
Makan Malam.
Semua sudah berkumpul di meja makan. Tinggal menunggu Pram yang tak kunjung pulang.
"Dadd, Ayah makan saja duluan, biar aku nanti yang akan menemani Mas Pram" Ucap Kinan lembut.
"Baiklah, Nak" Jawab Robert.
Mereka semua memulai makan malam tanpa Kinan dan Pram. Kinan langsung bergegas ke teras depan guna menunggu sang suami.
**
Perusahaan Wicaksono.
Pram , Hendra dan Rani baru saja selesai bekerja. Pram meminta Hendra mengantarkan Rani pulang, sedangkan ia akan di antar oleh sopir kantor.
"Tidak apa, Tuan. Saya bisa naik taksi" Ucap Rani tak enak.
"Tak ada penolakan. Berangkatlah hari sudah makin malam" Balas Pram datar.
Pram langsung masuk ke mobil dan menyuruh sopir untuk segera berangkat. Pram sudah yakin bahwa istri nya masih menunggu.
Hendra memegan tangan Rani dan membawa nya masuk ke mobil. Lalu ia melajukan mobil dengan kecepatan sedang.
"Tuan, aku merasa tak enak pada Tuan Pram" Cicit Rani tak enak.
"Tidak apa, Ran. Aku senang kok" Seleneh Hendra dengan tersenyum.
"Haiss kau ini" Kesal Rani.
__ADS_1
Ya hubungan mereka sudah lebih akrab , bahkan Hendra sudah berapa kali membawa Rani jalan-jalan.
"Hend, boleh aku bertanya?" Tanya Rani gugup
"Boleh" Balas Hendra.
"Bagaimana dengan hubungan kita ini? Kau tau Orangtuaku selalu menanyakan kedekatan kita? Aku aku bingung harus berkata apa" Ucap Rani terbata.
"Nanti aku akan mampir dulu dan akan bertemu dengan Orangtuamu" Jawab Hendra tenang.
Rani menghela nafas kasar, ia bingung dengan status kedekatannya dengan Hendra. Bahkan para karyawan kantor sudah banyak yang membicarakannya.
Selang beberapa saat, Hendra sampai di depan rumah Rani. Rumah sederhana yang sangat bersih dan terawat.
Rani mengajak Hendra masuk terlebih dahulu. Di ruang tamu sudah ada Orangtua nya yang sedang menonton tv.
"Nak, kenapa baru pulang?" Tanya Ibu Rani khawatir.
"Ayah, Ibu ada yang akan Mas Hendra bicarakan" Ucap Rani gugup
"Mari, Nak. Duduklah" Balas Ayah dengan ramah.
Hendra duduk berhadapan langsung dengan Ayah Rani. Sedangkan Ibu dan Rani berlalu ke dapur untuk menyiapkan makanan dan minuman untuk mereka.
"Ada apa, Nak Hendra?" Tanya Ayah Rani.
"Begini, Ayah. Malam minggu besok saya akan melamar Rani bersama keluarga Bos saya" Ucap Hendra tegas.
"Apakah kamu yakin, Nak? Lihatlah Rani ini hanya orang biasa bahkan kami hanya petani saja. Kami bukan orang yang sepadan dengan anda" Balas Ayah Rani dengan tak enak. Mereka menyadari statusnya yang berbeda dengan Hendra.
__ADS_1
"Saya tidak masalah, Ayah. Karena saya menyayangi anak anda bukan harta anda. Bagi saya harta bisa di cari tetapi kenyamanan tidak akan bisa sembarang tempat di dapatkan" Ucap Hendra lebih tegas
"Baiklah. Bawa keluargamu kemari sesuai ucapanmu. Tapi maaf jika Ayah dan keluarga tidak menghidangkan makanan yang sangat mewah" Malu Ayah dengan menunduk.
"Seadanya saja, Ayah. Jangan di paksakan karena masakan Rani dan Ibu pun lebih nikmat" Ucap Hendra tersenyum.
Ibu nya tersenyum haru saat melihat ke gigihan Hendra dan semangatnya untuk memperjuangkan Anak perempuannya.
Rani menunduk malu saat Ibu tersenyum menggoda nya. Bahkan ia langsung ke kamar untuk membersihkan badan.
Ibu langsung menghidangkan minuman dan makanan ringan untuk menemani mereka mengobrol.
"Silahkan, Nak" Ucap Ibu ramah.
"Terimakasih, Bu" Balas Hendra , lalu ia mengambil minum dan meneguknya.
Hendra berpamitan karena sudah hampir jam 10 malam. Dia berniat akan pulang ke Mansion Wicaksono dan memberitahukan pada Tuan dan Nyonya Wicaksono. Setelah kepergian Orangtua nya, merekalah yang ia anggap Orangtua sampai kapanpun.
Hendra melajukan mobil dengan perasaan senang. Ia sangat bahagia saat telah menyampaikan niatnya untuk melamar Rani. Wanita yang selalu memberi kenyamanan selama beberapa bulan terakhir ini.
Hendra menyadari perasaannya saat melihat Rani tertawa dengan Pria lain. Ia merasa sangat cemburu bahkan ingin sekali menghajar Pria tersebut.
Hendra memarkirkan mobil di halaman Mansion Wicaksono. Ia masuk dan langsung menuju ke ruang makan karena ia sangat lapar belum makan malam.
Pram menatap heran karena Hendra masuk dengan raut wajah bahagia nya.
.
.
__ADS_1
.