Suami Posessif

Suami Posessif
Bab 37. Cobaan


__ADS_3

Delon memasuki kamar pengantin yang di pesan khusus untuk pasangan itu. Kamar yang sudah di dekorasi seindah mungkin untuk pengantin baru.


Kal sudah tertidur pulas di gendongan Delon, sama sekali tidak tahu kemana suaminya itu membawanya. Yang penting dia nyaman saja tidur di dekapan suaminya.


Rasa lelah membuat kantuk Kal tak dapat di tahan lagi. Hingga tidur dengan pulasnya dan sedikit mendengkur halus.


Delon tidak mempermasalahkan tidur Kal yang mendengkur itu. Hal biasa yang akan terjadi jika sudah tidur terlalu nyenyak dalam kondisi lelah.


Membaringkan tubuh Kal di ranjang, Delon bingung sendiri harus bagaimana.


"Gaunnya gimana, ya? Tidak mungkin di biarkan tanpa di buka."


Delon mengulurkan tangannya menyentuh gaun Kal. Perlahan ia memiringkan tubuh istrinya dan membuka seleting gaun itu. Secara perlahan pula Delon menarik gaun Kal lepas.


Saat gaun sampai bagian perut, Delon menelan salivanya kasar. Ia begitu tergoda melihat sesuatu yang sangat menonjol dan begitu besar di depan matanya.


Ingin rasanya menyentuh kedua bukit kembar itu, tapi itu tidak mungkin di lakukan. Sama saja dia mencuri kesempatan saat istrinya tidur.


Berusaha fokus dan tetap menarik gaun Kal lepas, kali ini Delon lebih tersiksa lagi saat mendapati manset pendek sang istri yang membuat kedua kaki jenjang dan indahnya terlihat jelas.


Belum lagi ... Ah, sungguh godaan yang sangat besar bagi Delon.


"Tahan, tahan, tahan," gumamnya terus melepaskan gaun.


Setelah gaun terlepas sepenuhnya, Delon melemparkan gaun itu asal dan segera ke kamar mandi.


Bisa saja pria itu meminta bantuan Vera untuk membukakan gaun Kal. Atau pelayan hotel, atau istrinya Edo. Tapi Delon yang memiliki sikap posessif tidak ingin tubuh istrinya di lihat orang lain.


Apa lagi tubuh istrinya begitu uwaow, dia saja sampai merasa on melihatnya.


"Huh ... Apa karena sudah kelamaan menduda, ya? Tapi selama ini aku mampu menahannya, kenapa sekarang tidak?" Gumam Delon yang sedang mandi.


Selesai mandi dan memakai piyama hotel, pria itu berbaring di samping Kal yang tidur nyaman. Dengan cepat Delon menutupi tubuh Kal dengan selimut karena tadi ia lupa.


"Hampir saja," gumamnya lagi seraya mengusap dada.


Sungguh tubuh istrinya adalah godaan yang sangat besar untuknya. Memejamkan mata dengan posisi tangan memeluk tubuh Kal dari atas selimut.


Delon tidak berani menyentuh langsung tubuh Kal yang hanya memakai manset baju tanpa lengan dan celana manset pendek.


Delon akhirnya tertidur dengan pulas juga karena lelah. Tapi lelahnya karena menahan gejolak jiwa yang membara namun tak tersalurkan.


Jam menunjukkan waktu hampir pagi, hanya saja maish cukup gelap untuk membuka mata. Kal terbangu saat merasakan sesuatu yang keras di pelukannya.

__ADS_1


Meraba sesuatu yang di sentuhnya dengan lembut. Meyakinkan diri dan mencoba mengingat apa yanh di sentuhnya. Karena Kal berpikir mungkin itu gulingnya.


Kedua mata Kal melotot kaget saat merasakan ada helaan napas yang terasa di tangannya. Sontak saja gadis itu bergerak dan menendang sesuatu yang di sentuhnya.


Bruk.


Arghh ...


Kal menutup mulutnya dengan tangan kanan saat baru menyadari kesalahannya. Ia baru ingat kalau sudah menikah. Dan yang di peluknya tadi adalah suaminya.


Haduh, kebiasaan Kal yang selalu repleks kalau kaget.


"Maaf Mas, maaf. Aku tidak sengaja, soalnya tadi kaget." Kal panik dan segera turun dari kasur.


Mendekati Delon yang sudah duduk di karpet sembari memegangi bokongnya yang sakit.


"Mana yang sakit, Mas? Aduh, maaf." Kal ikut memejit pinggang suaminya begitu saja karena panik.


