Suamiku (Calon) Adik Iparku

Suamiku (Calon) Adik Iparku
SCAI - 25. Muka Tembok


__ADS_3

Lima bulan berlalu begitu cepat, hubungan mereka berdua semakin hari semakin harmonis. Setiap malam juga mereka selalu menyempatkan untuk memuaskan pasangan masing-masing meski belum memasukkannya dengan sempurna.


Mereka memutuskan untuk menunda sampai tanggal Daniel benar-benar sembuh total, namun di sela-sela menunggu kesembuhannya, terkadang Daniel lepas kontrol sehingga memaksa Vanye melakukannya, tapi semua menjadi sia-sia ketika istrinya merasakan sakit dan mengakhiri semua di saat tegang-tegangnya.


Namun, Daniel dapat memahami semua itu. Istrinya masih tersegel rapat, jadi wajar jika Vanye merasa sakit dan mengurungkan niatnya.


"Jadi bagaimana hasilnya, Dok?" tanya Daniel saat kontrol ke dokter.


"Hasilnya bagus, malahan sembuh lebih cepat dari perkiraan," balas Dokter.


Daniel tersenyum senang, jelas sembuh lebih cepat karena dia selalu meminum semua ramuan agar mempercepat penyembuhan. Dia sudah tak sabar ingin memakan istrinya, jadi sebisa mungkin Daniel berusaha sembuh.


"Syukurlah."


"Kalau begitu langsung saya jadwalkan pelepasan—"


"Jangan dulu, Dok! Nanti saja setelah saya pulang bulan madu, kalau sekarang bisa-bisa gagal lagi dan menunggu sembuh seperti semula." Potong Daniel.


Meski terkejut dengan ucapan Daniel, tapi dokter langsung tersenyum mendengarnya. "Bau-bau pengantin baru ini ya, Pak?" goda sang Dokter.


"He he he, iya Dok. Berbulan-bulan sudah tertunda karena ini, jadi mumpung sudah sembuh mau tancap gas!" serunya.


Mereka berdua pun tertawa bersama, seakan-akan paham bagaimana perasaan masing-masing dan memang sama-sama pernah merasakan. Setelah itu, dokter segera memberikan resep untuk Daniel.


"Ingat jangan terlalu bersemangat, meski sudah sembuh tapi salah langkah akan melukaimu lagi," kata Dokter.


"Siap Dok."


Daniel pun pamit keluar dari ruangan dokter, di luar dia segera mengantri obat. Setelah beberapa jam barulah Daniel bisa pulang tanpa mampir kemana-mana, dia ingin segera bertemu Vanye dan mengatakan rencananya.


Jauh-jauh hari, Daniel memang sudah memikirkan untuk mengajak Vanye bulan madu ke Bali. Meski sangat dekat, tapi yang penting honeymoon mereka berjalan lancar tanpa ada halangan sedikitpun.


"Vanye pasti suka dengan kejutan ini, selama menikah kita belum pernah honeymoon, jadi dia pasti bahagia menerima tiket bulan madu ini," gumam Daniel sambil mengendarai mobilnya.


Sekitar dua puluh menitan, mobil Daniel sudah terparkir sempurna di depan rumah. Karena tak sabar bertemu Vanye, Daniel langsung masuk ke dalam rumah tanpa menyapa para tetangga yang lewat.


"Sayang, aku pulang!" serunya terus berlari kecil memasuki rumah.


Namun, langkah kakinya mendadak terhenti saat melihat wanita yang sangat dia benci duduk bersama istrinya. Dia adalah Lifta — mantan kekasihnya.


"Daniel, kamu sudah pulang!"


Lifta berdiri dari duduknya dan langsung menghampiri Daniel. Tapi, sayangnya Daniel segera menghindar saat tau Lifta akan memeluknya.

__ADS_1


"Ngapain kamu kesini!" bentak Daniel.


"Daniel aku mohon, dengarkan penjelasanku. Please, beri aku kesempatan," kata Lifta.


"Kesempatan apa? Kita sudah putus dan kamu juga sudah menemukan lelaki idaman mu kan? Jadi buat apa menjelaskan hal yang sudah berlalu," ujar Daniel terus menghindari Lifta.


"Daniel, aku dan Joni nggak ada hubungan apa-apa! Sumpah, kita hanya bercanda waktu itu, semua sudah direncanakan agar kamu cemburu!" Lifta terus menerus mengejar Daniel, tapi sayang tangannya selalu ditepis dan menghindar kesana-kemari.


Daniel sangat risih dengan kedatangan Lifta, bagi Daniel urusannya bersama Lifta sudah beres dan dianggap selesai. Jadi, buat apa di ungkit-ungkit, toh dia sudah memiliki istrinya yang sangat Daniel cintai.


"Daniel —"


"Ck, nggak tahu malu. Kalau jadi aku sih pasti malu, sudah ditolak kok masih ngejar-ngejar, seperti nggak laku saja kamu!" seru Vanye mulai muak melihat drama tak jelas di depannya.


Dia memang sengaja diam saja dari tadi, karena Lifta sejak awal selalu nyolot saat diajak bicara, bahkan terlalu pede jika Daniel masih menginginkannya.


"Diam kamu, pelakor!"


