Suami Kejamku Bucin

Suami Kejamku Bucin
66


__ADS_3

Pram menghampiri Hendra yang sudah selesai makan malam.


"Tumben pulang kesini?" Celetuk Pram mengagetkan Hendra.


"Kaget gue" Gerutu Hendra.


Lalu mereka berjalan ke ruang keluarga dan duduk disana.


"Hend, bagaimana Bella dan Keluarga saputra?" Tanya Pram


"Sudah beres semua. Mereka sudah di kuburkan di belakang markas" Jawab Hendra bangga.


"Bagussss" Ucap Pram.


"Bagaimana keluarga, Bella?" Tanya nya


"Hemm mereka sudah bergerak, bahkan mereka sudah membebaskan Baron" Jawab Hendra.


"Kau suruh seseorang terus memantau mereka" Titah Pram dengan tegas.


"Hemmm sudah" Balas Hendra.


"Besok , ada yang mau gue omongin ke Om dan Tante" Ucap Hendra tersenyum


"Apa nih?" Tanya Pram kepo


"Besok saja" Seleneh Hendra lalu pergi ke kamar yang biasa dia jika menginap.


Pram masuk ke dalam kamar dengan perasaan kesalnya.


Ceklek.


Pram masuk dan langsung merebahkan tubuhnya di sisi Kinan. Pram langsung memeluk tubuh polos istrinya. Mereka langsung bertempur kembali setelah makan malam.


Pram ingin Kinan kembali hamil, karena ia ingin merasakan menjadi suami siaga di saat sang istri hamil.


"Kenapa kau bangun kembali sih, Boy" Rutuk Pram saat juniornya bangun kembali saat memeluk Kinan.


Tetapi Pram tidak ingin membuat lelah istrinya jadi ia menekan hasratnya.


***


Pagi Hari.

__ADS_1


Kinan bangun lebih awal dan langsung membersihkan diri ke kamar mandi.


Sedangkan di bawah, Mommy dan Bunda nya sudah berada di dapur. Mereka akan memasak makanan rumahan.


Seseorang berjalan ke arah dapur dengan gontai.


"Mommm" Panggil Hendra pada Wulan.


"Loh , kapan kamu kesini, Hend?" Tanya Wulan heran.


"Semalam, Mom nanti setelah sarapan ada yang ingin aku bicarakan" Ucap Hendra.


"Bi, tolong buatkan kopi ya" Pinta Hendra pada pelayan


"Baik, Tuan" Jawab pelayan


"Ada apa, Nak?" Tanya Robert yang baru saja tiba di ruang makan.


"Nanti saja setelah sarapan, Dadd" Jawab Hendra.


Ya begitulah Hendra , dia akan memanggil Mom dan Dad jika di Mansion. Tetapi jika di luar Mansioan ia akan memanggil Tuan dan Nyonya.


Terlihat Kinan turun dengan menggandeng sang Putri. Dan Pram menggandeng sang Putra.


"Dia tidak punya istri , sayang. Jadi numpang makan disini" Jawab Pram dengan terkekeh.


"Makannya Om cepat nikah" Ucap Raffa.


Hendra hanya mendengus saja melihat ke jahilan anak dan Ayah.


"Awas aja kalau besok Om nikah, kalian jangan kaget" Kesal Hendra.


"Sudah , sudah makan dulu" Tegur Robert.


Mereka mengangguk dan memulai sarapannya. Seperti biasa Kinan mengambilkan makanan untuk Pram. Tetapi Twins mereka tidak ingin di ambilkan mereka akan mengambil sendiri karena ingin mandiri.


Setelah selesai sarapan mereka berkumpul dahulu di ruang keluarga sebelum pergi beraktivitas.


"Hemm begini, Mom dan Daddy. Malam minggu besok aku ingin Mom dan Daddy melamar Rani untukku" Ucap Hendra tersenyum.


"Woahhh kau akan menikah, Hend" Kekeh Pram langsung di cubit oleh Kinan.


Hendra mendengus melihat Pram yang meledeknya.

__ADS_1


"Apakah serius, Nak?" Tanya Robert


"Iya, Dadd. Dan aku ingin Mommy dan Tante nanti belanja untuk di bawa ke Rumah Rani. Tapi" Jawab Hendra.


"Tapi kenapa?" Heran Betrand


"Jangan bilang Om gak punya duit" Tebak Riffa dengan polosnya. Sontak Pram langsung terbahak mendengar celetukan Putrinya.


"Gak anak gak Ayah. Edan" Kesal Hendra lalu mencebik.


HAHHAHA


Riffa dan Pram tertawa melihat wajah masam Hendra. Tapi mereka langsung berhenti melihat mata tajam Kinan.


"Tapi keluarga Rani hanya keluarga biasa saja. Bahkan Orangtua nya hanya petani. Mereka tidak bisa menjamu kalian dengan layak" Ungkap Hendra gugup. Ia takut bahwa Orangtua angkatnya tidak menyetujui.


"Heh kau kira apa" Cebik Pram.


"Kita tidak melihat statusna, Nak. Tidak papa asalkan kalian bahagia" Jawab Robert tersenyum.


"Iya, Nak. Mom juga tidak akan melarang bahkan Mom akan mendukung. Rani itu anak yang baik" Ucap Wulan saat Hendra menatap Wulan dengan penuh arti.


"Terimakasih" Balas Hendra senang.


"Sudah ayo sekarang kalian berangkatlah" Perintah Ibu Suri Kinan dengan tegas.


"Oke" Jawab Twins dan Pram.


"Nanti jam makan siang aku akan menjemput Rani untuk belanja bersama para ladies" Ucap Kinan tersenyum


"Sayang" Rengek Pram.


"No, kamu tidak boleh ikut" Larang Kinan dengan tegas.


"Tidak ada bantahan" Ucapnya kembali saat Pram akan menjawab.


Pram mengangguk dengan pasrah. Lalu ia berjalan dengan gontai keluar Mansion. Sedangkan Hendra dan Twins sudah di dalam mobil sedang tertawa melihat Daddy Twins di marahi.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2