Suamiku (Calon) Adik Iparku

Suamiku (Calon) Adik Iparku
SCAI - 44. Dimana Mamaku?


__ADS_3

Dona berjalan masuk ke pekarangan rumah besannya, setelah memenangkan diri beberapa hari akhirnya Dona mantap untuk jujur. Dia akan menceritakan semua pada Daniel, setelah itu barulah dia akan mengurus surat perceraiannya dengan Doni.


"Mbak, apa anak saya ada di dalam?" tanya Dona ketika melihat Juminten membersihkan halaman rumah majikannya.


"Eh, bu Dona. Silakan masuk, pak Daniel ada di dalam, mungkin masih sarapan bersama," balas Juminten sambil menaruh sapu yang dia pegang dan mengantarkan Dona ke ruang makan.


Dengan langkah berat, Dona terus berjalan masuk mengikuti Juminten. Ada rasa ragu dan berniat ingin mengurungkan niatnya, tapi mendengar penjelasan kakaknya membuat Dona harus menceritakan semua sebelum terlambat.


"Permisi, Pak, Bu. Ada bu Dona, katanya ingin bertemu Pak Daniel," ucap Juminten.


Sontak semua orang menoleh ke arah Dona, mereka sangat terkejut dengan kedatangannya tiba-tiba. Bahkan, Daniel langsung berdiri dan meninggalkan meja makan begitu saja untuk menghampiri Dona.


"Mama darimana saja? Aku mencari Mama ke seluruh rumah sakit, tapi kata security Mama pergi dengan seorang lelaki," ucap Daniel.


"Daniel, Mama ingin bicara empat mata denganmu, apa bisa," lirihnya dengan suara bergetar. Belum menceritakan semua saja bibir Dona sangat keluh, terasa sangat berat sekali.


"Tentu saja bisa, Ma. Tanpa Mama Minta, Mama boleh bicara denganku kapan saja," balas Daniel juga tak bisa menahan air matanya. Matanya terus berkaca-kaca, sampai beberapa kali Daniel menoleh sana-sini agar tak menangis.


Dona hanya tersenyum menanggapi ucapan Daniel, setelah itu Dona mengikuti anaknya dari belakang sampai mereka akhirnya ada di taman belakang rumah kediaman Vanye. Ternyata di belakang rumah ini ada taman yang sangat luas, bahkan banyak sekali bunga-bunga bermekaran.


"Ma ...." Daniel menggenggam lembut jemari-jemari mamanya.


"Apapun status Daniel, Mama tetaplah Mamaku. Sampai kapanpun, hanya Mamalah yang aku mau," ucap Daniel sangat tulus dari lubuk hatinya.


"Mama ikut Daniel ke Bandung ya, meski rumahku kecil, tapi cukup untuk kita. Aku nggak mau, Mama terus tekanan batin bersama orang jahat itu," ucapnya lagi.


"Dia Papamu, Daniel. Seburuk apapun kelakuannya, dia tetap Papamu," jelas Dona. Bagaimanapun juga Dona tak mau jika Daniel menaruh dendam pada papanya.

__ADS_1


"Cukup papamu dan Satria yang memiliki sifat pendendam, kamu jangan Nak. Susah payah Mama besarkan kamu, agar bisa menjadi lelaki tanggung jawab, serta memiliki hati lembut, bukan pendendam seperti mereka," sambungnya.


Daniel hanya terdiam, bagaimana dia bisa memaafkan jika mereka selalu menunggu dan melukai hati mamanya. Mungkin jika mereka hanya membenci dirinya Daniel akan bersikap masa bodoh, tapi jika sudah menyangkut mamanya, maka dia akan ada di barisan terdepan untuk membela.


"Daniel, ada satu hal yang harus kamu tau. Meski kamu bukan anak kandung Mama, tapi Mama sangat menyayangimu melebihi Satria. Meski mereka menindas ku, tapi Mama selalu bertahan semua demi kamu. Tapi ...."


Dona tak bisa melanjutkan ucapan, sejenak dia mengatur emosinya dan kembali melanjutkan ceritanya. "Tapi, kamu harus tau siapa ibumu sebenarnya." Dona kembali menangis bahkan suaranya sampai mengecil karena terlalu sedih.


"Ma, kalau nggak kuat nggak perlu diceritakan." Daniel juga tak sanggup melihat kesedihan Dona.


"Nggak, kamu harus tau semua. Biar ini nggak jadi beban untuk kedepannya." Setelah memastikan benar-benar kuat menghadapi semua, Dona menarik nafas untuk melanjutkan ceritanya.


