
"Sayangggggg" Teriak Pram kaget saat melihat tubuh istrinya yang sudah lemah tak berdaya di atas kursi.
Dengan refleks anak buah Bella langsung melepaskan tangan Kinan hingga tubuh Kinan terjerembab jatuh ke bawah.
"Arrrgggghhh sakit" Teriak Kinan histeris saat perut nya mengenai lantai.
Anak buah Pram langsung menangkap Bella serta anak buah nya.
"Lihatlah anak dan istrimu akan mati Pram , aku akan membunuhnya hahaha" Ucap Bella saat di bawa pergi oleh anak buah Pram.
Pram langsung menggendong Kinan yang sudah bersimpah dengan darah.
"Hend ayo cepat ke Rumah sakit" Ucap Pram panik.
Tanpa menjawab Hendra langsung melajukan mobil nya dengan kencang ke Rumah sakit terdekat.
Pram terus memeluk tubuh Kinan yang sudah tak sadarkan diri.
"Aku mohon, bertahanlah sayang" Ucap Pram dengan terisak.
Pram terus memeluk Kinan dengan air mata yang sudah banjir di pipi nya.
Tak lama kemudian mereka sampai di depan Rumah sakit. Pram menggendong Kinan masuk dengan tergesa-gesa.
"Dok tolong" Teriak Hendra. Lalu seorang perawat membawa brangkar dan menyuruh Pram meletakan Kinan di sana.
2 orang dokter masuk dengan tergesa untuk menangani seorang Nona Muda Wicaksono.
Pram dan Hendra menunggu di depan ruangan tersebut dengan cemas bahkan Pram tak duduk sama sekali dia hanya mondar-mandir dengan gelisah.
"Tuan saya akan membeli pakaian ganti untuk anda terlebih dahulu" Ucap Hendra hanya di balas anggukan oleh Pram.
__ADS_1
Tak lama Hp Pram berbunyi dan sang Mommy yang menelpon.
"Halo Mom" Ucap Pram dengan serak.
"....."
"Datanglah ke Rumah sakit X , Kinan sedang di tangani" Balas Pram terisak.
Lalu Pram menghubungi Ardian tentang kondisi Kinan , ia berpesan agar Twins R jangan sampai tahu keadaan Mommy nya.
Pram berdiri dengan gelisah , ia terus berkomat-kamit berdoa agar Kinan dan anak nya selamat.
Ceklek.
Pintu ruangan UGD terbuka dan keluarlah Dokter dengan wajah lelah nya.
"Dok bagaimana keadaan anak dan istri saya?" Tanya Pram khawatir.
"Dok bagaimana menantu saya?" Tanya Wulan dengan panik.
"Nona saat ini sudah melewati masa kritis nya , tetapi maaf anak yang di kandungnya tidak dapat saya selamatkan karena benturan cukup keras" Jawab Dokter dengan wajah penuh sesal nya.
"Apa Dok , tidak selamat?" Ucap Pram memastikan.
Dokter hanya mengangguk. Pram langsung menonjok dinding di depan nya dengan keras.
"Argghhh bagaimana aku menjelaskan pada Kinan , bahkan dia sangat antusias menyambut anak ke tiga kami" Ucap Pram terisak.
Wulan langsung memeluk Pram untuk menenangkan nya.
"Tenanglah Nak, jika kau begini siapa yang akan menguatkan Kinan" Ucap Wulan lembut.
__ADS_1
"Tapi Mom, aku gagal menjaga Kinan dan Calon anakku , Hiks hiks" Balas Pram memeluk balik Wulan.
"Saya permisi dulu Tuan, Nyonya. Nanti pasien akan di pindahkan" Ucap Dokter sebelum pergi dari sana.
"Terimakasih Dok" Ucap Robert tersenyum.
Lalu Robert mendekati Pram dan menepuk pundaknya pelan.
"Kuatlah agar kau bisa menguatkan istrimu nanti" Ucap Robert tersenyum lembut.
"Tuan Muda gantilah dulu baju anda sebelum menjenguk Nona di ruangannya" Ucap Hendra.
Lalu Pram mengambil paperbag yang ada di tangan Hendra dan berlalu ke arah toilet.
***
Sedangkan di markas Bella selalu berteriak histeris ingin keluar dari sana.
"Kalian, lepaskan aku karena aku akan menjadi Nyonya kalian setelah wanita sialan itu mati" Ucap Bella dengan teriak.
Para penjaga dan anak buah Pram hanya terkekeh melihat kelakuan Bella yang sangat percaya diri.
"Jangan percaya diri Nona , mungkin saat ini malaikat maut mu sedang berjalan ke arah anda" Jawab anak buah Pram dengan terkekeh.
"Aku tidak akan mati , nanti Pram akan kesini untuk membebaskan aku" Ucap Bella dengan tersenyum.
Sontak semua anak buah Pram langsung tertawa saat mendengar ucapan Bella yang sangat menggelikan telinga.
.
.
__ADS_1