
Kal yang mendengar kata belum cerai dari wanita di depannya mengerutkan kening.
"Apa? Belum cerai?" Tanyanya tak percaya.
"Iya, aku hanya pergi sementara untuk bekerja. Tapi kamu sudah merebut suamiku," ucap Selly.
"Trus menurut kamu aku bakalan percaya begitu? Tidak la ya." Kal semakin memeluk manja suaminya.
Kal bahkan dengan sengaja mengecup bibir Delon di depan Selly.
"Kamu suami aku kan, Mas? Cuma punya aku," ucap Kal manja dengan wajah yang di buat seimut mungkin.
Delon yang melihat tingkah istrinya jadi tersenyum manis dan balik mengecup bibir Kal.
"Kamu juga hanya milik Mas seorang." Delon menyentuh pelan ujung hidung Kal.
Wanita itu tersenyum dan semakin bergelayut manja di pelukan Delon.
Selly yang melihat kemesraan Kal dan Delon jadi panas sendiri.
Tentu sjaa Selly tahu kalau Delon sudah menikah lagi dengan anak seorang pengusaha. Mantan suaminya yang dulu di tinggalkan saat masih merintis usaha kini sudah menjadi sangat berjaya.
Ada rasa sesal di hati Selly saat melihat Delon yang jadi penguasa besar. Sedangkan pria selingkuhannya yang membawanya pergi. Kini sudah bangkrut dan jatuh miskin.
Itulah sebabnya Selly selalu berusaha untuk mencari tahu di mana keberadaan Delon. Karena pria itu yang tidak pernah menetap lama di satu tempat.
Namun begitu mendengar kabar yang sangat menggemparkan tentang pernikahan Delon. Selly berniat untuk menemui Delon dan membuka semua kenangan indah mereka.
Berharap dengan begitu Delon akan mau kembali padanya. Dan hidupnya akan kembali berjaya tanpa harus menjadi simpanan.
"Delon, aku ..."
Kalimat Selly tergantung karena ia sudah tidak menemukan siapa-siapa lagi di depannya. Wanita itu melihat ke segala arah dan tetap tidak menemukan keberadaan Delon.
"Delon!" Teriaknya.
Tapi tidak juga mendapati yang di carinya kecuali orang-orang yang baru kembali dari restoran.
Selly menghentakkan kakinya ke lantai dengan perasaan kesal. Ia merasa sedang berhalusinasi saat ini. Tapi ia sedikit menyangkal karena merasa memang berdebat dengan Kal tadi.
"Aku harus mencari tahu," gumamnya dan segera pergi menuju lantai bawah.
Sedangkan orang yang di cari sudah di dalam lift menuju lantai di mana kamar mereja berada.
__ADS_1
Jangan lupakan tatapan tajam Kal yang terus menatap suaminya. Suara dan sikap manjanya tadi sudah berubah dan hinga begitu saja. Berganti dengan wajah kesal dan jutek.
"Sini dong, sayang." Kal menepis tangan Delon yang lagi-lagi ingin menyentuhnya.
"Sebelum ada penjelasan, jangan harap bisa sentuh," ucap Kal tak main-main.
Delin menghela napas malas karena di minta untuk menjelaskan tentang mantan istrinya tadi.
"Untuk apa sih bahas-bahas dia? Dia cuma masa lalu sayangku," kata Delon.
"Justru itu harus Mas katakan meski beberapa saja. Jadi aku tahu bagaimana harus berhadapan dengan dia jika bertemu lagi nanti," ujar Kal pula.
Kal tidak main-main dengan keinginannya, ia ingin tahu penyebab perceraian suaminya dengan Selly. Juga tentang wanita di pesta yang terlihat sangat mencurigakan itu.
"Tidak akan ada pertemuan lagi dengannya, percayalah."
"Tetap harus Mas katakan. Atau Mas masih menyimpan rasa untuknya? Itu sebabnya Mas tidak mau bicara apa-apa mengenai pernikahan pertama Mas dulu?" Kal memicingkan kedua matanya pada sang suami.
"Rasa apa sih sayang? Tidak ada rasa apa-apa."
"Kalau begitu tidak masalah kalau harus Mas ceritakan. Kalau Mas tidak mau mengatakan, itu artinya Mas masih punya rasa," kekeh Kal.
"Rasa apa?" Tanya Delon yang tidak mau bercerita juga.
"Rasa strowberi, rasa anggur, rasa jeruk," sahut Kal kesal.
"Semua rasa-rasa yang Mas punya sudah untuk kamu seorang istriku," bujuk Delon.
Kal mendengus dan tidak berbicara lagi. Bukan maksudnya memaksakan kehendak pada sang suami. Kal hanya tidak ingin seperti sebelumnya yang tidak tahu apa-apa tentang pasangannya.
