
Hari demi hari pun berlalu, setelah mereka resmi menjadi pasangan suami istri. Setiap hari, mereka selalu mencoba mendekatkan diri satu sama lain. Selamat satu minggu ini, Daniel juga berusaha memberikan yang terbaik untuk istrinya.
Setiap pagi Daniel selalu membuat makanan untuk mereka, dia tak membiarkan istrinya menyentuh dapur terlebih dahulu. Sedangkan Vanye, menyibukkan diri dengan cara menyiapkan semua keperluan Daniel sebelum berangkat kerja maupun kuliah.
Sebenarnya, beberapa kali Vanye merengek minta di ajari masak saat Daniel mulai menyiapkan semua. Namun, permintaan sering ditolak dengan alasan takut istrinya capek. Akan tetapi, jika Daniel selalu berkata seperti itu maka sampai kapanpun Vanye tak akan bisa memasak.
Vanye tak mau dicap sebagai istri pemalas dan jika ditunda terus-menerus. Sebab itulah hari ini dia bertekad akan belajar sendiri sambil melihat tutorial memasak di aplikasi video.
"Bahan-bahan sudah siap tinggal masaknya saja," lirih Vanye terlihat sangat sibuk.
"Dari yang kulihat, pertama yang harus di lakukan adalah mencuci ikannya dulu hingga bersih dan setelah itu di sisihkan," ucapnya lagi sambil membaca tata cara memasak.
Dia begitu bersemangat sampai lupa memakai celemek, padahal barang itu sangat diperlukan ketika memasak.
"Kamu pasti bisa Vanye! Ayo semangat, ini hanya mencuci ikan saja. Ehh ... tapi ikannya agak aneh ya baunya? Padahal kalau bibi yang masak nggak ada bau sama sekali," ucapnya heran.
Vanye penasaran dengan bau ikan itu, akhirnya dia memutuskan untuk mencium baunya. Dengan muka polos, Vanye mendekatkan ikan tersebut ke hidungnya sambil aroma amis menusuk hidungnya.
"Hoeekk! Ya Allah baunya busuk banget, ini ikan apaan!" serunya terus menjauhkan ikan yang dia pegang.
__ADS_1
Vanye tak mau mencium aromanya lagi, dia kapok dengan bau amis dari ikan itu bahkan Vanye langsung mencelupkan ikan tadi ke dalam bumbu tanpa dicuci, dia pikir tanpa dicuci pun nggak jadi masalah karena bumbunya terbuat dari air.
"Bodo amat dicuci atau nggak, toh ini juga air kan, nanti juga pasti hilang baunya." Vanye terus melanjutkan kegiatannya, padahal kotoran ikannya belum dibuang.
"Ayo semangat, kamu harus kuat! Ini hanya bau amis, bukannya kamu ingin jadi istri terbaik kan? Jadi lakukan ini dengan cepat sebelum Daniel bangun, semangat! Semangat! Semangat!" serunya sangat antusias.
Sambil menunggu minyaknya panas Vanye lebih memilih membolak-balikan ikannya, tapi beberapa saat kemudian Vanye merasa ada yang aneh dan melupakan sesuatu.
"Tunggu, di video tadi kan ada tulisan kalau isi perut ikan harus dibersihkan. Tapi, kan ikannya belum aku belah! Duh gimana ini, apa aku buang saja dan kembali ku cuci?"
Vanye kebingungan harus seperti apa. Dia bimbang, bukan dia tak mau membersihkan tetapi Vanye jijik, sekaligus nggak suka bau amisnya.
"Ahh, persetan dengan bau amis!Bersihin lagi, nanti Daniel sakit perut kalau nggak bersih."
"Huu ... huu ... akhirnya selesai juga nyuci ikan ini, sekarang lanjut ke tahap dua!"
Vanye kembali membaluri ikan-ikan tersebut dengan bumbu dan menunggu beberapa menit, setelah selesai melakukan tahap dua dia langsung membersihkan tangannya di wastafel. Vanye tertarik untuk mengambil beras dari rice box, dia berpikir akan menanak nasi dulu sebelum menggoreng ikan.
Tapi, disini Vanye kembali bingung. Beras ini mau diapakan biar bisa jadi nasi, dia sempat melihat pembantunya menanak nasi, tapi hanya sekelebat saja. Vanye merasa sangat frustasi, dia tak mengira tugas seperti ini begitu membingungkan.
__ADS_1
"Aduh ini bagaimana caranya, aku belum pernah masak seperti ini. Tetapi, aku pernah lihat bibi masak beras, apa aku praktekin saja ya," lirihnya.
Merasa frustasi, Vanye mencoba mengingat-ingat lagi dan mulai meniru apa yang pernah di lakukan ART di rumahnya. Semua yang diingat vanye benar, tapi satu kesalahan yang dia tak sadari. Vanye tidak mengetahui ukuran air menanak nasi, sehingga dia memasukkan banyak sekali air ke dalam rice cooker.
"Akhirnya beres juga! Sekarang goreng ikan, ahh senangnya semua terselesaikan dengan baik!"
Dengan sangat penuh Vanye menyalakan kompor lagi dan menunggu minyak goreng panas. Sekian menit menunggu, Vanye mulai mengecek minyaknya panas atau belum.
"Sudah pas, sekarang aku masukan ikannya. Semoga saja jadi, bismillah ya Allah!"
Dengan perasaan dag dig dug, Vanye mengambil ikat tadi dan langsung memasukkannya ke dalam Wajan penggorengan. Yang terjadi selanjutnya kalian pasti tau, ikan tersebut meletus-meletus sampai minyaknya kemana-mana.
Vanye ketakutan, dia hanya bisa menjerit menjauhi kompor yang masih dalam keadaan nyala. Vanye semakin menjerit ketika melihat api keluar dari atas penggorengan, karena minyaknya terus keluar mengenai api.
"Aakkhhh ... Daniel!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Khayra menikah dengan Ferdinan hanya karena memenuhi sebuah perjanjian perjodohan yang telah dilakukan oleh kedua orang tua mereka yang telah bersahabat sejak lama. Tapi malang tidak dapat dihindar, pada malam pengantin mereka, justru Khayra malah menghabiskan malam pertamanya dengan pria lain. Saat terbangun dia malah mendapati tidur dengan barra mantan kekesihnya yang ternyata mantan kekasihnya.
Meski status mereka sudah berubah, namun Barra tetap memiliki rasa kepada kakak iparnya itu. Sampai suati saat Ferdinan menyadarinya dan malah dengab semen-mena memberi tahu tentang rasa terlarang itu kepada seluruh keluarga. Padahal Ferdinan sendiri sedang menjalin kasih dengana adik tiri Khayra. Akankah Barra dan Khayra bisa mendapatkan bukti perselingkuhan Ferdinan, dan akankah bukti itu nantinya menjadi kunci bagi Khayra dan Barra untuk bersatu?