
Kinan berjalan dengan menggandeng tangan Pram. Ia selalu membalas setiap sapaan dari karyawan kantor suaminya.
Ting.
Pram menyuruh Kinan menunggu di ruangannya bersama salah satu staff OB disana. Sedangkan Pram langsung menuju ruang rapat.
Kinan mendudukan bokongnya di kursi kebesaran suaminya.
Tok Tok
"Masuk" ucap Kinan
Masuklah seorang OG yang selaku menemani Kinan saat dirinya berkunjung kesana.
"Oliv" panggil Kinan senang.
"Iya , Nyonya" balas Oliv tersenyum.
Kinan berjalan ke arah sofa dan menyuruh Oliv menggelar karpet bulu di bawah. Setelah itu Kinan menyuruh Oliv menata makanan yang di bawa olehnya dari rumah.
"Oliv , tolong panggil Desi sana" titah Kinan lembut.
Desi adalah sekertaris Pram yang baru. Dia adalah teman Gina dari divisi yang lain.
"Nyonya ada apa?" tanya Desi sopan.
"Ayo kita makan dulu saja" ajak Kinan. Desi dan Oliv selalu saja di buat kenyang oleh semua makanan. Kadang mereka meminta salah satu staff lainnya agar menggantikan mereka berdua.
Kinan selalu meminta makanan pada Pram dan akan di makan bersama Oliv dan Desi.
Desi dan Oliv duduk bersama dengan Kinan dan mulai makan dengan tenang.
Mereka sesekali bercerita dan bercanda. menurut mereka Kinan adalah sosok wanita yang sangat sempurna.
Brakk
Mereka terkejut saat mendengar pintu di buka paksa oleh orang lain.
"Siapa kalian" tanya Kinan saat melihat sepasang paruh baya yang datang dengan wajah merah menahan marah.
"Dimana pembunuh itu?" tanya Pria paruh baya.
__ADS_1
"Siapa yang kalian maksud?" tanya Desi yang membantu Kinan berdiri. Sedangkan Oliv ia membereskan makanan sisa.
"Aku adalah Ayahnya Bella. Aku ingin suami dia bertanggung jawab atas kematian Bella" teriak Pria tersebut.
"Oh jadi kau Ayah wanita pembunuh itu ya" olok Kinan dengan sinis.
"Putriku bukan pembunuh" teriak Ibu Bella marah.
"Putrimu pembunuh anakku yang masih di dalam perut, Nyonya" jawab Kinan dengan dingin.
"Dan sekarang kalian ingin meminta pertanggung jawaban dari suamiku, begitu? Kalau begitu aku juga akan meminta tanggung jawab dari kalian karena anakku mati di tangan anakmu" ucapnya dengan aura dingin.
Oliv langsung berlari keluar dan pergi ke ruang rapat ia ingin memberitahukan pada Tuan nya.
Desi berdiri di samping sang Nyonya. Ia akan melindungi wanita baik itu.
"Apa ingi kalian sekarang? Bukankah perusahaan kalian baik-baik saja? Atau kalian ingin suamiku menghancurkan perusahaan kalian" ucap Kinan mencoba santai.
"Hei kau wanita lemah, jangan sombong dulu. Aku akan membunuhmu dan juga bayimu sekarang juga" teriak Ayah Bella mengacungkan pistol ke arah Kinan.
Dor
Bunyi pistol itu bersamaan dengan datangnya Pram dan Hendra.
Brugh.
"Hend bawa mereka ke markas" ucap Pram nyalang.
"Masss" panggil Kinan.
Pram langsung mendekat dan melihat kondisi sang istri. Oliv juga langsung mendekati Kinan dan Desi.
"Mass tolong Desi, dia tertembak di dada nya" ucap Kinan dengan takut.
"Tenang sayang , mas akan menolongnya" balas Pram cepat.
Oliv dan Hendra langsung membawa Desi ke rumah sakit. Pram menenangkan Kinan karena ia merasa sangat takut terjadi apa-apa pada Desi.
"Mass ayo ke rumah sakit" ajak Kinan dengan rengekan.
"Oke, tapi tenang ya" balas Pram lembut. Kinan hanya mengangguk saja.
__ADS_1
Suasa di kantor tersebut menjadi riuh saat kejadian penembakan barusan. Karyawan merasa panik saat mendengar bahwa korban yang sebenarnya adalah istri Bos mereka.
***
Sedangkan di rumah sakit, Hendra dan Oliv menunggu di depan ruang operasi. Oliv bahkan sudah menangis melihat kondisi sahabatnya itu.
"Tenanglah, aku yakin dia pasti kuat" ucap Hendra menenangkan.
"Tolong jika ada apa-apa beritahu aku. Aku akan mengurus kedua bajingan itu" ucapnya kembali.
"Baik Tuan" balas Oliv sopan.
Oliv sudah tahu bahwa Hendra akan mengurus kedua pasangan itu. Tapi ia tidak tahu mereka akan di apakan atu di beri hukuman apa.
Hendra berjalan pergi dari sana , ia bahkan berjalan dengan tergesa-gesa.
Oliv duduk kembali dan memperhatikan lampu operasi yang masih menyala. Oliv menghela nafasnya.
"Bertahanlah Des, kita baru saja bersahabat. Dan kita juga harus menjaga Nyonya" gumam Oliv lirih.
Terdengar derap langkah orang mendekati Oliv. Oliv langsung melihat siapa yang datang.
Oliv melihat Kinan dengan wajah sembabnya dan Pram dengan wajah datarnya.
"Oliv" panggil Kinan.
Oliv berdiri dan menghampiri Nyonya nya. Ia membawa Kinan untuk duduk. Pram hanya melihat nya saja.
"Nyonya tenanglah, Desi akan selamat dia itu wanita kuat. Dia bahkan sudah berjanji akan menjadi pengasuh bagi Baby yang ada di dalam sini" ucap Oliv menenangkan Kinan.
Kinan mengangguk dengan air mata yang menetes.
"Jangan menangis nanti Baby nya ikut sedih" hibur Oliv dengan tersenyum.
Kinan tersenyum dan memeluk Oliv , ia seperti mendapatkan saudara ketika bersama dengan Oliv dan Desi.
"Oh iya Oliv, dimana Hendra?" tanya Pram
"Tuan Hendra sedang membereskan mereka Tuan" jawab Oliv sopan.
"Hmmm" dehem Pram sambil mengangguk.
__ADS_1
.
.