Suami Posessif

Suami Posessif
Bab 45. Mantan istri Delon


__ADS_3

Kal dan Delon sudah berada di Maldives dan istirahat di hotel. Pemandangan indah yang menyuguhkan pesona laut lepas membuat Kal betah berada di balkon kamarnya yang cukup luas.


Ada juga kursi santai di balokn itu dan kolam renang mini. Karena kamar yang mereka tempati merupakan kamar ekslusif, jadi semua fasilitasnya lengkap.


Kal menghela napasnya dengan perasaan damai. Angin sepoi-sepoi yang menerpa wajahnya sungguh menyejukkan.


Delon yang baru selesai mandi segera mencari keberadaan istrinya yang tidak terlihat di kamar.


"Sayang!" Panggilnya.


Ketika mepihat pintu balkon terbuka, pria itu segera mebdekat.


"Kenapa, Mas?" Tanya Kal santai sembari meminum jus yang sempat di pesannya.


"Tidak, Mas kira kamu pergi."


Delon ikutan duduk di kursi santai yang menghadap laut.


"Mas!" Delon menoleh pada istrinya yang memanggil.


"Kamu punya hotel yang pemandangannya begini tidak? Atau yang pemandangannya alam terbuka. Atau apapun itu yang tempatnya enak di pandang dan sejuk."


"Kenapa tanya itu?" Penasaran Delon.


"Kalau memang Mas punya, liburan nanti bawa aku ke sana, ya?" Kal tersenyum manis menatap suaminya dengan harapan di turuti.


"Kamu tahu?" Kal menggeleng.


Delon mendengus melihat respon istrinya, dan Kal yang melihat itu terkekeh. Ia memeluk suaminya dan meletakkan kepala di pundak Delon.


"Hotel ini milik kita," ucap Delon.


Kal mengangkat kepalanya dengan cepat, menatap suaminya tak percaya.


"Apa Mas? Milik kita?" Ulang Kal yang di angguki suaminya dengan yakin.


"Mas ... Tidak bohongkan?"


"Tidak istriku sayang, hotel ini memang milik kita. Mas, membangun banyak hotel di dan vila di tempat-tempat pariwisata seperti ini. Dan hotel ini salah satunya," jelas Delon.


"Beneran, Mas?" Kal masih saja tak percaya.


"Kamu ada lihat huruf A'P'A, di bagian belakang nama hotel ini? Hurufnya di dalam lingkaran bentuk telur."


Kal berpikir dan mengingat nama hotel yang mereka tempati ini.

__ADS_1


"Aku tidak ingat, Mas. Tidak lihat juga sepertinya." Wanita itu geleng kepala karena ia memang tidak melihat-lihat apa nama hotelnya.


Delon menarik ujung bathrob yang di gunakannya dan menunjukkan sesuatu pada Kal.


"Ini!"


Kal melihat ujung bathrob duaminya yang terdapat huruf kebanggaan sang suami. A'P'A.


"Jadi ... Ini beneran punya kamu, Mas?" Kaget Kal menatap suaminya.


"Milik kita, sayang. Apapun yang punya, jadi punya kamu juga," ralat Delon sembari mencubit pelan dagu Kal.


"Gedung ini ada berapa lantai, Mas?" Tanya Kal kepo.


"30 dan ini yang paling atas," jawab Delon.


"Apa vila yang kita pakai sewaktu di Hawai, juga milik kita?" Delon mengangguk.


"Woah ... Sekaya apa kamu, Mas?" Kagum Kal pada suaminya.


Delon terkekeh melihat tatapan polos Kal yang takjub padanya. Bolehkah ia berbangga hati karena di kagumi oleh istri sendiri?


Meski ada rasa heran juga di benak Delon pada Kal. Istrinya merupakan anak orang kaya dan pebisnis yang di segani semua orang. Kemana saja dan apa saja yang Kal inginkan, pasti akan terpenuhi dengan mudah.


Mengingat bagaimana sayangnya keluarga Kal padanya. Tapi kenapa hanya mendengar tentang hotel dan vilanya saja, wanita itu sudah takjub? Seharusnya itu adalah hal biasa bagi anak orang kaya bukan?


Delon meminta untuk di siapkan tempat khusus baginya dan sang istri. Tempat yang sangat romantis tentunya.


Kini keduanya berjalan menuju area terbuka restoran hotel yang ada di lantai 15. Karena di gunakan oleh sang bos besar, area itu di tutup untuk pengunjung lainnya.


