
Kal duduk dengan kebosanan di pesawat yang masih mengudara. Apa lagi dia tidak tahu harus berbuat apa di sana. Kemana dia di bawa pergi suaminya dengan alasan bulan madu, dia juga tidak tahu.
Bahkan kini suaminya sendiri sibuk dengan majalah bisnis di tangannya.
Kal mendengus kesal karena merasa di acuhkan dan tidak punya teman bicara. Menghidupkan tb kecil di depannya dan menonton acara yang ada di sana.
Semakin malaslah Kal di menonton karena acaranya hanya seputar bisnis.
"Hah!" Kesal wanita itu sembari melemparkan bantal di tangannya ke sembarangan arah.
Berdiri dari duduknga dan berjalan entah kemana, yang penting ia bisa menghilangkan sedikit kebosanannya.
Delon mengalihkan pandangannya pada sang istri yang terlihat begitu kesal.
"Mau kemana?" Tanyanya saat melihat Kal hendak pergi.
"Langit," sahut Kal asal karena marah pada suami yang lebih memilih majalah dair pada dirinya.
"Maksudnya?" Kening Delon mengerut mendengar jawaban istrinya.
Kal hanya mengangkat kedua bahunya acuh dan terus berjalan ke arah depan. Delon berdiri dan mengikuti ke mana istri akan pergi.
"Mbak! Kemana tujuan pesawat ini terbang?" Tanya Kal pada Pramugari yang duduk di dekat pintu ke bagian Pilot.
Kedua Pramugari yang tadi sedang duduk santai itu sontak berdiri melihat kedatangan Kal dan Delon di belakangnya.
"Ke ..." Pramugari itu menggantung ucapannya lalu menunduk.
Delon melotot di belakang Kal, memberi tanda kalau tidak ada yang boleh memberitahu kemana tujuan mereka saat ini.
"Ke?" Kal mengikuti ucapan Pramugari itu dengan maksud supaya mendapat kelanjutan.
Tapi bukannya kelanjutan kalimat yang di dapatkan. Kal malah melihat ketakutan dari kedua wanita di depannya. Tentu saja Kal bingung melihat hal itu.
Apa dia semenyeramkan itu sampai harus di takuti?
Kal menoleh kebelakang dan mendapati suaminya berdiri di belakangnya dengan tangan sedekap dan pandangan tajam.
Menghembuskan napas kesal karena tahu penyebab bungkamnya kedua wanita di depannya.
"Di mana toiletnya, Mbak?" Tanya Kal.
"Di kamar pribadi ada toilet, Nyonya Muda."
"Yang di sini saja, aku sudah tidak tahan," ucap Kal malas balik arah lagi.
"Tidka higienis."
Kal memutar pandangannya pada Delon yang bersuara. "Apanya yang tidak higienis?" Tanyanya.
"Toilet itu, ke kamar saja," kata Delon.
__ADS_1
"Malas, pergi sana! Baca tuh majalah sampai selesai. Tidak perlu peduli denganku, pegang-pegang majalah saja. Istri pajangan mau jalan-jalan," sindir Kal secara halus pada Delon.
Kal mausk ke dapam dapur pesawat yang mana memang pintunya sedikit terbuka. Melihat itu jelas membuat Delon tidak suka.
Ia tidak mau sang istri memakai sesuatu yang harus bersamaan dengan orang lain. Harus dengan dia Kal samaan dalam segala hal.
"Jangan!" Delon hendak menahan tangan Kal.
Tapi wanita itu sudah masuk lebih dulu dan segera menuju toilet.
Dekon tidak tinggal diam begitu saja melihat istrinya masuk ke bagian dapur. Apa lagi toilet dapur yang biasa di gunakan Pramugari.
"Kal! Keluar," ucap Delon mengetuk pintu toilet yang di kunci dari dalam.
"Kal!" Panggil Delon yang tak mendapatkan respon.
Kal sendiri merasa semakin kesal dengan sikap suaminya yang selalu mau di turuti. Tapi dirinya di abaikan dan tidak di perdulikan saat merasa bosan.
"Kenapa?" Tanya Kal dengan wajah tak bersahabat menatap Delon setelah membuka pintu.
"Kenapa pakai ..."
"Sst ... Kalau Mas tidak memberitahu kemana tujuan kita? Jangan bicara padaku apa lagi dekat-dekat," ucap Kal mengancam Delon.
Rasanya wanita itu sudah hampir mati penasaran dengan lamanya perjalanan mereka yang tidak di ketahui arah dan tujuannya.
Delon melotot mendengar ancaman Kal untuknya.
"Terserah," sahut Kal singkat dan memilih melihat-lihat bagian dapur.
"Mbak! Ada makanan lagi tidak?" Tanya Kal pada dua Pramugari yang berdiri diam di sudutan dapur.
"Ada Nyonya Muda, minumannya juga masih ada," sahut salah satu Pramugari.