"Dia istriku, bukan pelakor!" Daniel membantah tuduhan Lifta.


"Daniel, apa matamu buta? Bisa-bisanya kamu menikahi wanita tua seperti dia, menjijikkan sekali, muka boros masih mending aku can—"


Plakk!!


"Jaga mulutmu, Lif! Wajahmu memang muda, tapi hati dan mulutmu sangat busuk! Dia lebih sempurna darimu, meski istriku tua, tapi dia masih menjaga kesuciannya! Sedangkan kamu? Seperti seorang pelacurr!" Daniel semakin murka.


"Apa hebatnya dia, sampai kamu begini Daniel! Dan kamu!" Lifta ingin menyerang Vanye, tapi Daniel lebih sigap dan menahannya.


"Sebelum kamu menyentuh istriku, aku akan lebih dulu menghempaskanmu!" serunya sambil mendorong Lifta.


"Akkhh! Kamu jahat Daniel, dia bukan wanita baik-baik. Wanita tua itu pasti memakai pelet, iya kan kamu memakai pelet untuk mendapatkan Daniel!"


Vanye semakin terbahak mendengar tuduhan Lifta, "otakmu terbuat dari apa masih percaya hal seperti itu? Dengar ya, Daniel yang pertama kali ingin menikah denganku, bukan aku yang mengejar-ngejarnya seperti kamu. Dasar muka tembok!"


Tapi, tak lama setelah itu Daniel kecolongan. Lifta berlari ke Vanye begitu cepat dan tangannya tak sempat menghentikan Lifta, sehingga wanita itu berhasil menjambak rambut istrinya.


"Dasar jalangg, mati kamu!" seru Lifta terus menarik rambut Vanye.


"Lepaskan istriku!" Daniel menarik Lifta, tapi ternyata langkah yang diambil salah dan berakhir melukai Vanye.


"Sakit sialan!"


Vanye tak terima diperlakukan seperti ini, kakinya menendang ke sembarang tempat sampai hampir saja Daniel terkena tendangan istrinya. Tapi, tak lama setelah itu Vanye kembali menyerang dan berhasil mengenai Lifta.

__ADS_1


Lifta kesakitan, tapi belum juga dia bisa menetralisir rasa sakitnya Vanye sudah menyerang kembali. Vanye begitu murka, padahal dia tak melakukan kekerasan tapi kena serang.


"Akkkh! Daniel, istrimu benar-benar gila!" keluh Lifta berusaha melepaskan jambakan Vanye. Daniel melihat itu ingin menolong Lifta, tapi langsung mendapat tatap tajam dari Vanye.


"Jangan ikut campur! Berani meleraiku, tandanya kamu masih mencintai monyet ini!"


Daniel tak berani mendekat, dia langsung mengangkat tangannya dan membiarkan istrinya bertindak. Setelah itu Daniel menyaksikan Vanye menyeret Lifta dalam kondisi mengenaskan, tangannya masih menjambak kuat rambut mantan kekasihnya sampai keluarga dari dalam rumah.


"Pergi dari sini, kehadiranmu membawa sial keluarga ku! PERGI!"


Lifta pun terbirit-birit, dia berusaha berdiri setelah ditendang keluar. Sebisa mungkin dia menyelamatkan nyawanya, sebelum melayang karena Vanye. "Dasar wanita gila!"


"Kamu yang gila, lontee!"


"Van! Mulutmu kasar sekali, darimana kamu dapat kata-kata itu!" bentak Daniel.


Seketika Vanye menutup mulutnya, dia benar-benar tak sadar mengatakan semua itu. Merasa bersalah, Vanye terus menggigit-gigit jarinya, sungguh dia kelepasan.


"Jawab aku, Van!"


"Aaahh ..., emmm ..., it-itu dari ibu-ibu yang baru pindahan dari luar kota itu," jawab Vanye cengengesan. Tadinya dia tak paham itu kata-kata apa, tapi setelah tanya Vanye baru mengerti jika kata tadi sama seperti pelacurr.


"Jangan di ulangi lagi! Perkataan itu sangat kasar, bahkan kotor. Aku nggak mau punya istri mulutnya nggak bisa dijaga," balas Daniel masih terlihat marah.


"Maaf itu aku juga keceplosan, Daniel." Vanye terlihat mengeluarkan jurus manjanya, dia tak mau karena kesalahannya tadi Daniel marah lagi.


"Jangan ulangi lagi." Daniel membelai lembut wajah Vanye.


"Iya, aku nggak akan mengulanginya lagi. Kamu bisa pegang sumpahku ini."


Vanye tersenyum manja ke Daniel, dia sangat paham jika dia seperti ini pasti suaminya tak akan tahan dan langsung mencium bibirnya.


Cup ....


"Baiklah, aku percaya kali ini. Sudah yuk masuk, ada hal penting yang mau ku bahas."


Vanye menganggukkan kepala, dia mengikuti suaminya dari belakang dan langsung mengunci pintu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hai aku ada rekomendasi cerita punya temenku loh, jangan lupa mampir juga ya. Ceritanya seru, aku juga suka bacanya.


Judulnya CINTA BERSELIMUT DENDAM Author Ocybasoacy jangan lupa ya 😍😍

__ADS_1



__ADS_2