Suami Kejamku Bucin

Suami Kejamku Bucin
41


__ADS_3

Siang Hari.


Pram menjemput Raffa sebelum pulang ke Mansion nya.


Pram menunggu di halaman sekolah karena Raffa masih di dalam kelas.


"Dadd" Panggil Raffa dan berjalan menghampiri Pram.


"Sudah selesai?" Tanya Pram lembut


Raffa mengangguk dan menyalami sang Daddy.


Lolita datang dengan tas lumayan agak besar , ia menunduk saat melihat Pram


"Om" Ucap Loli menyalami Pram.


"Ayo kita pergi, Loli sekarang kau akan ikut dengan Om ke Mansion tetapi 1 bulan lagi kamu akan Om sekolahkan di Asram pilihan Om" Ucap Pram dengan tegas.


"Loh kok di Asrama Dadd?" Tanya Raffa heran


"Iya karena Loli akan Daddy sekolahkan untuk lebih sukses dari ini , Daddy ingin dia berdiri di kaki nya sendiri" Jawab Pram


"Baik Om , aku akan pulang dengan kebanggaan yang aku raih" Ucap Loli semangat.


Raffa hanya menatap dengan tatapan yang sulit di artikan.


Lalu mereka masuk ke dalam mobil dan Hendra langsung melajukannya dengan kecepatan agak cepat karena Kinan pingsan kembali.


Setelah mereka sampai , Pram langsung berlari masuk karena ingin cepat sampai di kamarnya.


Raffa dan Loli pun ikut masuk ke kamar Kinan.


Pram dan yang lainnya sedang menunggu Dokter memeriksa Kinan.


"Abang" Panggil Riffa saat melihat Raffa


Riffa langsung memeluk Abangnya dengan sesegukan karena ia tak tega melihat wajah Mommy nya yang pucat.


"Bagaimana Dok?" Tanya Pram

__ADS_1


"Nona muda baik-baik saja , kemungkinan saat ini dia sedang mengandung Tuan" Jawab Dokter dengan tersenyum.


"Benarkah Dok?" Ucap Pram dengan binar bahagia


"Iya Tuan , saya permisi dulu" Balas Dokter tersebut.


Hendra dengan sigap langsung mengantarkan Dokter sampai ke depan.


**


Wulan dengan sayang mengusap lembut tangan menantunya.


Eungggg


"Ha us" Lirih Kinan dengan lemas


"Sayang?" Panggil Pram khawatir.


Kinan menoleh ke arah Pram dan tersenyum samar.


"Haus Mas" Ucap Kinan


Lalu Wulan mengambil air di nakas samping diri nya.


Kinan meminum hampir setengah gelas dan ia melihat wajah suami yang khawatir tetapi ada kebahagian.


"Sayang mulai sekarang kau tak boleh bekerja ya , kasihan Dede nya" Ucap Pram mengusap lembut perut rata Kinan.


"Maksudnya Mas?" Tanya Kinan dengan bingung.


"Mommy aku akan jadi Kakak" Ucap Raffa bahagia.


"Mas , Mom?" Panggil Kinan dengan berkaca-kaca


"Iya sayang kau sedang hamil" Balas Wulan bahagia.


.


Mereka menyambut bahagia berita kehamilan Kinan , terutama Wulan dan Robert.

__ADS_1


Tak lupa juga Kinan mengabari sang Abang dan Keluarga lainnya yang berada di Negara P.


***


Ardian dan Luci baru saja melakukan kegiatan panasnya.


"Sayang tadi Kinan menelpon" Ucap Ardian


"Apa katanya Mas? Uhhh aku rindu sekali dengannya" Balas Luci sambil tangannya bermain di dada bidang sang suami


"Dia sedang hamil lagi saat ini" Ucap Ardian menikmati sentuhan istrinya


"Apa Ander belum mau punya Adik ya Mas?" Tanya Luci


"Nanti kalau dia sudah kelas 5 sekolah dasar , baru kita berikan dia Adik ya" Jawab Ardian lembut.


"Yaudah deh Mas" Pasrah Luci.


Lalu Ardian mencium bibir Luci karena sudah dari tadi ia menahan gairah yang sudah di bangkitkan oleh Luci.


***


Riffa dan Loli sedang menonton tv dengan di temani Robert.


Karena hari ini Weekend jadi mereka memutuskan untuk diam di Rumah.


Sedangkan Raffa ia sedang berenang dengan Hendra.


Kinan dan Pram sedang bersantai di dalam kamar nya , karena Kinan masih lemas jadi mereka memutuskan diam saja di kamar.


"Maaf Tuan di Ruang keluarga ada tamu" Ucap salah satu pelayan kepada Robert.


"Siapa Bi?" Tanya Wulan yang baru keluar dari kamar.


"Tidak tau Nyonya" Jawab pelayan tersebut.


"Buatkan minuman dan camilan ya Bi , kami akan kesana" Ucap Wulan.


Robert berdiri dan berjalan ke arah Ruang keluarga , ia penasaran siapa tamu di saat weekend begini.

__ADS_1


.


.


__ADS_2