"Aku mau dong, Mbak. Kalau bisa semua makanannya keluarin sama minumannya. Sisain buat Mbak berdua sama Pilotnya jangan lupa," ucap Kal yang membuat kedua Pramugari saling pandang.
"Tapi Nyonya Muda, perjalanan kita masih sangat jauh. Butuh waktu 10 jam lagi untuk sampai ke ..."
Lagi-lagi Pramugari itu menggantung kalimatnya sembari melirik Delon.
"Ck, kalian takut makanannya habis?" Tanya Kal mengerti maksud kedua Pramugari itu. Jika bertanya tentang tujuan juga percuma.
"Iya, Nyonya Muda." Menjawba dengan takut-takut.
"Itu urusan Tuan Kalian, yang penting bawakan aku semua makanan dan minuman. Orang pengangguran butuh banyak makan dan minum," ucap Kal sembari melirik Delon tajam.
Lagi-lagi ia menyindir suaminya sendiri yang hanya bisa tetap diam. Delon mengakui ke salahannya yang sudah mengabaikan Kal.
Bagaimanapun juga? Ini adalah kali pertama bagi Delon melakukan perjalanan jauh bersama seorang wanita.
Biasanya Delon melakukan perjalanan bisnis dengan Kris. Dan pria itu tentu tidak akan mengganggu ketenangannya.
__ADS_1
Namun kini Delon pergi liburan bersama Kal yang cukup cerewet dan mudah bosan bila hanya duduk diam.
"Lakukan," ucap Delon pada kedua Pramugari itu dengan pandangan yang masih ke pada Kal.
"Baik, Tuan Muda." Kedua Pramugari itu segera menyiapkan apa yang Kal minta.
Sedangkan Kal pergi dari dapur dan membiarkan ke dua Pramugari bekerja.
"Ambil cadangan, ganti begitu mendarat," ucap Delon sebelum pergi menyusul istrinya.
"Baik, Tuan Muda." Keuda Pramugari itu menunduk hormat pada Delon saat akan pergi.
Setelah memastikan Delon benar-benar pergi dan menjauh dari dapur. Seorang Pramugari yang mendekati temannya yang sedang menyiapkan makanan.
"Ternyata ada juga orang berani menyindir, Tuan Muda."
"Iya, istrinya Tuan Muda keren. Berani mengancam lagi."
Keduanya terkekeh pelan sembari terus bekerja.
Sedangkan Kal duduk di kursi yang di lebarkan menjadi tempat tidur. Wanita itu bermain game di ponselnya yang sedang dalam mode pesawat.
Menyadari kehadiran Delon yang mendekat padanya. Kal merebahkan tubuhnya dan menggunakan kedua kakinya untuk menutup akses bagi Delon.
Agar pria itu tidak bisa duduk di tempat yang sama dengannya. Namun Delon tak kekurangan akal melihat tingkah istrinya.
Delon menurunkan tubuhnya dan menindih Kal. Kepala pria itu juga di selipkan di antara kedua tangan Kal yang terangkat karena sedang bermain ponsel.
Sontak saja Kal kaget dengan tingkah suaminya itu. Namun ia berusaha untuk tidak memukul atau menyakiti suaminya akibat kaget.
"Mas! Apa yang kamu lakukan?"
Kal berusaha mendorong kepala suaminya yang di benamkan pria itu di dada Kal. Namun sepertinya Delon melakukan perlawanan hingga Kal tidak bisa mengangkat kepalanya.
"Mas ... Malu kalau ada yang lihat," ucap Kal.
Delon mengangkat wajahnya menatap Kal yang sedang menatapnya. "Maaf, karena Mas sudah mengabaikan kamu," ucapnya.
Kal diam masih dengan menatap Delon.
"Baru kali ini Mas melakukan perjalanan jauh bersama seorang wanita. Biasanya dengan Kris, selalu sibuk masing-masing," ucap Delon menjelaskan pada Kal apa adanya.
Kal menghela napas dan menatap ke arah lain, tapi matanya benar-benar menampakkan ketidak percayaan. Bahkan dengan julitnya Kal memutar bola matanya.
Delon yang melihat itu langsung menyerang istrinya dengan ciuman di wajah. Meski Kal meronta dan terus menghindar, Delon terus saja berusaha untuk mengecup istrinya yang nakal itu.
Kal bahkan sampai terkekeh saat Delon tidak berhasil mengecup bibirnya dan berakhir di rahang.
Delon juga ikut tersenyum bersama Kal, hal itu seolah menjadi mainan seru untuk mereka berdua. Hal sederhana yang mengundang kegemasan orang yang melihatnya.
Ya, kedua Pramugari itu sudah seleaia dengan pekerjaan mereka. Namun saat tiba di mana Tuannya berada. Mereka malah di suguhi pemandangan romantis yang membuat jiwa bergetar.
__ADS_1
Pengen punya pasangan, batin keduanya yang jiwa jomblonya meronta.