Karena dulu ia yang terlalu percaya pada Boy ketika mengatakan hanya Kal satu-satunya dan tidak punya mantan. Serta masa lalunya tidak ada masalah apa-apa. Akhirnya Kal harus menerima kenyataan pahit kalau ia di bohongi.
"Oke, oke, nanti di kamar Mas ceritakan." Pasrah Delon mengalah pada Kal.
"Beneran, ya?" Kal menatap suaminya.
"Iya," sahut Delon sembari ingin menarik tubuh Kal mendekat.
"Jangan dekat-dekat sebelum semuanya jelas dan terang benderang." Kal masih saja tidak mau dekat-dekat dengan Delon.
Apa lagi yang bisa di lakukan pria itu kalau sudah mendapatkan penolakan lagi. Hanya bisa pasrah dan menunggu.
Setelah sampai di kamar mereka, Kal segera berganti pakaian dan duduk manis di kasur menunggu suaminya datang.
__ADS_1
Delon datang dengan pakaian tidurnya dan duduk di sebelah Kal yang sudah menanti.
"Sekarang cerita." Tuntut Kal yang membuat Delon hanya bisa mengangguk setuju.
Bagaimanapun juga, Delon tetap harus menceritakan pada istrinya sedikit tentang masa lalunya. Semua itu juga demi membangun rasa saling percaya antara mereka karena tidak saling menyembunyikan rahasia apapun.
"Perempuan tadi namanya Selly Andin, dia mantan istri Mas. Dia pergi dan ceraikan Mas sewaktu perusahaan masih dalam tahap berkembang. Gaya hidupnya yang mewah dan harus serba mahal jadi salah satu alasan kenapa dia pilih cerai. Alasan lainnya karena Mas yang di nilainya terlalu kaku dan kurang perhatian."
Delon menatap Kal yang dengan serius mendengarkan ceritanya.
"Seperti yang kamu tahu, Mas sedikit bicara dan itu jadi pembahasannya juga. Dulu juga dia sering pergi entah kemana setiap Mas sibuk kerha dan memang jarang pulang. Sebenarnya semua itu Mas lakukan karena ingin memberi dia kehidupan yang lebih baik. Tapi dia tidak tahan dan lebih memilik mundur."
"Tiba-tiba saja dia kasih Mas surat cerai dan paksa Mas untuk tanda tangan. Dia bilang mau nikah sama pria yang jauh lebih kaya. Karena dia terus bicara sambil merendahkan Mas yang belum terlalu sukses. Surat itu Mas tanda tanganu saja dan kami resmi bercerai."
"Sudahkan?" Delon bertanya pada Kal setelah mengatakan secara rinci alasan perceraiannya.
Terdengar sederhana memang, tapi yang namanya perselingkuhan karena harta dan di beri bonus hinaan. Pasti sangat menyakitkan, Kal juga sudha merasakannya meski hanya sebatas pacaran.
"Trus perempuan yang datang ke pesta kita itu siapa? Pandangannya sama Mas itu kelihatan beda," ucap Kal.
Delon mengerutkan keningnya dan mencoba berpikir. Siapa kira-kira yang di maksud oleh istrinya.
"Perempuan yang mana?" Tanya Delon karena tak juga menemukan siapa yang di maksd sang istri.
"Itu loh, Mas. Perempuan yang datang sama Mr ... Mr siapa itu namanya? Aku lupa," kata Kal sembari nyengir.
Ah! Ternyata perempuan itu. Delon sudah tahu sekarang.
"Perempuan itu adalah temannya Selly, dia yang pertemukan Selly sama selingkuhannya. Dia juga yang berperan cukup besar terhadap perselingkuhan itu."
Kal mengedipkan matanya tak percaya dengan apa yang di dengarnya.
"Masa sih, Mas? Teman itu harusnya kan saling mendukung dalam kebaikan. Kalau temannya berbuat salah, kita harus menegurnya."
"Tapi nyatanya mereka tidak, istriku."
Delon menarik tubuh Kal dalam dekapannya dan mereka berbaeing bersama.
"Ck,ck,ck, ternyata mereka berdua spesies yang harus di basmi ya, Mas? Tidak boleh di dekati kalau begitu," ucap Kal geleng kepala.
Delon tersenyum mendengar ucapan Kal.
"Sudahlah, biarkan saja mereka."
__ADS_1
Keduanya tidur dan melupakan cerita mereka tadi. Kal juga sudah merasa cukup setelah mendengar cerita Delon.
Mungkin seiring berjalannya waktu nanti, dia akan tahu lebih banyak hal, batinnya.