
Waktu begitu terasa sangat cepat tak terasa usia kandungan Kinan sudah 4 bulan bahkan perut nya sudah terlihat membuncit.
Saat ini Pram sedang mengantarkan Twins R untuk berlibur ke Negara P ke Rumah Nenek dan Om nya.
Sedangkan Kinan ia sedang bersantai dengan sang mertua di Mall. Karena merasa bosan akhirnya Kinan mengajak mertua nya ke Mall , sedangkan Hendra sedang menjemput Pram di Bandara.
Saat menuju ke Foodcourt Kinan dan Wulan di ikuti seseorang di belakangnya.
"Mom mau pesan apa sebelum kita belanja" Ucap Kinan menggandeng tangan Mertua nya.
"Samakan saja, Nak" Jawab Wulan lembut.
Lalu mereka makan terlebih dahulu sebelum belanja. Setelah selesai Kinan dan Wulan langsung ke toko Tas.
Mereka akan membeli Tas yang keluaran terbaru dengan harga pantastis.
Seolah lupa dengan waktu , Kinan dan mertua nya berbelanja lumayan banyak , mereka belanja hampir 1 jam lebih.
Setelah selesai belanja , Kinan mengajak mertua nya untuk pulang , karena hari sudah siang.
Saat Kinan akan masuk ke dalam mobil dari arah belakang ada yang mengbungkam mulutnya dengan kain. sedangkan mertua nya sedang memasukan barang ke dalam bagasi karena mereka pergi tidak dengan sopir.
"Kinannnnnnn" Teriak Mom Wulan saat melihat menantunya di gendong oleh seseorang yang ia yakini adalah penculik.
Wulan segera berlari ke arah mobil yang membawa Kinan tetapi ia telat karena mobil tersebut sudah lebih dulu melaju dengan kencang.
Lalu Wulan langsunng menelpon Pram dan Hendra.
"Pram Kinann Prammmmmm" Ucap Wulan dengan terisak.
"...."
"Ya Mommy akan kirimkan lokasi nya" Balas Wulan. Lalu ia segera mengirim lokasi nya kepada Pram.
__ADS_1
Tak lama kemudian Pram datang dengan tergesa.
"Mom dimana Kinan?" Tanya Pram dengan panik.
"Kinan di culik Pram , saat Mommy sedang menyimpan belanjaan di bagasi mobil. Mommy melihat istrimu di bawa ke arah sana.
Tanpa di minta Hendra langsung menelpon anak buah nya untuk mencari keberadaan Kinan.
Lalu Pram menyuruh salah satu anak buah nya untuk mengantar pulang sang Mommy. Sedangkan Pram dan Hendra langsung ke markas.
**
Saat ini Kinan sedang duduk di kursi dengan tangan dan kaki nya terikat.
Terlihat disana Bella dan anak buah nya sedang duduk santai menunggu Kinan sadar.
"Aku akan melenyapkan kau dan anak kau hari ini" Ucap Bella dengan tersenyum cerah.
Eungghhh. Lenguh Kinan lalu tak lama kemudian Kinan membuka mata nya dengan perlahan.
Kinan hanya diam setenang mungkin , karena ia tak ingin menunjukan ketakutannya di hadapan Bella.
"Kenapa kau yakin sekali Nona Bella" Balas Kinan santai.
Bella langsung berdiri saat melihat reaksi Kinan yang sangat santai. Lalu ia langsung menyambar kerudung Kinan dan membuka nya secara kasar.
Plak
Plak
Bella menampar Kinan dengan kuat bahkan sampai mengeluarkan darah dari sudut bibirnya.
"Kalian , buka tali nya" Ucap Bella
__ADS_1
Kinan hanya diam saja, sesungguhnya ia juga takut saat melihat Bella dengan wajah penuh ke marahan.
Mungkin jika Kinan tidak hamil ia sudah bisa melawannya.
Setelah anak buah Bella membuka tali di tangan dan kaki Kinan lalu Bella mengambil kayu yang ada disana.
Bugh , Bugh.
"Ahhh aku mohon jangan, jangan pukul anakku" Ucap Kinan memeluk perutnya.
Lalu Kinan memunggungi Bella agar perut nya tidak terkena kayu tersebut.
Setelah puas dengan kayu, Bella menyuruh anak buahnya membuka tali pinggangnya. Tanpa takut Bella langsung mencambuk Kinan dengan brutal.
"Bella aku mohon jangan, jangan sakiti anakku , Hiks hiks" Ucap Kinan dengan terisak.
"Cepat pegangi tangannya" Ucap Bella pada anak buahnya.
"Jangan jangan aku mohon" Ucap Kinan saat tangannya di pegang paksa.
Cetar , Cetarr , Bughh
Bella mencambuk Kinan dengan kuat sampai yang terakhir Bella menendang perut Kinan hingga Kinan mengerang sakit.
"Ahhhhhh sakit" Teriak Kinan dengan air mata yang sudah banjir di pipi nya bahkan darah segar sudah mengalir di paha nya.
"Hiks Hiks aku mohon tolong aku tolong anakku" Ucap Kinan menangis kesakitan.
Brakkkkk.
.
.
__ADS_1
.