
Kinan dan Pram turun dari mobil lalu masuk kedalam perusahaan tersebut. Para karyawan menyapa dengan sopan.
Pram mengajak Kinan ke ruangannya karena Hendra sudah menunggu.
Ting.
Saat Pram akan masuk ke ruangannya ia di kejutkan oleh sekertarisnya.
"Maaf Tuan , Nyonya kalian di tunggu di ruangan rapat" Ucap sekertarisnya dengan gugup.
Pram hanya mengangguk dan membawa Kinan ke ruang rapat. Kinan hanya menghela nafas saja saat suaminya sangat cuek.
Ceklek.
Pram langsung duduk di kursi yang sudah disediakan, sedangkan Kinan ia duduk di sisi Pram.
"Rapat bisa di mulai" Ucap Pram dengan tegas.
"Sebentar, rapat apa ya Tuan?" Tanya kepala Divisi pemasaran dengan wajah takut dan kaget.
"Tamu itu kan rekan kerja kita , jadi saya harus tahu bagaimana kinerja kerja nya agar saya bisa mempertimbangkan kembali" Balas nya dengan santai.
"Ta ta pi Tuan , mereka ti tidak datang untuk rapat" Gugup kepala divisi tersebut.
"Maaf Tuan, bukankah Direktur di perusahaan ini itu, Dia" Ucap CEO perusahaan Diamond sambil menunjuk Lelaki paruh baya yang ada di sisi Hendra.
"Iya memang saya Direkturnya, tetapi dia adalah CEO perusahaan Wicaksono termasuk perusahaan ini" Balas Direktur tersebut dengan enteng.
Lalu Hendra memberikan berkas kepada Lelaki tersebut.
__ADS_1
"Silahkan baca" Tegas Pram.
Lalu lelaki dan kepala divisi tersebut membaca nya dan mereka sangat terkejut karena mereka ketahuan curang.
"Kalian tahu, bukan penjara yang akan menunggu kalian tetapi hewan peliharaanku yang akan menunggu kalian" Ucap Pram dengan aura dingin dan menyeramkan.
Mereka bergedik ngeri hanya Hendra dan Kinan yang biasa saja.
Lalu lelaki tersebut melihat Kinan yang sedang santainya duduk dan mendengarkan mereka yang sedang tegang.
Dengan sekali hentakan Pistol yang di pegang CEO Diamond sudah mengarah ke arah Kinan. Sontak mereka langsung kaget tetapi tidak dengan Hendra dan Pram mereka hanya menyirangi.
"Kalau kalian menangkapku akan aku tembak wanita itu" Ancamnya dengan tegas.
"Heh, coba saja kalau berani" Tantang Kinan dengan santai.
Dor
Bukan Kinan yang tertembak tetapi Lelaki tersebut yang di tembak oleh Kinan tepat di pundaknya.
Lalu anak buah Pram mengamankan mereka bertiga, dan mereka di bawa ke markas yang ada disana.
"Wow kau hebat sayang" Decak Pram dengan kagum karena kecepatan Kinan dalam menembak.
"Hei kalau saja aku kemarin tidak sedang hamil sudah pasti Bella akan babak belur olehku" Sombong Kinan dengan terkekeh.
Pram lalu memeluknya karena gemas, sedangkan Hendra dan Direktur perusahaan keluar karena akan makan siang.
***
__ADS_1
Kinan dan Pram langsung pulang menuju Hotel, mereka tidak akan lama di Negara tersebut.
"Mas makan siang dulu yuk di Restoran depan Hotel" Ajak Kinan
"Baiklah, untuk Tuan Putri apapun" Goda Pram dengan terkekeh.
Kinan langsung tertawa kecil karena baru kali ini Pram menggoda nya.
Mereka langsung masuk saat sampai di Restoran tersebut.
"Mbak" Panggil Kinan saat mereka sudah menemukan tempat duduk.
Seorang pelayan langsung menghampiri meja Kinan.
"Mau pesan apa, Mbak, Mas?" Tanya pelayan tersebut.
"Aku mau steak dan Jus lemon, Sayang" Ucap Pram yang mengerti dengan tatapn Kinan.
"Yaudah Mbak , Steak 1 terus minuman Jus Lemon nya 2 , dan 1 kepiting saus lada hitam ya Mbak" Ucap Kinan , setelah mencatat pesanan Kinan , pelayan tersebut langsung undur diri.
"Sayang, bagaimana kabarnya Loly?" Tanya Kinan dengan serius.
"Dia makin cerdas , aku yakin dia akan sukses sayang. Sangat di sayangkan Orangtua yang menyianyiakan nya" Balas Pram menghela nafas. Pram kasihan dengan nasib sahabat anaknya tersebut. Dia akan mencaritahu siapa sebenarnya Orangtua kandung Loly.
***
**Maaf telat Up nya dan sedikit lagi yaaa Up nya. Authornya lagi ada acara jadi harap maklum ya.
Terimakasih**.
__ADS_1