
Hendra terkekeh melihat Rani yang malu, lalu ia memegang tangan Rani.
"Aku berjanji akan selalu berada disisimu" Ucap Hendra serius.
"Terimakasih" Balas Rani bahagia.
Hampir 1 jam mereka menunggu Pram dan Kinan. Hendra di buat kesal karena ulah Pram sang klien sudah menunggu di Cafe.
Hendra awalnya akan menyusul ke ruangan Pram, tetapi ia melihat Tuannya keluar dari lift dengan wajah bersinar berbeda dengan Kinan yang lemas.
"Tuan, Nona" Sapa Rani.
"Kalian hati-hati" Ucap Pram melambaikan tangan
"Hmmm" Malas Kinan dengan kesal.
Lalu Kinan membawa Rani langsung masuk ke dalam mobilnya. Karena Mommy dan Bunda nya sudah menunggu di Mall bersama dengan Twins R.
"Nona apa tidak apa-apa?" Tanya Rani
"Tidak Ran, kau tenang saja" Kekeh Kinan.
Lalu mereka kembali terdiam dengan pikirannya masing-masing.
"Hehhhhh mas Pram dasar, aku jadi sakit begini jalannya" Rutuk Kinan
1 jam berlalu. Kinan dan Rani sampai di Mall tersebut, mereka langsung ke tempat dimana sang Nyonya sedang menunggu.
"Mommy" Panggil Riffa.
"Maaf telat ya" Tak enak Kinan.
"Tidak apa, Nak" Balas Wulan lembut.
"Selamat siang, Nyonya" Sapa Rani tersenyum.
"Siang Ran" Balas Wulan dan Nata.
Lalu Kinan dan Rani belanja segala macam sedangkan Mommy dan Bunda menemani Twins R bermain.
Awalnya Rani selalu menolak saat di belikan barang dengan Brand yang mahal. Tetapi ia tidak bisa menolak karena sang Nona akan mengancamnya.
***
Baron saat ini berada di Mall yang sama bersama Kinan. Dengan sengaja Baron terus mengikuti Kinan dan Rani.
__ADS_1
Baron tidak tahu bahwa bahaya sedang mengintainya juga. Saat Baron ingin menembak Kinan , ia langsung di amankan oleh pengawal bayangan Kinan.
"Hhmppppt" Jerit Baron dalam bungkaman seseorang.
"Diam, atau akan aku lempar ke kandang macan" Ancam pengawal Kinan.
Baron langsung diam kerana sangat takut dengan ancaman tersebut.
Lalu pengawal Kinan langsung membawa Baron ke markasnya.
Salah satu anak buah Pram melaporkan hal tersebut pada Pram dan Henra.
***
Kinan dan Rani terus saja belanja tanpa tahu apa yang telah terjadi. Dengan semangat Kinan memilihkan Tas , Baju dan yang lainnya untuk Rani. Mereka belanja dengan Atm dari Hendra.
"Huhh lelah sekali ya, Ran" Keluh Kinan terkekeh.
"Nona belanja nya sangat bersemangat" Balas Rani tersenyum.
"Ayo kita tunggu di Restoran seafood itu" Ajak Kinan.
Lalu Kinan mengabari pada sang Bunda agar menemuinya di Restoran karena mereka sudah menunggu disana.
**
Brakk
"Dimana dia" Teriak Pram dengan keras
"Di ruangan biasa, Tuan" Jawab salah satu anak buahnya.
Pram langsung melangkahkan kaki nya masuk ke ruangan penyiksaan. Dia sudah sangat ingin memberi pelajaran pada mantan karyawannya.
Brakk
Baron terperanjat saat pintu dibuka dengan kasar oleh Pram. Ia menelan ludah kasar saat sorot mata tajam Pram menatapnya.
Bugh
Bugh
"Berani sekali kau ingin melukai istriku, Hahhh" Teriak Pram dengan keras di hadapan Baron.
Lalu dengan brutal Pram memukul bahkan menonjok wajah Baron dengan keras.
__ADS_1
"Saat ini juga kau akan mati di tanganku, sekecil saja kau menggores keluarga ku maka mati adalah bayarannya" Bentak Pram dengan penuh emosi.
Lalu Pram mengambil cambuk di tangan salah satu anak buahnya. Dengan tanpa rasa takut ia mencambuk Baron dengan sangat kuat.
"Ampunnn ampuni aku Tuan" Teriak Baron ketakutan.
"Ampun kau bilang, kemarin aku sudah mengampuni mu dengan memasukanmu ke penjara. Tetapi sekarang tidak ada lagi ampun bagimu karena dengan beraninya kau mengangkat senjata pada istriku" Balas Pram dengan dingin. Aura pembunuhnya keluar seakan-akan ingin menerkam tubuh Baron yang sudah dipenuhi darah.
Setelah puas menyiksa Baron, Pram mengajak Hendra untuk pulang karena sudah malam. Tak lupa ia juga mandi terlebih dahulu agar sang istri tidak curiga.
Pram membiarkan dahulu Baron hidup karena ia belum puas menyiksanya. Hendra hanya diam saja karena ia juga akan melakukan hal yang sama pada orang yang ingin membunuh istrinya kelak.
***
Rani pulang di antar oleh Kinan dan Twins. Sedangkan Bunda dan Mommy nya langsung pulang bersama sang sopir.
"Nona, Terimakasih" Ucap Rani saat akan turun dari mobil.
"Iya sama-sama, Ran" Balas Kinan ramah.
"Dadah tante" Ucap Riffa senang.
"Dah sayang" Balas Rani.
Lalu sang sopir melajukan mobil Nona nya ke arah mansion dengan hati-hati.
"Mom, apa tante Rani akan menikah dengan Om Hendra?" Tanya Riffa.
"Iya sayang" Jawab Kinan.
Raffa menatap Mommynya dengan sendu.
"Mom, apa kabarnya dengan Loly?" Tanya Raffa sendu.
"Doakan agar dia baik-baik saja, ya" Jawab Kinan lembut.
"Cie abang rindu ya?" Olok Riffa tertawa. Raffa langsung memalingkan wajah dan membuat wajah nya kembali datar.
Kinan terkekeh melihat Putranya yang sedang malu saat ini.
.
.
.
__ADS_1