonya" Jawab Hendra gelagapan. Pasalnya kedua Tuan Besar sedang menatapnya dengan menyelidik.


"Kalau pun sudah juga tidak apa, Hend. Nanti biar kita lamar langsung" Ucap Robert dengan tersenyum.


Hendra sudah tidak bisa berkata-kata lagi, ia sangat terpojok saat mereka terus menggoda nya.


Terlihat Pram dan Twins berjalan mendekat ke arah nya.


"Kenapa kau tertawa sayang?" Tanya Pram heran.

__ADS_1


"Lihatlah Hendra sudah punya pacar, Dad" Jawab Kinan tertawa kecil.


"Memang iya, Mom. Yang waktu itu menemani Aku dan Abang bermain di Mall ya kan, Om" Ceplos Riffa dengan santai.


"Iya, Mom. Tante nya cantik , baik lagi. Tapi Om Hendra nya malu-malu" Timpal Raffa dengan polos.


Hendra semakin terpojok saat laporan kedua anak Tuannya. Dia menelan sliva saat Pram menatapnya.


"Di dia Rani, Bos" Ucap Hendra pasrah.


"Apa kalian pacaran?" Tanya Pram


"Ti tidak Bos" Jawab Hendra cepat.


"Kalau pun iya, dari pada pacaran mending langsung nikahin saja" Ceplos Pram terkekeh.


Hendra semakin dibuat terpojok oleh kelakuan keluarga Tuan nya tersebut.


Mereka tersenyum saat melihat wajah Hendra yang menunduk malu saat mereka memojokannya.


Tak lama kemudian Hp Hendra berdering ada yang memanggil. Pram langsung merebut dan melihat siapa yang menelpon Asistennya tersebut.


"Nih anaknya nelpon" Ucap Pram tersenyum.


Hendra langsung berjalan menjauh dari mereka lalu mengangkat telepon dari Rani. Sontak Pram dan yang lainnya tertawa.

__ADS_1


.


.


__ADS_2