Suami Kejamku Bucin

Suami Kejamku Bucin
50


__ADS_3

Lalu Ardian dan Luci berpamitan pulang ke Mansion karena anak-anak tidak baik terlalu lama di Rumah sakit.


"Mas?" Panggil Kinan lembut.


"Maaf, Mas hanya memberinya pelajaran sayang" Balas Pram saat melihat tatapan Kinan.


"Oh iya Bunda dan Ayah sudah makan?" Tanya Pram tersenyum.


"Belum Nak, ini kami akan makan dulu ke bawah , kalian mau titip?" Tanya Nata kembali.


"Tidak Bun, Pram nanti akan menyuruh Hendra membawa nya sekalian dia akan mengambil berkas kesini" Jawab Pram tersenyum.


"Baiklah , kami ke bawah dulu ya" Pamit Betrand lalu mereka berlalu keluar ruangan.


Pram duduk di ranjang dengan Kinan. Kinan langsung memeluk Pram dengan sayang.


"Mas kapan pulangnya dari sini? Aku bosen" Tanya Kinan dengan mengkrucutkan bibirnya.


Karena gemas Pram mencium bibir Kinan dan ********** sebentar.


"Ishh Mas" Ucap Kinan kesal.


"Maaf Mas sangat gemas saat melihat wajahmu yang cantik" Balas Pram terkekeh.


"Nanti kita tanyakan pada Dokter ya" Ucap Pram mengelus lembut kepala Kinan.


Kinan memejamkan mata menikmati kehangatan dan kenyamanan di pelukan suaminya. Hingga ia tak sadar ia tertidur di pelukan Pram.


Pram merebahkan tubuh Kinan di ranjang dengan hati-hati. Lalu ia beralih duduk di sofa sambil menunggu Hendra.


***


Di Kantor.


Hendra sedang melihat laporan ke uangan yang di kirim oleh Melinda barusan. Bahakn Melinda masih tetap disana dengan sekertaris Pram.


"Ini ada janggal , kamu cukup ikuti perintah Baron saja sisanya saya yang akan mengurus" Ucap Hendra dengan tenang.

__ADS_1


"Ba baik Pak" Balas Melinda.


"Kamu boleh keluar" Ucap Hendra.


Setelah Melinda keluar Hendra menatap Rani dengan tajam.


"Apa" Ucapnya ketus.


"Jaga kantor, aku akan mengantarkan beberapa berkas pada Tuan ke Rumah sakit" Balas Hendra.


"Hmm baiklah" Ucap Rani.


Lalu Hendra langsung pergi dari sana dengan wajah lelah dan kurang istirahatnya.


***


Malam Hari.


Di ruangan Kinan hanya ada Bunda , Ayah dan Pram saja sedangkan yang lainnya sudah pulang, mereka akan bergantian menjaga Kinan.


Mereka mengobrol dengan hangat bahkan Kinan sangat bahagia melihat ke dekatan suami dan orangtua nya.


"Maaf Tuan, kami harus memeriksa Nyonya kembali" Ucap Dokter dengan ramah.


"Silahkan Dok" Balas Pram


Dokter tersebut memeriksa Kinan dengan kesuluruhan. Setelah selesai ia tersenyum karena semua baik-baik saja.


"Semua sudah membaik , besok pagi sudah bisa pulang ya Nyonya dan jangan lupa mengkomsumsi KB dulu ya" Ucap Dokter menjelaskan.


"Terimakasih Dok" Balas Kinan tersenyum.


Lalu sang Dokter pun berpamitan untuk keluar karena tugasnya sudah selesai.


"Bunda yakin kamu pasti akan cepat pulih, Nak" Ucap Nata memeluk Putrinya.


"Iya, Bun. Karena aku memiliki kalian yang sangat menyayangiku" Balas Kinan tersenyum.

__ADS_1


Pram dan Betrand memilih duduk di sofa dan membiarkan para wanita bergosip ria.


Betrand membahas seputaran bisnis dengan Pram , meskipun sudah pensiun tetapi Betrand tetap handal dalam berbisnis sampai membuat Pram begitu takjub pada Ayah mertuanya.


Mereka mengobrol hampir larut malam.


"Bun, tidurnya di ranjang itu bersama Ayah" Ucap Pram menunjuk sang Ayah mertua yang sudah tidur.


"Baiklah, Nak" Balas Nata lembut.


Lalu Pram tidur di sisi Kinan dan memeluknya dengan posesif.


***


Sedangkan di markas para Preman merasa puas karena mendapatkan wanita yang secantik Bella dengan kulit mulus dan halus.


Mereka ber5 serasa di beri jackpot dengan kelakuan nakal Bella yang telah di beri suntikan tadi oleh Hendra.


Anak buah Pram hanya menggeleng kepala saat melihat wajah puas Preman tersebut.


Lalu mereka dengan cepat memakaikan baju pada tubuh Bella dan membersihkan tempat tersebut karena bau anyir yang sangat menjijikan.


"Heh kau kelihatan begitu puas ya dengan 5 orang lelaki" Ucap anak buah Pram terkekeh.


"Diam kalian, aku akan membalas perbuatan kalian" Balas Bella dengan nafas ngos ngosan.


"Mimpi kau , mungkin besok kau tinggal nama" Balas mereka dengan tertawa mengejek Bella.


Lalu mereka membiarkan Bella yang sudah terkulai di lantai tak beralas.


"Hei kalian aku minta minum" Teriak Bella dengan sekuat tenaga


"Apa kau kuarang puas minum s**** mereka ja*ang" Balas salah satu dari mereka.


"Sialan kalian" Ucap Bella dengan marah.


Lalu mereka menutup pintu nya dan mengunci dengan rapat.

__ADS_1


.


.


__ADS_2