Delon terdiam saat merasakan sentuhan lembut Kal. Di tatapnya wajah sang istri yang nampak begitu khawatir. Namun ia sedikit menyesal juga, kenapa tadi malam tidak membersihkan wajah istrinya dari make up.


Sekarang wajah Kal terlihat begitu lucu dengan make up yang tak beraturan. Kemungkinan bantal yang di gunakan gadis itu juga terkena make up.


"Masih sakit, Mas?" Tanya Kal mengagetkan Delon.


"Belum sehari, kamu sudah banting Mas," ucapnya dengan nada dingin.


Delon memainkan sedikit trik untuk menghukum istrinya yang nakal ini.


"Maaf, Mas. Aku tidak sengaja, repleks saja tadi karena kaget," ucap Kal pelan.


Kal memang terbiasa mengakui kesalahannya tanpa malu. Dan tak lupa meminta maaf jika memang berbuat salah.


"Pergi mandi!" Perintah Delon maish dengan tampang dan suara dinginnya.


Kal yang mendengar itu segera beranjak mengikuti apa yang di ucapkan suaminya. Gadis itu berlari ke kamar mandi, sempat melihat ke sana-sini untuk menemukan kamar mandi.


Delon menghela napas panjang setelah Kal masuk ke kamar mandi dan menutup pintu. Jiwanya terasa akan meledak melihat kemolekan tubuh istrinya.


Apa lagi saat Kal berlari kecil tadi, bokong semok istrinya semakin membuat Delon tak berdaya.


Cobaa-cobaa, batinnya.


Kal yang sudah di kamar mandi segera melepaskan pakaiannya dan mandi di sower saja.

__ADS_1


"Eh, tapi siapa yang buka gaunku? Apa Mas Delon, ya? Atau Vera? Ah mana mungkin." Kal baru ingat dengan gaunnya yang sudah lepas.


"Apa aku yang kepaskan sendiri? Tidak juga, karena aku langsung tidur waktu di gendong Mas Delon. Atau memang Mas Delon yang buka? Hiih malunya ..." lirih gadis itu menyilangkan kedua tangannya di dada.


Meski kalau tidur ia sukanya memakai pakaian terbuka. Tapi tetap saja, memakai pakaian minim dan ketat di hadapan pria tak pernah ia lakukan.


Selesai mandi, Kal keluar dan melihat suaminya berdiri di depan pintu dengan tangan bersedekap.


"Mas! Kenapa berdiri di sini?" Tanya Kal heran.


"Tunggu di kasur," ucap Delon lalu masuk ke kamar mandi.


Kal menatap pintu kamar mandi heran, sikap Delon sedikit berubah padanya setelah kejadian tadi.


"Apa Mas Delon beneran marah, ya? Sudah pasti dia marahlah, haduh ... Gimana sih aku ini?"


Bertanya sendiri dan menjawba sendiri, itu yang di lakukan Kal. Ia merasa bersalah pada suaminya yang sudah di dorong hingga jatuh dari kasur.


Walau tubuh Delon lebih besar, tapi karena kaget membuat Kal cukup kuat untuk mampu mendorong tubuh suaminya hingga jatuh.


Duduk di kasur dengan gelisah, Kal melihat ada koper di dekat sofa dan ponselnya serta ponsel suaminya di meja.


Mengambil ponsel itu dan membukanya, Kal membaca pesan yang di terimanya dari seseorang. Kedua mata Kal melotot saat membaca pesan itu.


"Masa sih?" Gumamnya tak percaya namun juga waspada.


Kal meletakkan ponselnya saat mendengar pintu kamar mandi terbuka. Seperti seorang istri yang ketahuan membuka ponsel suami sembarangan.


Delon mendekati Kal dan segera mengangkat tubuh gadis itu begitu saja.


"Mas, Mas, tunggu!" Kal panik saat di bawa kekasur dan di letakkan di sana.


Gadis itu berguling ke samping menjauhi Delon yang abru hendak naik.


"Kenapa?" Heran Delon melihat Kal yang menjauh.


Gadis itu bahkan merapatkan piyamanya dan menatap Delon waspada.


"Jaga jarak aman," ucap Kal yang membuat Delon semakin tidak mengerti. "Alasannya?" Tanyanya.


"Aku tidak mau kamu sakiti ya, Mas. No no no, jangan dekat-dekat sama aku."


Semakin tidak pahamlah Delon dengan maksud istrinya ini. Siapa juga yang mau menyakiti istri sendiri?

__ADS_1


__ADS_2