Suami Kejamku Bucin

Suami Kejamku Bucin
83 S2


__ADS_3

Sore hari nya semua persiapan sudah selesai. Bahkan kado dan kue sudah di susun sangat rapi.


Mereka pergi ke kamar masing-masing untuk bersiap, Riffa , Queen dan Amel memakai baju dan hijab yang sama seperti Mom Kinan.


Pram hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan sang istri yang tak mau kalah dengan putri nya.


"Mas kenapa?" tanya Kinan bingung.


"Tidak apa" jawab Pram tersenyum.


Kinan hanya menggidikan bahu acuh, lalu ia bersiap kembali karena Loly dan Raffa akan sampai.


Semua orang sudah siap di posisi nya masing-masing. Begitupun dengan Nata , Wulan , Robert dan Betrand, mereka tak luput dari serangan Riffa untuk bersiap.


Ceklek.


Loly dan Raffa membukakan pintu utama karena para Art entah pada kemana. Loly mengeryit heran karena ruang keluarga sangat gelap tidak biasanya.


"Mas , apa disini mati lampu?" tanya Loly bingung.


"Entahlah sayang, coba kau nyalakan" jawab Raffa.


Dengan patuh Loly bergerak mencari kontak lampu.


Klik.


"Kejutan. Happy brithday Kakak ipar" teriak Riffa , Queen dan Amel.


Loly di buat terkejut dengan semuanya. Pormasi lengkap keluarga sang suami yang memberi kejutan pada Loly membuat terharu pada nya.


Kinan dan para wanita memeluk Loly bergantian, mereka memberikan selamat serta kado.


Setelah selesai para wanita , Pram mengajak para Pria mendekat dan akan memeluk Loly tetapi dengan cepat Raffa membawanya ke belakang tubuhnya.


"Tidak untuk para Pria" tegas Raffa membuat para wanita tertawa sedangkan para pria mencebik kesal.

__ADS_1


Loly hanya tersenyum saja melihat sang suami yang posesif.


"Hei dia itu menantu, Daddy" gerutu Pram dengan kesal.


"Jika Dadd lupa, dia ini istriku" sarkah Raffa tegas dengan memeluk Loly.


"Udahlah Dadd , kalian mengalah saja" ledek Queen tertawa.


"Tiup lilinnya dulu" ucap Nata tersenyum.


Luci dan Kinan membawa Cake yang berukuran sedang dan juga besar. Mereka membuat sendiri semua Cake yang ada disana.


"Terimakasih Ya Allah , engkau memberikan hamba kebahagian yang tak terkira. Jika memang hamba dapat meminta, hamba ingin bertemu dengan kedua orang tua hamba" doa Loly dengan lirih


Loly meniup lilin dengan tersenyum, semuanya bersorak gembira.


"Terimakasih, kalian memang terbaik" ucap Loly dengan berkaca-kaca.


"Kau cukup buatkan Mom cucu saja jangan yang ribet-ribet" celetuk Kinan dengan senyuman menggoda.


Mereka tertawa melihat wajah Loly yang malu. Lalu mereka duduk di karpet dan memakan aneka camilan dan minuman.


Para Art ikut serta merayakan kebahagian Nona muda mereka. Bahkan mereka juga di suruh bergabung dengan para majikannya tetapi mereka menolak dengan halus.


"Apa yang kau berikan untuk istrimu, Raf?" tanya Ander


"Baby" celetuk Raffa yang membuat mereka melotot bahkan Loly mencubit gemas pinggang suaminya.


"Sakit , sayang" rengek Raffa dengan meringis.


"Jika kau lupa , kau punya adik yang masih polos yee Abang lucnut" protes Riffa dan Queen.


"Hehe jangan di dengarkan, Abang kalian hanya bercanda" ucap Loly terkekeh.


"Lalu apa hadiahnya, Kak?" tanya Queen penasaran.

__ADS_1


"Kita akan berlibur ke Negara M selama satu bulan Full" jawab Raffa bangga.


"Wahhhhh, boleh Queen ikut?" antusias Queen membuat mereka tertawa.


"Tidak" tolak Raffa dengan tegas.


Queen langsung memberenggut kesal. Ia mengkrucutkan bibirnya.


"Kita akan melakukan bulan madu, Queen" tegas Raffa membuat Queen tersenyum malu.


"Hehe kirain cuma liburan" ucap Queen terkekeh.


"Kau ini, Dek. Nanti kita akan berlibur ke Pulau pribadi, Opa" ucap Kinan membuat Queen dan Riffa berbinar.


"Yeayyyu" teriak mereka senang.


Loly hanya tersenyum saja dan mereka melanjutkan kembali makan-makan nya.


Raffa mengelus kepala istrinya lembut lalu menciumnya.


Setelah selesai mereka langsung makan malam yang memang sudah di siapkan sang Mommy dan para Nenek.


Loly merasa bahagia dengan keluarga suaminya yang menerima ia apa adanya. Loly merasa mempunyai keluarga utuh.


Loly mengambilkan makanan untuk Raffa terlebih dahulu. Lalu ia mengambil untuknya sendiri.


Mereka makan dengan sesekali bergurau karena ini moment langka yang semua nya akan berkumpul.


Apalagi besok Ardian dan Luci sudah akan terbang kembali ke Negara P. Ardian masih banyak kerjaan di perusahaannya.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2