Suami Kejamku Bucin

Suami Kejamku Bucin
70


__ADS_3

2 Minggu kemudian.


Hari ini pernikahan Hendra dan Rani yang di adakan di Hotel keluarga Pram.


Semua sudah bersiap bahkan penghulu pun sudah siap di depan Hendra. Ayah Rani langsung menjabat tangan Hendra dan mereka melakukan ijab qobul dengan khidmat.


"SAH"


Ucap para tamu undangan dengan bahagia.


Setelah acara akad , langsung ke acara resepsi pernikahan.


Rani berjalan dengan anggun di balut gaun yang sangat indah. Meskipun dia sempat menolak gaunnya karena terlalu mahal.


Kinan dan Pram serta keluarga lainnya tersenyum bahagia melihat kebahagian yang tercetak jelas di wajah Hendra.


Pram, Kinan dan Twins naik ke pelaminan untuk memberikan ucapan selamat pada mempelai.


"Selamat ya Hend, dan ini untuk kalian" ucap Pram tersenyum.


"Hendra , Rani selamat ya. Semoga kalian cepat dapat momongan" doa Kinan dengan tulus.


Rani tersenyum malu, ia tidak pernah menyangka bahwa kehidupannya akan berubah setelah mengenal Hendra.


Lalu Twins maju dengan membawa kado masing-masing.


"Om , Tante selamat yaaaa. Ini dari aku dan ini dari Abang" ucap Riffa dengan memberikan kado nya.


"Wahh terimakasih ya sayang" balas Rani dengan gemas.


Twins mengangguk dan turun menemui kedua Orangtuanya.


***


Malam Hari.


Entah ada angin apa Pram mengajak Kinan untuk menginap di Hotel yang sama dengan pengantin baru.


Kinan sudah menolaknya tetapi Pram dengan memelas membujuknya yang akhirnya Kinan luluh juga.


Pram keluar kamar mandi dengan hanya memakai handuk yang melilit di pinggangnya saja.

__ADS_1


Lalu ia memberikan handuk kecil pada Kinan agar mengeringkan rambutnya.


Dengan telaten Kinan mengeringkan rambutnya dan memberikan pijitan kecil di kepala Pram.


"Sudah" ucap Kinan tersenyum.


Tanpa aba-aba Pram langsung memeluk Kinan dan merebahkan tubuh istrinya di ranjang.


Dengan lembut Pram mencium bibir Kinan. Turun ke leher jenjangnya.


"Ahhhhhh mas" Desah Kinan saat tangan nakal Pram sudah bermain di dada nya.


Dengan lihai Pram melucuti pakaian yang berada di tubuh istrinya. Sambil ia terus bermain di dada favorit nya.


Seketika kamar Hotel tersebut penuh dengan desahan dan erangan dari dua manusia beda jenis itu.


Pram membuat Kinan menjerit keenakan di setiap hentakannya. Bahkan mereka entah berapa kali melakukannya.


***


Tak jauh beda dengan Tuan muda nya. Hendra juga sama sedang mereguk kenikmatan yang belum pernah ia rasakan.


Dengan susah payah bahkan sampai dua kali hentakan Hendra baru bisa menjebol gawangnya.


"Sabar ya , nanti juga tidak sakit" ucap Hendra lalu mencium bibir Rani lembut.


Hendra mulai menghentakan miliknya dengan agak cepat. Di kamar itu juga hanya terpenuhi oleh Desahan pengantin baru.


Bahkan Hendra melakukan berulang sampai Rani terkapar lelah.


Lalu mereka tertidur dengan pulas saling memeluk tanpa memakai pakaian terlebih dahulu.


***


Pagi ini Nata dan Betrand akan pulang ke Negara P. Karena sang menantu sedang mengalami ngidam yang agak parah.


Semalam Kinan dan Pram sudah berpesan agar tidak menunggunya karena takut mereka telat dan meminta maaf karena tidak bisa mengantarkan ke Bandara.


Twins dan Nenek , Kakek nya mengantarkan Nata dan Betrand ke Bandara.


"Oma, Opa salam untuk Abang Ander ya" ucap Raffa.

__ADS_1


"Iya sayang" balas Nata memeluk satu-satu cucu nya.


"Hati-hati ya , salam untuk Ardian dan Luci" ucap Wulan memeluk Nata.


"Aku titip anak dan cucu ku ya, Wulan" balas Nata.


Lalu mereka melepaskan pelukannya. Nata dan Betrand masuk ke pesawat pribadi keluarga Wicaksono.


"Dahhh" ucap Twins.


***


Siang hari nya Kinan dan Pram baru bangun setelah shalat tadi mereka tertidur kembali.


"Eungghhhh" lenguh Kinan mengerjapkan matanya.


Pram merasa gemas dengan tingkah istrinya yang seperti anak kecil.


Cup


Cup


Kecup Pram di seluruh wajah Kinan karena gemas.


"Mas ihhhh" ucap Kinan kesal.


"Mas sangat gemas padamu , sayang" balas Pram terkekeh.


Lalu Pram menggendong Kinan dan membawanya ke kamar mandi.


Kinan sudah tau apa yang akan terjadi setelah melihat gelagat suaminya.


Dengan pelan Pram menurunkan Kinan ke dalam bathup dan ia mengisi air , sabun dan aroma therapy.


Lalu Pram ikut masuk ke dalam bathup dan memangku Kinan, tangan nakal Pram sudah meranyap ke tempat favoritnya.


Kinan menahan suara emas nya agar tidak keluar tetapi bukan Pram namanya jika tidak dengan lihai nya membuat Kinan mengeluarkan suara emas tersebut.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2