"Dulu, Mama punya adik. Namanya Aily, jarak umur mama dan Aily sangat jauh. Waktu itu Mama sudah berumur 35 tahun, tapi Aily masih 14 tahun. Dia sangat ceria, tapi sifatnya masih kekanak-kanakan juga sangat manja, apalagi dia anak terakhir." Ungkapnya terus berusaha tegar.


"Namun, kecerian di wajah Aily menjadi redup saat kejadian malam pesta pernikahan saudaranya Ibu. Papamu minum-minum dengan para tamu, sehingga dia tak sadarkan diri, sedangkan Aily yang masih sangat polos diseret ke gudang dan ... dan ...."


"Papamu memperkosa Aily, sampai dia tak mau keluar beberapa hari dari kamar. Awalnya semua keluarga belum menyadari, sampai akhirnya kita ingin membawanya ke Dokter. Namun sayangnya Aily menolak, dia terus berbohong dan mulai berinteraksi lagi dengan orang-orang rumah."


"Tapi, sifat Aily benar-benar berbeda. Dia jadi sering melamun bahkan menangis, sampai dua bulan berlalu kita dikejutkan dengan keadaan dia yang semakin memburuk. Mau tak mau Aily di bawa ke rumah sakit, semua orang shock saat tahu Aily hamil dua bulan. Ibu dan Bapak sangat marah, mereka terus memaksa Aily jujur."


"Karena Aily tak mau jujur, akhirnya keluarga memutuskan untuk melihat CCTV rumah dan di sanalah semua terkuak. Namun, disini papamu tak mau bertanggung jawab, dia semakin menyalahkan Aily. Hingga lahirlah kamu, tapi sayangnya Mama kandungmu mengalami gangguan jiwa sehingga dia dibawah ke rumah sakit jiwa."


Mendengar cerita Dona, Daniel menjadi terdiam. Dia tak menyangka Mama kandungnya sangat menderita, bahkan tak ada dukungan penuh dari papanya.


"Banyak orang yang ingin mengadopsimu, Daniel. Tapi Mama nggak tega, sehingga Mama memutuskan membawamu pulang dan merawatmu. Namun, karena keputusan ini, kami jadi sering bertengkar dan mengabaikan Satria. Itulah kenapa Satria sangat membencimu, kenapa dia memiliki tempramental buruk. Semua karena Mama."


Rasanya sangat lega sekali saat dia bisa menceritakan semua beban yang selama bertahun-tahun dipendam, setidaknya sebuah rahasia besar sudah terungkap. Sekarang tinggal melihat bagaimana reaksi Daniel, apakah anaknya bisa lapang dada.

__ADS_1


"Sekarang Mama Aily ada di mana, Ma?" Daniel terlihat sangat kacau sekali setelah mendengar cerita dari Dona.


"Mamamu ada di Bandung, Daniel. Rumah kalian saling berdekatan, bahkan setiap hari mungkin kamu bertemu dengan dia."


Duarrr ....


Daniel seperti di sambar petir di siang bolong. Mendengar pengakuan Dona, dia langsung mengingat tetangganya di samping rumah.


Memang disana ada seorang wanita paruh baya, setiap hari wanita itu selalu berdiri di jendela sambil memandanginya jika mau berangkat maupun pulang kerja. Bahkan sesekali, Daniel menyapa orang itu dan di balas dendam senyuman sambil melambaikan tangan.


"Jadi, dia Mama Aily?" Daniel meminta kejelasan.


"Iya, Sayang. Dia Aily, Mama kandungmu. Beberapa tahun ini dia selalu menanyakan anaknya, sebab itu pamanmu membeli rumah dekat denganmu, agar Aily bisa melihat anaknya setiap hari. Maaf, Mama baru bisa jujur sekarang, Maaf."


Daniel tak bisa berkata-kata lagi, dia langsung melepaskan pelukannya dan menggeleng cepat. Daniel merasa jadi anak durhaka, yang tak bisa mengenali orang tua kandungnya sendiri.


"Mama ...."


Daniel terus menjauh dari Dona, perlahan-lahan dia meninggalkan taman belakang dan berlari masuk ke dalam. Dia seperti mencari sesuatu di sana, setelah menemukan benda yang dia cari Daniel langsung menarik Vanye begitu saja tanpa pamit.


"Daniel kita mau kemana?"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hai aku ada rekomendasi cerita punya temenku loh, jangan lupa mampir juga ya. Ceritanya seru, aku juga suka bacanya.


Judulnya HASRAT TUAN KESEPIAN Author RENI.T jangan lupa ya 😍😍

__ADS_1



__ADS_2