Suami Posessif

Suami Posessif
Bab 38. Malam pertama penuh drama


__ADS_3

"Maksud kamu apa?" Tanya Delon.


"Pokoknya jangan dekat-dekat," ucap Kal kekeh.


Delon menghela napas panjang dan bingung.


"Dosa besar bagi istri yang menolak suami," kata Delon yang membuat Kal melotot.


"Apaan sih, Mas? Bawa-bawa dosa segala." Cemberut Kal menatap suaminya.


"Itu fakta dan teruslah menjauh, karena malaikat sedang mencatat kesalahan kamu." Delon duduk santai di tempatnya.


Kal yang takut dengan ucapan suaminya segera berguling lagi dan mendekati Delon. Begitu Kal mendekat, Delon segera mengungkung tubuh Kal di bawahnya.


"Mas! Kamu nipu aku, ya?" Protes Kal kaget saat tiba-tiba di kurung oleh dua lengan besar dan kekar.


"Nipu gimana?" Tanya Delon.


"Mas, modus kan bilang aku berdosa supaya bisa seperti ini." Kal menahan tubuh suaminya yang semakin turun mendekat.


"Kamu bisa cari artikelnya kalau tidak percaya." Delon semakin menekan tubuh Kal di bawhanya.


Tapi Kal tidak mau kalah dan berusaha menahan sekuat tenaganya.


"Mas, mau apa?" Tanya Kal saat wajah Delon di dekatkan ke arahnya.


"Mau hukum istri." Kal jadi panik sendiri dengan hukuman yang akan di berikan.


Delon semakin mendekatkan tubuh dan wajahnya pada Kal. Gadis itu memiringkan kepalanya ketika Delon hendak mengecupnya. Jadilah telinga Kal yang kena kecupan.


Tak ingin kehilangan akal, Delon meniup telinga Kal yang membuat gadis itu merinding.


Kal menutupi telinganya agar tidak di tiup lagi oleh Delon. Dan kesempatan itu di gunakan Delon untuk menimpa tubuh Kal.


Walau tidak sampai menindih sepenuhnya karena Delon tidak mau menyakiti istrinya.


"Geser Mas, aku susah gerak." Kal terus menggerakkan tubuhnya berusaha lepas.


"Kamu tahu malam pertama pengantin baru?" Tanya Delon berbisik yang membuat Kal menghentikan gerakannya.


"Maksud Mas, apa?" Tanya Kal.


"Hukuman kamu adalah diam saja menerima apa yang akan Mas lakukan," kata Delon

__ADS_1


"Tunggu! Tunggu!" Kal menahan wajah Delon yang hendak mengecup lehernya.


"Kenapa lagi? Kamu sudah berdosa besar karena terus menolak suami." Delon geram sendiri dengan istrinya.


Mau malam pertama saja banyak sekali dramanya, batin Delon.


"Tidak usah bawa-bawa dosa kenapa sih, Mas? Serem tahu," protes Kal.


"Habis kamu banyak banget penolakannya, Mas mau melakukan kewajiban kita sebagai suami istri." Delon berucap tegas menatap Kal.


Kedua mata gadis itu berkedip-kedip menatap suaminya yang sepertinya banyak bicara pagi ini.


"Tapi kata Mas Edo, aku tidak boleh dekat-dekat sama, Mas Delon. Katanya nanti aku Mas makan sampai tidak bisa jalan kalau dekat-dekat," ucap Kal polos.


Gadis itu akhirnya mengatakan sebab dari ia yang terus berusaha mengelak dan menjauh. Rupanya Edo yang menjadi biang keroknya. Si pengirim pesan yang membuat Kal takut di dekati suaminya.


Delon yang mendengar ucapan Kal menghela napas panjang. Teman sekaligus kakak iparnya itu ternyata sedang mengerjai dirinya. Kal yang masih polos dengan hubungan dan kedekatan terhadap lawan jenis, di manfaatkan oleh Edo.


"Lihat Mas baik-baik," tegas Delon yang membuat Kal tidak bisa menolak.


"Mas, bukan pria yang bisa menyakiti perempuan yang sudah jadi pasangan. Apa lagi kalau sudah jadi istri, Mas tidak akan menyakiti kamu apapun yang terjadi. Bagaimana mungkin Mas mau makan kamu sampai habis? Mas tidak mau jadi duda untuk yang kedua kalinya."


Delon berucap panjang lebar menjelaskan pada Kal. Dan cukup di sadari pria itu kalau dia jadi banyak bicara juga pagi ini. Tapi mau bagaimana lagi?


