
Hari-hari Kinan di lewati dengan penuh dramatis bahkan Pram harus rela malam-malam mencari makanan yang di inginkan oleh sang bumil itu.
Kandungan Kinan saat ini sudah usia 5 bulan. Perutnya yang sudah membuncit selalu menjadi rebutan Twins dan Pram.
Seperti sekarang Twins sedang mengelus perut Kinan dan sang Baby langsung merespon dengan tendangan.
"Wow Mom , lihat adik nendang" Kagum Riffa
"Iya sayang" Jawab Kinan
Lalu Raffa mengelus bahkan menciumnya. Ia sangat tak sabar ingin melihat adik kecilnya.
"Mom kapan Adik lahir?" Tanya Raffa
"Nanti 4 bulan lagi sayang" Jawab Kinan lembut
Pram mengulum senyum melihat ke antusiasan anak-anak nya yang menunggu kelahiran sang Adik.
Sedangkan Hendra dan Rani sudah pindah ke rumahnya sendirinya bersama dengan Orangtua Rani. Hendra membawa Orangtua Rani karena ia kasihan melihat mertuanya yang suka di guncingan warga.
Sama dengan Kinan , Rani juga sudah memasuki usia 5 bulan kandungannya.
Saat ini Rani sedang berkumpul dan makan malam bersama keluarganya.
***
Saat ini Kinan sedang merajuk karena Pram masih sibuk dengan laptopnya, sedangkan ia sudah ingin tidur dengan memeluk Pram.
"Masssssss" Rengek Kinan sudah dengan berkaca-kaca.
"Iya sayang ini sudah. Bentar ganti baju dulu ya" Bujuk Pram dengan mencium kilas bibir Kinan.
Kinan mengangguk dan merebahkan tubuhnya menunggu Pram. Entah kenapa kehamilan sekarang ia lebih ingin di manja Pram bahkan tidur tidak ada Pram dia akan menangis.
__ADS_1
Pernah Pram akan lembur dan Kinan mengizinkannya. Tetapi tepat jam 09 malam ia menangis karena ingin di temani Pram hingga akhirnya Pram pulang kembali.
Ceklek.
Pram langsung ikut naik ke ranjang dan dia langsung memeluk tubuh istrinya. Kinan langsung merebahkan kepalanya di dada sang suami dan mulai terlelap.
Dengan sayang, Pram mencium pucuk kepala Kinan dan mengusap lembut perut buncit Kinan.
Terdengar dengkuran halus dari Kinan yang membuat Pram terkekeh.
"Hmmm sampai mau nangis kejer kalau tidak di peluk dulu, dasar bumil" Gumam Kinan terkekeh.
Setelah Kinan agak pulas , Pram memindahkan kepala Kinan ke bantal. Dan Pram mengambil laptop di meja. Pram mulai mengerjakan pekerjaan yang tertunda.
Sesekali Pram melirik Kinan yang sedang terlelap di sisinya.
"Huhhh kerjaan ini masih banyak" Gumam Pram lelah.
"Besok lagi aja lah" Gumamnya lagi.
Pram ikut terlelap karena lelah. Sudah beberapa hari ini ia selalu lembur karena ia sedang menangani proyek besar.
***
Pagi hari Kinan bangun dan langsung melihat sang suami yang sudah bersiap akan ke kantor.
"Mas aku ikut ya" Ucap Kinan lirih.
Pram menoleh lalu menghampiri Kinan.
"Tapi gak boleh ngeluh ya sayang, aku hari ini ada rapat yang agak lama di kantor. Gapapa?" Balas Pram lembut.
"Gapapa tapi aku ikut" Rengek Kinan.
__ADS_1
"Iya , ayo sana siap-siap. Sekalian anterin Twins sekolah" Ucap Pram tersenyum.
Lalu Kinan bangkit dan berjalan perlahan ke kamar mandi. Pram hanya terkekeh melihat wajah Kinan yang sedang merajuk.
Kadang ia dibuat jengkel dengan sifat Kinan, tapi dia juga kadang sangat suka jika Kinan manja.
"Ada-ada aja bumil itu" Gumam Pram.
Pram lalu menyiapkan pakaian untuk Kinan dan ia duduk menunggu di sofa.
Ceklek.
"Mas udah siapin baju nya, sayang" ucap Pram tersenyum.
"Terimakasih, Mas" balas Kinan lembut.
Kinan berjalan ke arah ruang ganti dan tak lama kemudian dia sudah siap.
"Ayo" ajak Kinan.
Mereka keluar bersamaan dengan Twins juga yang baru keluar kamar.
"Loh Mommy mau kemana?" Tanya Riffa heran.
"Mommy akan ikut Daddy ke kantor, Nak" Balas Kinan tersenyum.
Riffa hanya ber ohh saja. Twins kadang suka tertawa saat melihat sikap Mommy nya yang sangat manja dan tidak ingin jauh dari sang Daddy.
Mereka sudah berkumpul di ruang makan. Wulan dan Robert juga di buat geleng kepala dengan sikap manja menantunya. Tetapi mereka malah selalu memanjakan Kinan.
Kinan membawa bekal dan beberapa camilan untuk menemani nya nanti di kantor sang suami.
.
__ADS_1
.