
Selesai berpakaian dengan rapih, Loly dan Raffa langsung pergi dari Hotel menuju mansion. Tetapi sebelum ke mansion Raffa mengajak Loly makan siang dulu.
"Huhhh" keluh Loly saat sampai di mobil.
Raffa meringis melihat cara Loly berjalan, ia merasa bersalah.
"Maaf ya, sayang" ucap Raffa tak enak.
Loly menatap Raffa dengan senyum manis nya. Lalu ia meraih tangan Raffa dengan lembut.
"Tidak apa, mas. Ini kewajibanku , nanti juga sembuh kok" balas Loly dengan lembut.
Raffa mencium kening Loly lembut. Ia merasa beruntung karena memiliki istri yang sangat canti , baik dan lembut.
Raffa melajukan mobilnya ke Restoran yang sudah ia boxing tadi pagi. Raffa akan memberikan kejutan untuk istri nya tersebut.
Di sepanjang perjalanan Raffa terus menggenggam tangan Loly dengan lembut.
Setengah jam kemudian , Raffa membukakan pintu untuk sang istri. Loly menerima uluran tangan dari suaminya dengan tersenyum manis.
Raffa berjalan agak perlahan karena menyeimbangi jalan sang istri. Sesekali Loly meringis kesakitan.
"Tuan silahkan semuanya sudah siap" ucap seorang pelayan pria yang menghampiri mereka. Raffa di antarkan ke ruangan yang di pesannya.
"Silahkan, Tuan" ucap pelayan tersebut.
Raffa mengambil uang 2 lembar berwarna merah untuk memberikan tips pada pelayan tersebut.
"Hmmm, pergilah" ucap Raffa datar.
"Terimakasih, Tuan" balas pelayan tersebut dan menerima uangnya.
__ADS_1
Raffa menuntun Loly masuk dengan menutup mata Loly.
"Mas , kenapa sampai tutup segala sih" gerutu Loly.
"Kejutan kan sayang" balas Raffa terkekeh.
Setelah sampai di ruangan tersebut, Raffa membuka ikatan kain yang menutup mata Loly.
Ruangan VVIP itu dihiasa dengan banyak balon dan bunga. Ada meja dan makanan yang sudah di sediakan, serta banyak photo Loly saat sejak kecil hingga kemarin mereka menikah.
Lalu ia menatap Raffa dengan terharu.
"Terimakasih, mas" ucap Loly dengan mata berkaca-kaca.
"Apa kamu suka dengan kejutannya?" tanya Raffa tersenyum
"Ya aku sangat suka" balas Loly bahagia
Loly menerima bucket bunga dan memeluk Raffa dengan erat. Ia terisak karena terharu dan bahagia.
"Jangan menangis, sayang" ucap Raffa menangkup kedua pipi Loly lalu mencium nya.
"Ini air mata bahagia, mas" balas Loly tersenyum haru.
"Ayo makan siang dulu" ajak Raffa sambil membawa Loly duduk.
Mereka makan siang dengan penuh senyuman , bahkan Loly terus saja tersenyum karena merasa bahagia mendapatkan kejutan dari suaminya.
***
Di mansion pun sama, mereka semua sedang sibuk menyiapkan kejutan untuk Loly. Riffa , Queen dan Amel sangat antusias dengan mendekor ruang keluarga. Mereka bahkan sudah meletakan kue dan kado dari semua orang.
__ADS_1
Sedangkan para Bunda , Nenek dan Aunty sedang memasak untuk makan malam. Karena Raffa bilang ia akan sampai mungkin sore. Karena Raffa akan membawa Loly jalan-jalan dulu.
"Uhhh Mommy , bau nya sedap sekali" ucap Queen dengan tersenyum.
"Nanti makannya" tegur Kinan pada Putri bungsu nya.
Queen langsung cemberut bahkan menghentakan kaki dan pergi dari ruang makan.
"Ck, anak itu" gumam Kinan terkekeh.
Kinan kembali ke dapur dan membantu bikin Cake dan minuman. Sedangkan para lelaki sedang membantu Riffa , Queen dan Amel yang ssdang mendekor ruang keluarga.
"Wahh bagus sekali, Nak" puji Ardian dengan bangga.
"Iya dong, Kita" bangga Queen dan Amel.
"Ck , ngerocokin doang" cebik Riffa dengan kesal.
"Tidak boleh begitu, Kak" ucap Queen terkikik.
"Dasar"
Mereka lalu tertawa dan terlihat Luci membawa nampan makanan dan minuman. Lalu menyajikan di depan mereka.
"Terimakasih, Aunty" ucap Riffa lembut.
"Iya sayang" balas Luci mengusap kepala Riffa.
Mereka menikmati camilan dan minuman tersebut dengan di iringi tawa dan debatan-debatan kecil. Tetapi mereka tetap tertawa pada akbhirnya.
.
__ADS_1
.