"Diam dan nikmari apa yang akan Mas lakukan, oke! Dan kali ini tidak ada lagi penolakan seperti tadi, atau Mas akan benar-benar menghabisi kamu. Bahkan sampai tidak bisa turun dari kasur kalau kamu berani menolak Mas lagi," ancam Delon.


"Jangan, Mas. Jahat banget sih," ucap kal dengan memajukan bibir bawahnya.


Delon yang melihay bibir bawha Kal di majukan jadi gemas sendiri. Tanpa aba-aba ia mengecup bibir itu. Dan seterusnya, hanya mereka yang tahu ...


Dua jam kemudian ...


Matahari sudah menampakkan cahayanya yang terang dan hangat. Namun tak sehangat hati Delon yang sedang bahagia.


Menjadi yang pertama untuk istri adalah hal terindah yang begitu di syukurinya. Meski hanya satu jam saja ia menyalurkan gelora jiwanya pada snag istri.


Itu sudah cukup untuknya, Delon tidak mau terlalu memaksa sampai benar-benar puas saat ini. Apa lagi pengalaman pertama istrinya yang benar-benar polos dengan hubungan intim antara pria dan wanita.


Delon merapikan rambut Kal yang menghalangi pandangannya. Gadis yang sudah di buatnya menjadi wanita itu kembali tertidur setelah melayani Delon.


"Terimakasih, sudah menjaga semua ini hanya untukku," ucapnya.


Mendekat kan wajah mereka dan mengecup kening Kal penuh ci ta dan sayang. Ya cinta, Delon mulai membuka hatinya hntuk Kal sejak resmi bertunangan.

__ADS_1


Dan setelah menikah pria itu semakin mengumbar cintanya untuk sang istri.


Kal menggeliat merasakan kecupan dari Delon, matanya perlahan terbuka. Pemandangan pertama yang di lihatnya adalah wajah Delon yang tersenyum manis padanya.


Kal diam dan terus mengamati senyum di wajah tampan suaminya yang baru pertama kali di lihatnya. Biasanya pria itu hanya tersenyum seadanya saja, dan kali ini berbeda dari biasanya.


"Mau sarapan apa?" Tanya Delon sembari mengelus lembut pipi kiri Kal. Karena posisi Kal tidur miring menghadap Delon yang ada di kanan.


Kal tetap diam dan masih mengumpulkan semua ingatannya tentang apa yang terjadi pada mereka berdua. Apa lagi di leher suaminya ada bekas gigitan yang sangat terlihat jelas.


Suasana yang tenang dan damai itu tiba-tiba berubah jadi berisik. Delon cukup kaget juga dengan apa yang terjadi.


"Hhuaaa ..."


"Sayang, kenapa?" Panik Delon mendengar Kal menangis.


"Mas, jahat. Katanya tidak sakit dan enak, nyatanya sakit banget," ucap Kal di tengah tangisnya.


Delon melongo sebentar sebelum akhirnya tahu maksud dari tangisan istrinya.


"Memang sebentar kan? Selebihnya enak," ucap Delon yang mendapat pukulan dari Kal.


"Enak darimana? Sekarang saja masih sakit," protes Kal manja.


Sikap yang selalu Kal tunjukkan pada seseorang yang di sayanginya. Lemah dan manja, itulah Kal kalau bersama keluarganya.


"Tidak akan lama sakitnya, nanti sembuh kok, ayo mandi dulu. Mandi pakai air hangat biar relaks."


Delon mengulurkan tangannya bersiap untuk menggendong Kal.


"Mana piyama aku, Mas?" Tanya Kal menghentikan gerakan Delon.


Pria itu melihat-lihat di bawah kasur dan tidak mendapati benda yang di tanyakan. Setelah menemukannya tersangkut di sofa yang posisinya sedikit jauh.


Delon turun dari kasur dan mengambil piyama hotel milik Kal. Seganas apa dia sampai bisa piyama Kal terlempar jauh?


"Tutup mata!" Ucap Kal setelah menerima piyamanya.


Delon balik badan membelakangi Kal, tidak ingin berdebat lagi karena waktu sarapan hampir lewat.


Setelah Kal memakai piyamanya, barulah Delon menggendong Kal ke kamar mandi. Berendam di air hangat yang di beri aroma sabun yang menenangkan cukup membuat tenang memang.


Delon juga ikut berendam bersama istrinya, meski Kal sempat menolak. Tapu Delon tidak perduli dan ikutan berendam saja. Walau godaan besar di dapatkan pria itu.

__ADS_1


__ADS_2