
Pagi Hari.
Kinan dan Pram sudah duduk di dalam pesawat dengan raut bahagianya. Kinan sudah sangat ingin bertemu dengan kedua anaknya.
"Aku tak sabar ingin memeluk Twins, Mas" Ucap Kinan bahagia.
"Sabar, kita akan bikin kejutan untuk Twins" Balas Pram terkekeh.
Pram sangat bahagia karena sang Istri yang tak pernah murung lagi saat dinyatakan sembuh. Dia rela mengeluarkan uang banyak yang terpenting istrinya sembuh.
Kinan merebahkan kepalanya di dada bidang sang suami lalu ia memejamkan matanya karena lelah. Kemarin ia belanja dengan sangat antusias untuk keluarga serta para Art di Mansion. Tak lupa ia juga membeli banyak hadiah untuk sang Kakak, kakak ipar dan keponakannya.
Pram dengan senang hati memeluk Kinan dengan sayang. Ia sangat suka saat istrinya yang bermanja.
**
Mansion Wicaksono
Twins R sedang menonton tv dengan kedua Nenek dan Kakek nya. Mereka selalu berkumpul saat sesudah makan malam.
Entah kenapa Riffa sangat merindukan Mommy dan Daddy nya.
"Kakek" Panggil Riffa.
"Kenapa sayang?" Tanya Robert.
"Coba telepon Daddy dong, aku ingin bicara dengan mereka" Jawab Riffa lirih.
Wulan dan Natta menghela nafas. Begitulah Riffa jika dihadapan mereka dia akan bersedih kala rindu dengan Orangtua nya. Tetapi jika sudah VidioCall dia akan bahagia bahkan memberi support sang Mommy nya.
__ADS_1
Riffa menunggu dengan wajah sendu nya. Tetapi ia melihat Kakeknya yang sudah menelpon ke 3 kali nya tidak di angkat oleh sang Daddy.
"Tidak aktif sayang. Mungkin sedang mengantar Mommy kontrol" Ucap Robert dengan tersenyum.
"Hmmmm yasudah gapapa" Balas Riffa lesu.
"Mending main game aja yuk sama Abang" Ajak Raffa dengan semangat.
Lalu mereka menuju ruang bermain. Disana Raffa menghibur adik kembarnya dengan sangat semangat.
Sedangkan para Kakek dan Nenek sedang mencoba terus menelpon Pram dan Kinan.
"Kenapa ya, tidak biasa nya Pram mematikan Hp nya" Ucap Wulan khawatir.
"Mungkin mereka sedang kontrol kesehatan Kinan, Wulan" Balas Betrand menenangkan.
"Kitak tak boleh panik atau khawatir , karena takut Twins ikut sedih" Ucap Nata dengan berusaha tenang. Dan hanya di balas anggukan oleh mereka.
"Yuk waktunya tidur" Ajak Wulan lembut.
"Oke" Balas Twins tersenyum.
"Boleh tidak Iffa bobo dengan Nenek dan Oma?" Tanya Riffa dengan wajah lucu.
"Boleh dong sayang" Jawan Nata dengan gemas.
"Raffa mau tidur sama siapa?" Tanya Wulan
Raffa berbalik dan menatap sang Nenek dengan malas. Dia sudah terbiasa tidur sendiri jadi mau di paksa bagaimana pun ia akan menolak di temani.
__ADS_1
"Aku kan laki-laki jadi aku akan sendiri" Putus Raffa dengan tegas.
Nata dan Wulan terkekeh karena wajah kesal Raffa yang sangat lucu. Wulan sering sekali menggoda Cucu lelaki nya karena ia akan sangat senang melihat wajah kesal nya.
Lalu mereka berjalan ke arah kamar masing-masing. Karena kamar Twins R terletak di lantai bawah, agar mencegah terjadi hal buruk pada mereka saat naik tangga.
Raffa masuk ke kamar nya sendiri dengan wajah dingin yang sangat dominan dengan Pram.
Sedangkan Riffa akan tidur dengan di temani kedua Nenek nya. Dengan begitu Riffa bisa mengobati rasa rindu pada sang Mommy.
**
Sedangkan para Kakek sudah menunggu sang istri masing-masing di kamarnya. Tetapi mereka bingung kemana perginya mereka hingga belum kembali ke kamar.
Mereka menunggu sang Istri sampai tertidur dengan pulasnya di atas ranjang.
*
Sedangkan Pram dan Kinan baru saja sampai di Mansion jam 3 dini hari. Mereka langsung masuk ke kamarnya untuk beriatirahat.
Bahkan Kinan sudah tertidur di jalan saat menuju pulang ke Mansionnya. Mereka di jemput oleh salah satu anak buah nya.
Dengan penuh hati-hati Pram meletakan Kinan di atas ranjang , lalu ia menyelimuti nya sampai dada.
CUP
Pram mencium kening Kinan dengan tersenyum. Lalu ia berjalan ke arah kamar mandi karena ingin membersihkan dirinya.
.
__ADS_1
.