Suami Kejamku Bucin

Suami Kejamku Bucin
71


__ADS_3

3 Bulan kemudian.


Sudah 3 bulan dari pernikahan Hendra dan Rani. Saat ini Kinan sedang sakit di tambah Rani pun sama sedang sakit.


Yap Rani dan Hendra tinggal bersama keluarga Wicaksono atas perintah Nyonya dan Tuan Wicaksono.


Dokter pribadi memeriksa Rani terlebih dahulu di temani oleh Wulan dan Hendra.


"Bagaimana, Dok?" tanya Hendra khawatir.


"Tidak apa-apa , Tuan. Hal biasa bagi seorang ibu hamil muda seperti, Nona" Jelas sang Dokter membuat Hendra bahagia.


"Jadi istri saya sedang hamil?" Tanya Hendra memastikan.


"Untuk lebih jelas nya lagi silahkan anda bawa Nona ke rumah sakit" Jawab Dokter tersenyum.


Lalu Wulan masuk dan mengajak sang Dokter ke kamar menantunya.


"Mommy ke kamar Kinan dulu ya , nanti Mommy kesini lagi" Ucap Wulan pada Rani.


"Iya , Mom" Balas Rani lemah.


**


Pram sangat khawatir sang saat istri tak sadarkan diri setelah muntah-muntah.


"Dok cepat periksa istri saya" Perintah Pram


Dokter memeriksa Kinan dan ia tersenyum saat setelah memeriksanya.


"Kenapa kau malah tersenyum, hah" Bentak Pram dengan kesal.


Dokter dan Wulan terperanjat kaget saat mendengar bentakan suara Pram.


"Pram" Tegur Wulan dengan menatap tajam putranya.


"Sepertinya Nyonya Kinan sama dengan istri Tuan Hendra, Tuan. Mereka sama-sama sedang mengandung. Lebih baik besok kalian membawa istri kalian periksa ke Rumah sakit" Jelas sang Dokter sambil membereskan alat Dokternya.


"Apa, Dok? Ja jadi Kinan hamil?" Tanya Pram dengan wajah berbinar.

__ADS_1


"Iya Tuan" Jawab Dokter.


"Jadi Rani dan Kinan sedang hamil saat ini?" Tanya Wulan


"Benar Nyonya Besar" Jawab kembali Dokter.


"Ahhh senangnya" Ucap Wulan bahagia.


Lalu sang Dokter pamit untuk kembali ke Rumah sakit karena pekerjaannya sudah selesai.


Pram langsung duduk di sebelah Kinan yang belum sadarkan diri.


"Terimakasih, sayang" ucap Pram lalu mencium kening Kinan.


"Mom ke bawah dulu ya, sekalian meminta sang sopir menjemput anak-anak" Pamit Wulan


"Iya, Mom" Jawab Pram tanpa mengalihkan pandangannya.


Wulan hanya menggeleng melihat kelakuan putranya. Lalu ia melangkah pergi keluar kamar Kinan.


Pram dengan setia menunggu Kinan yang masih pingsan. Ia mencium tangan Kinan sampai berulang.


"Emmhhh" Lenguh Kinan.


Kinan mengerjapkan matanya dan membuka perlahan. Ia meringis saat kepala nya kembali pusing.


"Mas, aku ingin minum" Pinta Kinan.


Lalu Pram mengambil air yang ada nakas di samping, Pram dengan telaten membantu Kinan minum.


"Aku kenapa mas?" Tanya Kinan


Pram tersenyum lalau memeluk bahkan mencium semua inti wajah sang istri.


"Selamat sayang, kau sedang mengandung dan besok kau dan Rani harus memeriksa kandungan kalian ke Rumah sakit" Ucap Pram dengan bahagia.


"Hamil mas? Aku dan Rani? Gimana maksudnya?" Bingun Kinan.


"Maksudnya , kamu dan Rani saat ini sedang hamil sayang. Dan besok kalian harus memeriksa kandungan kalian ke Rumah sakit" Jelas Pram dengan gemas.

__ADS_1


Kinan langsung menghambur memeluk Pram dengan berkaca.


"Beneran mas aku hamil?" Tanya Kinan memastikan


"Iya sayang, kamu beneran hamil" Jawab Pram tersenyum.


Kinan menangis bahagia , ia sangat bahagia saat mendengar bahwa ia akan menjadi Mommy lagi.


Brakkk


"Mommmmm" Teriak Riffa dengan nyaring.


"Apa yang sakit Mom? Kata Pak sopir Mom sakit?" Tanya Raffa dengan ngos ngosan.


"Iya Mom mana yang sakit? Dan kenapa Mom menangis? Apa Daddy nyakitin Mommy Iffa?" Tanya Riffa dengan tatapan tajam pada sang Daddy.


"No sayang, Mommy tidak sakit. Dia hanya sedang kelelahan saja. Dan untuk kalian , Mommy ada berita bahagia" Jawab Kinan lembut.


"Apa?" Tanya Twins serempak


"Kalian akan menjadi Kakak" Senang Kinan.


Twins langsung meloncat dan memeluk sang Mommy karena bahagia.


"Ehh sayang awas jangan sampai kena perut Mommy" Tegur Pram dengan tegas.


"Maaf Dadd, kita terlalu bahagiaaaaa" Balas Riffa lalu ia beralih memeluk Daddy nya.


"Aku senang sekali Mom , Dadd. Aku akan di panggil Kakak Iffa" Bangga Riffa dengan antusias.


"Iya sayang" Balas Pram mencium kening Putri nya.


Raffa memeluk Mommy nya dengan perasaan bahagia.


"Adek jangan nakal, Oke. Jangan bikin Mommy sakit ya" Ucap Raffa mengusap perut rata Kinan.


Kinan dan Pram tersenyum bahagia melihat kedua anaknya yang sangat antusias saat mendengar kabar bahwa akan memiliki adik.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2