
Vanye melangkah masuk ke dalam rumah, dalam benaknya dia ingin sekali segera bertemu dengan sang suami. Namun, ketika Vanye sudah sampai ruang tamu, dia dikejutkan oleh penyambutan dari asisten rumah tangga pilihan Daniel.
Dia menatap bingung pada orang itu, Vanye merasa asing dan belum mengenalnya sehingga ada rasa tak nyaman.
"Siapa ya?" tanya Vanye.
"Saya asisten rumah tangga yang baru, Bu. Pak Daniel menugaskan Saya mengurus rumah dan menjaga anda," balas Bu Patmi.
"Mengurus rumah? Menjagaku? Memang aku kenapa kok sampai harus di saja segala," balas Vanye masih tak tau apa tujuan Daniel mempekerjakan seorang ART.
"Kata pak Daniel, beliau akan sangat sibuk di luar sana sehingga tak bisa pulang untuk sementara waktu. Sebab itulah kenapa pak Daniel menyuruh saya menyiapkan segala keperluan Ibu, sekaligus menjaga keamanan anda," balas bu Patmi.
"Ha! Nggak pulang?" Vanye terlaksana kecewa plus sedih. Padahal dia ingin sekali bertemu suaminya, dua minggu tak bertemu membuatnya sangat rindu.
Rindu akan pelukan dan kasih sayang suaminya. Semua baru terasa ketika mereka berjauhan, namun dia sangat gengsi untuk mengungkapkan semuanya.
"Iya Bu, pak Daniel nggak pulang."
"Apa dia ada katakan ada dimana?" tanya Vanye.
"Tidak, Bu."
Vanye semakin sewot, dia langsung meninggalkan bu Patmi sendiri di ruang tamu dan lebih memilih masuk ke kamar. Vanye kesal sekali dengan suaminya, padahal Daniel bisa memberitahu dia lewat telepon tapi itu tak dilakukan suaminya.
Brakk!!
Dengan tenaga kuat, Vanye menutup pintu kamarnya. Masa bodo jika pintunya rusak, jika perlu rumah ini akan dia bakar agar suaminya pulang.
"Bilang sama Daniel, jika malam ini nggak pulang rumahnya akan ku bakar! Masa bodo dengan biayanya, yang jelas aku nggak main-main!!" teriak Vanye sangat kencang sampai membuat bu Patmi geleng-geleng.
"Dasar anak muda. Yang satunya takut istrinya khawatir, yang satunya terlalu bar-bar," lirih bu Patmi.
Setelah itu bu Patmi segera melaporkan apa yang dikatakan Vanye, dia tak mau ucapan majikannya tadi serius dan dirinya akan disalahkan jika tidak segera lapor.
__ADS_1
'Biarkan saja, dia hanya menggertak. Vanye nggak mungkin nekat melakukan itu, aku tau wataknya seperti —'
"Kata siapa aku hanya menggertak! Lihat saja, malam ini kamu nggak pulang rumah akan kubakar. Oh ya, aku sudah pesan bensin dan minyak tanah untuk membakar rumahmu nanti malam Daniel!"
Bu Patmi hampir saja di buat jantungan, dia tak tau kapan Vanye ada di belakangnya, yang jelas tiba-tiba menyaut dari belakang dan setelah itu pergi lagi.
"Pak ...."
'Biarkan saja, dia memang seperti itu. Ya sudah, aku tutup teleponnya. Tolong pantau istriku ya, Bu.'
"Iya, Bapak tenang saja. Saya akan pantau 24 jam, kalau ada apa-apa saya telpon lagi."
***
"Mau sampai kapan kamu kucing-kucingan seperti ini, Daniel? Dia berhak tahu kondisimu seperti apa, jangan malah ikut kekanak-kanakan seperti ini," ucap Pamukas setelah mendengar panggilan telepon itu.
Bukan dia mau ikut campur, tapi Pamukas tidak mau sahabatnya ini salah mengambil keputusan dan berimbas pada pernikahannya nanti.
