Suami Kejamku Bucin

Suami Kejamku Bucin
40


__ADS_3

Pagi hari nya biasa Riffa selalu bikin suasa hidup , ia dengan segala tingkah laku nya dan celotehannya yang riang yang mampu membuat semua orang tersenyum.


Sedangkan sang Abang yang dingin , cuek itu sama saja seperti Daddy nya hanya bisa tersenyum tipis.


Tak terasa 2 tahun sudah berlalu , mereka lalui dengan kebahagian yang tak terhingga.


Hingga hari ini Twins R sudah memasuki sekolah dasar , mereka tumbuh dengan baik, cerdas bahkan masalah beladiri pun mereka sudah menguasai nya.


"Mommy" Panggil Riffa


"Mom masih tidur sayang" Jawab Pram yang baru saja turun.


"Loh kok tidur sih, terus bekal Iffa , Abang dan Loli mana?" Tanya Riffa dengan cemberut.


"Mommy sedang sakit Nak, jadi itu Nenek sudah siapkan bekal nya" Ucap Wulan menimpali


"Apaa sakit" Teriak Twins R


Lalu mereka berlari ke arah kamar Kinan dan langsung masuk.


"Mom" Lirih Riffa


Raffa menghampiri sang Mommy yang sedang tertidur pulas dengan wajah pucatnya.


Riffa bahkan sudah berkaca-kaca melihat sang Mommy.


"Bang , apa kita gak usah sekolah aja ya?" Tanya Riffa dengan pelan.


"Gapapa kita sekolah saja , kalau Mommy tau kita gak sekolah dia bisa marah loh" Jawab Raffa dengan berbisik.


"Yaudah ayo kita berangkat, nanti kita temani Mommy kalau sudah pulang" Ajak Raffa dengan menggandeng tangan adiknya.


Tetapi Riffa masih berdiri dengan menggeleng kepala nya , bahkan air mata nya sudah menetes.


Pram masuk untuk memanggil anak-anak nya.


"Loh kenapa princess Daddy menangis?" Tanya Pram lembut.

__ADS_1


"Iffa gak ma mau sekolah Dadd, Iffa mau nemenin Mom Mommy" Jawab Riffa terbata.


"Yaudah gapapa , biar Abang aja ya yang sekolah , Iffa disini dengan Nenek" Ucap Pram tersenyum lembut.


Riffa menggangguk dan langsung merebahkan tubuh nya di samping sang Mommy.


"Ayo Bang" Ajak Pram


"Ayo Dadd, Dek jaga Mommy ya" Ucap Raffa menatap Adiknya.


Setelah mendapat anggukan dari Riffa , Raffa dan Pram langsung keluar dari kamar Kinan.


Mereka turun dengan tak bersemangat.


"Loh mana Riffa, Nak?" Tanya Wulan saat tak melihat Riffa


"Riffa gak mau sekolah Nek , katanya mau jagain Mommy" Jawab Raffa


"Momm titip Kinan dan Putri ku ya , aku akan cepat kembali kok" Ucap Pram


"Iya Nak pergilah , Mom akan menjaga mereka" Balas Wulan tersenyum


Pram pergi mengantar Raffa terlebih dahulu.


"Son, bagaimana kehidupan Loli sekarang?" Tanya Pram pasalnya panti tempatnya sudah sangat tua bahkan hampir mau roboh.


"Hemm kasihan Dadd, seperti panti akan gulung tikar karena Ibu panti nya sudah meninggal dan tempatnya akan di buat Mall" Jawab Raffa tenang.


"Nanti Daddy jemput lagi ya dan ajak juga Loli" Ucap Pram saat mereka sudah sampai di halaman sekolah.


"Baik Dadd, Hati-hati" Balas Raffa lalu menyalami Pram.


Setelah Pram pergi Raffa lalu masuk ke kelas dan duduk di sebelah Loli yang sedang murung.


"Kenapa?" Tanya Raffa


"Semua adik dan Kakak panti sudah pada ada yang adopsi bahkan mereka akan pergi hari ini, tinggal aku saja yang masih disana sedangkan tempatnya akan mereka rubuh kan" Jawab Loli dengan air mata yang menetes.

__ADS_1


Raffa dengan refleks nya mengusap air mata Loli di pipi nya.


"Jangan menangis , nanti habis sekolah kita ke panti dan kamu bereskan barang-barangmu ya , kita ke Rumah aku" Ucap Raffa tersenyum.


"Hah" Kaget Loli


Baru saja Loli akan berbicara tetapi guru sudah masuk dan mereka belajar dengan konsen.


.


*


Sedangkan Riffa masih berbaring dengan memeluk sang Mommy di ranjang.


Ceklek


"Iffa ganti baju dulu sana Nak" Ucap Wulan masuk membawa bubur untuk Kinan.


"Tapi nanti Mommy sama siapa, Nek" Tanya Riffa dengan gemas.


"Kan ada Nenek sayang" Balas Wulan tersenyum


"Baiklah" Ucap Riffa lalu beranjak pergi ke kamar nya sendiri.


Wulan meletakan nampan berisi bubur di nakas dekat ranjang Kinan.


"Kinan sayang" Ucap Wulan mengusap pipi Kinan lembut.


"Hmmmm" Gumam Kinan membuka kelopak mata nya.


"Ehh iya Mom" Ucap Kinan saat melihat sang mertua ada disana.


"Makan dulu ya , sebelum nanti dokter nya datang" Ucap Wulan dengan lembut.


"Ahh pusing" Gumam Kinan saat akan bangun dari tidurnya.


"Tiduran saja Nak , biar Mommy suapi" Ucap Wulan

__ADS_1


"Terimakasih Mom, maaf ya merepotkan" Balas Kinan tak enak.


__ADS_2