Suami Kejamku Bucin

Suami Kejamku Bucin
74


__ADS_3

Setelah Desi sadar dan menenangkan Kinan. Akhirnya Pram bisa membawa Kinan pulang.


Hendra telah selesai mengurus orangtua Bella. Dia memilih mengasingkan keduanya di Pulau dengan beberapa pengawas disana


Hendra langsung pulang karena sang istri sudah menunggunya sejak tadi.


**


4 Bulan kemudian.


Hari yang di tunggu-tunggu pun tiba. Saat ini Pram dan Hendra sedang menemani sang istri yang sedang berjuang untuk melahirkan.


Pram terus menyemangati Kinan dengan sesekali menciumnya.


"Ayo Nyonya sedikit lagi" ucap Dokter kandungan tersebut.


Kinan mengejan dengan kuat , bahkan Pram sampai meneteskan air mata melihat Kinan yang sedang berjuang.


Oek Oek Oek.


Seorang Bayi perempuan cantik lahir dengan sempurna. Bahkan ia menuruni kecantikan Kinan.


"Selamat Tuan , Nyonya bayi kalian Perempuan. Dia sangat cantik seperti anda, Nyonya" ucap Dokter tersenyum.


"Saya akan membersihkan keduanya dulu, Tuan. Silahkan anda tunggu di luar" ucap Dokter dengan sopan.


Pram mencium kening dulu sebelum berlalu keluar dari ruangan tersebut.


***


Pram dan keluarga nya sudah berada ruang perawatan Kinan. Bayi perempuan itu sudah tertidur di boxs bayi dekat Kinan.


"Nak, siapa namanyaa?" tanya Wulan


"Alesha Queen Wicaksono" jawab Pram tersenyum.

__ADS_1


"Panggil saja queen" ucapnya lagi.


Mereka tersenyum senang menyambut Putri dari Pram dan Kinan tersebut. Apalagi Twins ia sangat bahagia dengan lahirnya adik mereka.


**


5 Hari kemudian.


Kinan sudah di bawa pulang ke mansion, Betrand dan Nata tidak bisa lama-lama karena mereka juga sedang membantu Luci mengurus anaknya yang baru 1 bulan di lahirkan itu.


Kinan sedang mengawasi Twins yang sedang membawa main adik nya. Riffa mencium berkali-kali wajah adiknya yang cantik.


"Uhhh kau cantik sekali queen" ucap Riffa senang.


"Lihatlah dia lebih cantik dari kamu, Fa" ledek Raffa


"Tidak papa , dia akan menjadi berlian di keluarga kita. Kita akan menjaga Quenn dengan sangat ketat" tegas Riffa membuat Pram dan yang lainnya tertegun.


***


Hari berlalu di ganti bulan bahkan tahun.


Saat ini usia Queen sudah menginjak 1 tahun. Dia semakin aktif dan pintar, bahkan dia sudah bisa mengoceh memanggil nama , Mommy dan yang lainnya.


Hari-hari Pram menjadi lebih berwarna bahkan ia menjadi Daddy siaga saat anak-anaknya membutuhkan dirinya.


"Bang , bang" panggil Queen saat sampai di ruang keluarga bersama Pram.


"Endong" rengek Queen saat Raffa berada di sisi nya.


"No sayang, kita duduk saja. Kita akan main sama Kak Ifa" ajak Raffa lembut.


Lalu Riffa membawa banyak mainan dan mengajak Adiknya main di karpet berbulu itu.


Para Orangtua hanya diam melihat dan mengawasinya.

__ADS_1


Saat ini Pram masih di perusahaannya , ia bahkan suka pulang cepat karena rindu dengan anak-anak.


***


Makan Malam.


Pram duduk dengan memangku Putri kecilnya yang sedang memakan biscuit.


"Mam mam" ucapnya dengan gemas.


"Wah Adek pinter ya makan biscuitnya sendiri. Gak di suapi seperti Daddy" sindir Robert terkekeh.


Pram hanya mendengus saja, karena Putrinya itu sering sekali manja jika dekat-dekat dengan Daddynya.


Twins hanya terkekeh melihat wajah masam Daddynya.


Setelah selesai mereka berkumpul dahulu agar semakin menambah kesan harmonis di keluarga tersebut.


Riffa selalu saja menjahili Adiknya yang sedang bermanja di pangkuan Abangnya.


"Adik sini sama Kakak saja" ucap Riffa.


"No" tegas Queen membuat Riffa mendengus lalu sedetik kemudian Riffa mencium Queen dengan bertubi-tubi.


"Addy" rengek Queen pada Pram yang hanya menatapnya dengan tertawa.


Wulan , Robert tertawa melihat bagaimana kebahagian di keluarganya.


Apalagi Kinan , ia sangat bahagia melihat anak-anaknya tumbuh dengan sangat baik dan tanpa kekurangan kasih sayang.


Kinan memeluk Pram seolah menyalurkan rasa bahagianya tersebut. Pram mencium pucuk Kinan dengan lembut.


****


TAMAT

__ADS_1


__ADS_2