"Salah kamu Daniel, yakin deh ini akan semakin membuat hubungan kalian merenggang. Pikirkan ulang, jika kamu memang ingin pernikahan ini seumur hidup. Meski aku belum menikah, tapi sedikit banyaknya masih paham tentang masalah kalian berdua," jelas Pamukas sekali lagi.
Pamukas sudah menganggap Daniel seperti saudaranya sendiri, jadi sebisa mungkin dia akan menyadarkan sahabat agar tidak ikut kekanak-kanakan seperti istrinya. Bagi Pamukas, jika sudah memutuskan menikah maka pemikirannya harus bisa terbuka luas.
"Iya nanti ku pikirkan lagi, sekarang aku mau istirahat. Mataku sudah tak bisa diajak kompromi lagi, obat dari dokter efeknya cepat banget," balas Daniel sambil merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
Dia memang sengaja membuat satu kamar di rumah makan ini, khusus buat dirinya jika sedang lembur atau tak sempat pulang ke rumah. Meski sangat kecil, tapi bisa menghilangkan rasa penat.
"Kalau begitu aku keluar dulu."
Daniel menganggukkan kepala, dia berusaha memejamkan mata dan tak memperdulikan ucapan Vanye. Sampai akhirnya dia terlelap ke alam mimpi, lama sekali Daniel tidur sampai tak terasa hari mulai petang.
Jam juga sudah menunjukkan pukul tujuh malam dan Daniel belum juga membuka mata, sampai akhirnya sebuah telepon membangunkannya dari tidur nyenyak.
Disana Daniel melihat banyak sekali panggilan dari Vanye, bukan hanya istrinya tapi juga bu Patmi. Seketika kesadaran Daniel penuh seratus persen, matanya melirik sana-sini mencari sahabatnya, tapi tak ada.
__ADS_1
"Sial, kenapa Pamukas nggak bangunin aku sih! Ya ampun, hari sudah malam pasti rumah makan sudah tutup!" serunya.
Tak lama kemudian ponselnya berdering lagi. Kali ini Daniel langsung mengangkat panggilan tersebut, dia juga takut ada apa-apa di rumah apalagi bu Patmi menghubunginya berkali-kali.
'Ya Allah, Pak! Bapak dari mana saja? Saya telepon berkali-kali tidak ada balasan, padahal di rumah keadaannya sedang genting!"
"Maaf, aku tadi ketiduran Bu. Ada masalah apa lagi?" tanya Daniel berusaha mengumpulkan nyawanya.
'Bu Vanye dari tadi sore bolak-balik membawa minyak tanah, Pak. Semoga di kumpulkan di teras belakang, bahkan beberapa di sebar di sudut rumah.'
Mata Daniel seketika melotot, serius kah ini? Mungkinkah istrinya bisa nekat, jika iya ini sungguh gila. Rumah yang dibeli akan habis, jika tidak segera pulang.
"Jangan bercanda, Bu!"
'Tidak, Pak. Buat apa saya bercanda, kalau tidak percaya tolong lihat chat, disana saya kirim beberapa rekaman saat bu Vanye menyebarkan minyak tanah di beberapa tempat.'
Tut!
Daniel langsung mematikan ponselnya dan melihat langsung video yang dikirim bu Patmi, dia sangat shock sekali mengetahui istrinya benar-benar nekat melakukan ini demi dia pulang.
"Astaga! Aku harus pulang, dia harus dicegah kalau nggak rumahku bisa hangus tak tersisa."
Tanpa membuang-buang waktu, Daniel segera mencari kunci mobilnya dan kembali ke Rumah. Daniel tak mau hanya karena menyembunyikan keadaannya, Vanye sampai melukai dirinya.
(Siasat Vanye mempan juga ya 😄😄)
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai aku ada rekomendasi cerita punya temenku loh, jangan lupa mampir juga ya. Ceritanya seru, aku juga suka bacanya.
Judulnya PELANGI TANPA WARNA Author Ocybasoaci jangan lupa ya 😍😍
__ADS_1