"Wah ... Indah banget, Mas." Kal berlari semakin masuk ke area itu untuk menikmati semua keindahan yang sudah di siapkan.


"Kamu suka?" Delon yang sudah mendekati Kal segera memeluk istrinya.


"Suka banget, Mas. Terimakasih," ucapnya sembari tersenyum manis pada sang suami setelah saling berhadapan.


Delon membalas senyuman manis Kal yang sedang mengalungkan kedua tangan di lehernya.


Pria itu mengecup Kal dengan lembut dan penuh kasih sayang. Kal sangat bahagia di perlakukan sangat baik oleh suaminya.


Keduanya lalu duduk di kursi yang sudah di sediakan khusus hanya untuk mereka berdua saja. Makanan di siapkan oleh pelayan yang selalu siap melayani atasan mereka.


"Mas, kok bisa manis banget sih? Dulu saja sikapnya ngeselin, sekarang jadi romantis." Senang Kal menatap Delon.


Delon yang mendengar ucapan Kal tersenyum senang pula. Tangan di ulurkan untuk menyentuh pipi Kal. Tentu saja Kal senang dan semakin bersikap manja pada suaminya.

__ADS_1


"Mas, akan lakukan segalanya untuk kamu. Asal jangan pernah tinggalkan Mas sendiri. Teruslah genggam tangan Mas ini meski suatu saat nanti tidak kuat lagi."


Kal mengangguk semangat menanggapi ucapan suaminya. Mana mungkin ia akan meninggalkan sang suami. Kal hanya ingin menikah sekali saja seumur hidupnya.


Sedangkan Delon, apapun akan di lakukannya agar tidak kehilangan Kal. Kegagalan rumah tangganya dulu karena sikapnya yang di nilai terlalu kaku dan terkesan acuh pada pasangan.


Jadi sebisa mungkin Delon mengurangi sikap datarnya hanya untuk sang istri. Dan banyak bicara hanya kepada istrinya.


Mereka makan malam romantis di sana sembari bercanda ria bersama.


Hingga waktu semakin malam, Delon mengajak Kal untuk kembali ke kamar saja. Mereka berjalan dengan mesranya.


Tangan Delon memeluk erat pinggang Kal karena banyak para pria yang melirik wanita itu. Sungguh, Delon sangat tidak menyukai cara pandangan orang-orang itu.


Hingga tiba-tiba datanglah seseorang mengacaukan candaan dan gurauan pasangan pengantin baru itu.


"Delon! Kamu beneran Delon?" Seorang wanita yang baru keluar dari lift tiba-tiba mendekat dan menatap Delon.


"Siapa kamu?" Tanya Kal pada wanita itu.


Apa lagi pandangannya yang terlihat begitu bahagia menatap Delon. Membuat wanita di samping pria itu tidak suka.


"Delon! Lama tidak ketemu, kamu semakin tampan saja," ucap wanita itu mengabaikan pertanyaan Kal.


"Heh! Siapa kamu ini? Main sosor-sosor suami orang sembarangan." Kal mendorong pelan wanita yang hendak memeluk dan menckum Delon.


Wanita itu menatap tidak percaya pada Kal.


"Apa kamu bilang? Suami? Siapa suami kamu?" Tanyanya meremehkan Kal.


"Ini suamiku," jawab Kal memeluk pinggang suaminya.


Wanita itu tertawa mengejek dan menatap Kal dari atas hingga bawah.


"Kamu pikir aku percaya begitu? Selera Delon tidak mungkin seperti kamu ini. Norak dan kampungan," hinanya.


"Jadi maksud kamu, suami aku seleranya sama perempuan seperti kamu begitu?" Kal sama sekali tidak terpengaruh dengan hinaan yang di berikan padanya.


Sedangkan Delon sendiri sudah mengepalkan tangan kanan yang berada di kantong celana. Kepalan yang sangat erat.


"Jelas dong, apa lagi kami pernah hidup bersama. Aku tentu tahu seperti apa seleranya." Wanita itu mengibaskan rambut panjangnya dengan sombong.


Kal mengerutkan keningnya mendengar ucapan perempuan di depannya. Lalu beralih menatap Delon di sampingnya yang sudah terlihat membeku.


Wajah dinginnya terlihat sangat jelas kalau tidak menyukai wanita di depannya.

__ADS_1


"Pernah hidup bersama? Artinya kamu mantan istri suamiku?" Tanya Kal.


"Kami belum bercerai, jadi tidak ada kata mantan istri atau mantan suami. Paham kamu!" Tunjuk wanita itu.


__ADS_2