Suami Kejamku Bucin

Suami Kejamku Bucin
75


__ADS_3

17 Tahun kemudian.


Twins saat ini berumur 23 tahun dan Queen berumur 18 tahun. Mereka tumbuh menjadi anak yang cerdas dan mengbanggakan Orangtua nya.


Hari ini , Queen , Kinan dan Pram sedang menunggu sang Twins yang akan kembali dari Negara A.


"Mom , aku rindu sekali dengan Abang dan Kakak" ucap Queen bahagia.


Kinan memeluk Queen dengan sayang. Ia juga sudah sangat merindukan anak-anak nya.


"Mommy juga rindu Kakak kembarmu sayang" balas Kinan lembut.


Pram menatap kedua wanita yang di sayangi nya tersebut dengan bahagia.


Terlihat dari arah yang berlawanan dua orang anak remaja yang dengan senyuman di wajah nya menghampiri mereka.


Queen langsung merentangkan tangan dan memeluk kedua Kakaknya.


"Abang , Kakak aku rindu sekali" ucap Queen terisak.


Twins terkekeh melihat wajah Adik cantiknya yang terbalut hijab pashmina dan baju besarnya.


"Uhhh Kak Iffa juga rindu sayang" balas Riffa lembut.


Lalu Raffa memeluk Pram dengan hangat dan menyalaminya. Begitupun pada Kinan.


"Son , di mansion sudah ada yang menunggu mu" ucap Pram tersenyum.


Raffa mengeryit bingung pasalnya ia tak punya teman di sini maupun Negara A.


"Siapa Dad?" tanya Raffa penasaran.


"Nanti saja di mansion" kekeh Kinan.


Riffa dan Queen hanya menatapnya dengan ikut terkekeh.


"Ayo pulang" ajak Kinan.

__ADS_1


Mereka langsung masuk ke mobil yang di bawa langsung oleh Pram. Ia ingin menikmati saat bersama dengan anak dan istrinya.


Pram dan Kinan menjadi pendengar saat Queen dan Riffa sibuk bercerita dengan heboh.


Sedangkan Raffa ia menatap ke arah luar dengan tatapan menjadi sendu.


"Aku rindu , apakah dia masih ingat denganku" batin Raffa.


1 jam berlalu mereka sampai di mansion Wicaksono.


Nenek dan Kakek menyambut dengan senyuman yang hangat.


"Uhhh cucuku sudah besar" ucap Wulan memeluk Riffa dan Raffa bergantian.


"Apa kabar Oma dan Opa mu disana?" tanya Wulan.


"Mereka baik, Nek. Dan mereka juga merindukan kalian apalgi si cerewet Queen" ucap Riffa terkekeh.


Queen mencebik dan masuk ke dalam mansion. Mereka masuk dan duduk ruang tamu.


Raffa tersentak melihat wanita cantik dengan pakaian seperti Adik dan Mommy. Dia mengenakan hijab panjang bahkan baju yang seperti kebesaran, tetapi sangat cantik.


Berbeda dengan Raffa dia mengenali siapa wanita itu karena melihat gelang yang ia pakai sama.


"Loly" lirih Raffa.


Kinan dan Pram tersenyum melihat Putranya sangat mengenali wanita yang sudah 17 tahun pergi dari dirinya.


"Hahh apakah benar kau, Loly?" kaget Riffa lalu menatap kedua Orangtuanya. Kinan dan Pram mengangguk.


"Ahhh ya tuhan aku rindu. Hiks" ucap Riffa memeluk Loly erat.


Ya wanita tersebut adalah Loly dia sudah kembali kemarin dari Negara tempatnya menuntut ilmu. Dia sukses sesuai perkataanya, dia pemilik Butiq yang baru-baru ini terkenal.


Raffa mengerjap kaget , ingin rasanya ia memeluk wanita yang selalu di tunggunya.


"Abang , apa kau senang sekarang?" goda Wulan.

__ADS_1


Raffa langsung salah tingkah dan duduk di dekat Mommy nya.


"Loly sini, Nak" ucap Pram.


Loly duduk berhadapan dengan Raffa dan Orangtua Raffa.


"1 Minggu lagi kau akan menikah dengan lelaki pilihan Om. Karena sampai saat ini lelaki yang di tunggu olehmu tidak mengungkapkan apapun" ucap Pram tegas.


Raffa melotot kaget , ia tidak percaya dan tak akan mungkin membiarkannya.


"No Dadd , Loly hanya akan menikah dengan Raffa" tegas Raffa membuat Loly tersentak.


"Aku menyukai nya sejak kecil dan bahkan aku rela menunggunya sampai saat ini, jika Daddy ingin menikahkan Loly dengan lelaki lain aku akan membawanya sekarang juga menikah denganku" ucapnya lagi lebih tegas.


Pram dan yang lainnya tersenyum , mereka senang karena Raffa mengakui perasaannya.


"Acieee kau akan menjadi Kakak iparku" goda Riffa pada Loly lalu memeluknya.


Pram menatap Loly dengan insten


"Nak , apa kau mau menikah dengan Raffa? Bahkan dia belum bekerja sekalipun?" tanya Pram serius.


"Heii Dadd , Aku sudah punya Cafe ya di Negara A , meski penghasilannya tidak sebesar Daddy tapi itu akan cukup untuk menghidupinya" seloroh Raffa kesal.


"Hahaha iya iya, sekarang apa Loly mau denganmu" goda Pram.


Raffa menatap Loly dengan penuh cinta , ingin rasanya ia memeluk dan membawanya pergi. Sungguh dia sangat rindu pada wanita kecilnya.


Loly hanya mengangguk dan langsung menunduk malu. Raffa langsung berdiri dan ingin memeluk Loly tetapi Kinan langsung mencegahnya.


"Biar Iffa yang mewakilinya bang" kekeh Riffa lalu memeluk Loly.


Raffa hanya menghembuskan nafas kasar saja, sedangkan yang lainnya tertawa melihat wajah prustasi Raffa.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2