Suami Kejamku Bucin

Suami Kejamku Bucin
56


__ADS_3

Setelah sampai di Negara A Kinan , Pram dan Hendra langsung ke Hotel milik Kinan. Mereka akan tinggal di suiteroom karena ada 2 kamar jadi Hendra juga akan tinggal disana.


Setelah sampai di Hotel semua karyawan menunduk hormat saat melihat Bos nya masuk dan menyapa mereka.


Lalu mereka langsung menuju ke lantai dimana mereka akan tinggal.


"Huhhh lelah sekali" Keluh Kinan dengan merebahkan tubuh nya di atas sofa.


"Di ranjang sayang tiduran nya" Tegur Pram lembut.


"Sebentar Mas" Ucap Kinan


Tanpa permisi Pram langsung menggendong tubuh Kinan karena gemas Pram mencium keningnya lembut.


"Tidurlah karena besok pagi kita akan ke Rumah sakit" Ucap Pram membelai pipi lembut Kinan.


"Hmmm ya Mas" Balas Kinan.


Karena lelah Kinan pun langsung tertidur dengan pulasnya. Pram menyelimuti Kinan dan mencium keningnya.


Hendra sudah menunggu di ruang tamu karena mereka akan mengerjakan pekerjaan yang sempat mereka tunda.


***


Pagi Hari


Kinan dan Pram sudah siap akan berangkat ke Rumah sakit. Mereka sudah terlebih dahulu membuat janji kepada Dokter Obgyn terkenal akan kehebatannya di Negara tersebut.


Sedangkan Hendra, dia akan ke kantor cabang karena disana ada masalah yang cukup serius.


Pram membawa mobil sendiri begitupun dengan Hendra. Mereka berpisah di loby Hotel tersebut.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan Kinan membuang nafas secara kasar. Kinan sangat gugup bahkan ia berkali-kali membuang nafas.


"Tenanglah, aku yakin kau akan cepat sembuh sayang" Ucap Pram menenangkan Kinan.


"Iya, Mas" Balas Kinan.


Lalu mereka mengobrol dan bercerita saat Kinan berada di Negara tersebut. Hingga tak terasa mereka akhirnya sampai di Rumah sakit.


***


Hendra masuk ke perusahaan dengan di temani Direktur disana. Dia mendengarkan apa yang menjadi masalah nya.


Setelah Hendra sampai di ruangannya, mereka dengan segera membahas beberapa inti masalahnya.


"Huhh jadi ada yang niat ingin bermain curang ya" Gumam Hendra


"Antarkan berkasnya kesini" Ucap Hendra pada Direktur tersebut.


"Baik Tuan, saya permisi" Pamit Direktur.


Hendra terus mengamati kala ada seorang tamu yang datang dengan wajah mencurigakan. Dia seperti yang waspada.


Lalu Hendra meraih telepon yang ada di meja nya.


"Selamat Pagi Tuan" Sapa Resepsionis.


"Siapa tamu yang barusan datang? Dan akan kemana dia?" Tanya Hendra to the point.


"Dia dari perusahaan Diamond Tuan , dia akan bertemu dengan kepala divisi pemasaran karena kita melakukan kerja sama dengannya, begitulah yang aku tau" Balas Resepsionis dengan gugup


Tanpa permisi Hendra langsung mematikan dan langsung mencari berkas kerja sama dengan perusahaan tersebut.

__ADS_1


Setelah dia menemukannya, dia mengeryit heran saat melihat berkas tersebut. Dan ia yakin bahwa dalang di masalah ini ada hubungannya dengan mereka.


Tok Tok


"Masuk"


Direktur masuk dengan membawa beberapa berkas di tangannya. Lalu ia meletakannya di meja kerja Hendra.


"Apa kau membawa kontrak kerja sama dengan Diamond Group?" Tanya Hendra serius.


"Sebentar Tuan" Balas Direktur. Setelah menemukannya ia memberikan pada Hendra.


"Siapa yang memberikan izin pada mereka untuk kerja sama?" Tanya Hendra menelisik.


"Kepala divis pemasaran Tuan. Kata mereka ini perusahaan yang menjanjikan tapi sampai saat ini kami bekerja sama dengannya tidak ada ke untungan yang masuk. Malah dia selalu minta buat kita menambah Uang nya" Terang Direktur dengan wajah bingung.


"Kau keluarlah dahulu, sebentar lagi Tuan Muda akan kesini dan kau bawa Tamu yang ada di ruangan divisi pemasaran ke ruang meeting" Ucap Hendra tegas.


"Baik, Tuan" Balas Direktur tersebut. Lalu ia pergi dari sana dan langsung ke ruangan yang di perintah oleh Hendra.


***


Setelah serangkaian pemeriksaan , Kinan akhirnya bisa bernafas lega bahwa Rahimnya sudah mulai membaik tidak perlu menunggu beberapa tahun lagi. Karena ia selalu rutin memakan makanan yang di anjurkan Dokter bahkan ia selalu meminum obat nya rutin.


"Mas aku bahagia sekali" Ucapnya lalu memeluk Pram dengan wajah bahagia nya


"Iya sayang, makanya positif thingking jangan berpikir yang tidak-tidak" Kekeh Pram sambil memeluk balik istri nya.


"Ayo kita ke perusahaan ku dulu" Ajak Pram tersenyum.


Lalu mereka berangkat dengan perasaan bahagia nya, bahkan senyuman tak lepas dari wajah Kinan.

__ADS_1


.


.


__ADS_2