Suamiku (Calon) Adik Iparku

Suamiku (Calon) Adik Iparku
SCAI - 35. Maaf Bu


__ADS_3

Vanye terduduk diam di atas sofa, ucapan demi ucapan Satria membuatnya semakin takut dan tambah parno. Terhitung sudah tiga jam dia duduk termenung memikirkan semua, bahkan perasaannya kini campur aduk.


Dia sangat kebingungan, haruskah Vanye jujur pada Daniel dan menceritakan ancaman Satria?


Bukan hanya dirinya yang diincar, tapi juga Daniel.


Satria mengancam akan mencelakai Daniel jika dia tak mau kembali, Vanye semakin dilema dengan semua ini. Dia tidak ingin kembali kepada Satria, tapi Vanye juga tak mau kehilangan Daniel.


Setelah sukses menghancurkan dirinya dulu, sekarang dengan enaknya datang bagaikan momokk yang menghantuinya setiap saat.


"Ahh, bisa stress aku kalau seperti ini terus! Lebih baik aku ke rumah makan saja, agar mendapatkan solusi!" seru Vanye bergegas pergi.


Vanye semakin mempercepat langkahnya, agar segera sampai kamar. Setelah itu dia mengganti baju agar terlihat cantik di depan mata Daniel. Sungguh saat ini di otak Vanye hanya satu, ingin memuaskan suaminya agar tak melirik wanita lain.


Namun, sebelum dia berangkat Vanye mempersiapkan bekal untuk suaminya. Apalagi mengingat Daniel pergi dengan perut kosong.


"Selesai, tinggal berangkat. Semoga saja Daniel belum makan, jadi nggak sia-sia aku bawa makanan," ucapnya.


Karena komplek nya jarang sekali taksi, jadi Vanye memutuskan naik ojek pengkolan saja. Itung-itung mempercepat perjalanan, meski udaranya sedikit panas, tapi ini yang terbaik.


"Pak, ke rumah makan Delaxxa ya," ucap Vanye sambil naik ke atas motor.


"Siap, Neng."


Di perjalanan Vanye terus menatap seluruh jalan, ternyata tidak terlalu buruk naik ojek. Udaranya sangat segar, ditambah dia bisa melihat betapa tingginya gedung-gedung perkantoran.


"Mbak, sudah sampai."


Vanye mengangguk, setelah itu dia turun dan memberikan ongkos ojek. "Terima kasih, Pak."

__ADS_1


"Sama-sama, Neng."


Setelah kepergian tukang ojek, Vanye bergegas masuk ke dalam. Terlihat ramai pengunjung, bahkan semua ruangan sangat penuh.


"Mbak, apa Daniel ada di dalam nggak?" tanya Vanye sangat sopan.


"Pak Daniel ada didalam, Mbak. Kalau boleh tau, ada keperluan apa ya sampai menanyakan bos saya?" tanya Mega — penjaga kasir.


"Ada kepentingan sih. Oh ya, kamu pegawai baru ya?" tanya Vanye. Dia merasa asing pada wanita di depannya, dari pertama kali masuk tatapannya sangat tak enak.


"Iya Saya pegawai baru," balas Mega.


"Oh ...."


"Aku ingin bertemu Daniel, jadi apa boleh masuk kesana?" tanya Vanye. Dia tak mau langsung masuk begitu saja, Vanye ingin menghormati privasi suaminya. Jadi, dia tak akan masuk jika tak diizinkan.


"Maaf, Mbak. Saya tidak bisa menerima tamu sembarangan, lebih baik Mbak pergi dari sini daripada nanti kena marah," balas Mega seperti tak suka pada Vanye.


"Kalau seperti itu tunggu sebentar, Saya akan masuk kedalam dan memberitahu pak Daniel," balas Mega.


Vanye mengiyakan ucapan Mega, dia lebih memilih menunggu di luar sambil melihat-lihat ruangan. Sudah lama sekali Vanye tak kesini, ternyata banyak perubahan dari mulai desain, dan lain-lain.


Sedangkan disisi lain, Mega sudah ada di hadapan Daniel dan langsung menceritakan tentang Vanye. "Pak, di bawah ada wanita bernama Vanye. Beliau ingin mengunjungi anda, namun saya tolak, karena dia tak begitu jelas mengatakan keperluannya," ucap Mega membuat Daniel terkejut.


"Apa kamu bilang!" Daniel langsung berdiri dari duduknya.


"Di bawah ada seorang wanita mencari Bapak, namanya Vanye dan saya menolaknya, karena tak —"


"Dia istriku dan bisa-bisanya kamu menolak dia!" bentak Daniel.

__ADS_1


"Maksudnya, Pak?" tanya Mega takut.


"Dia itu istriku, Mega! Cepat suruh dia masuk, jangan sampai lecet sedikitpun. Sampai kamu melukai hatinya, maka siap-siap aku pecat kamu!" tegas Daniel semakin membuat Mega takut.


Mega keluarga dengan cepat dan segera menghampiri Vanye. Dia tak mau kehilangan pekerjaan, baru saja masuk masa harus di berhentikan secepat ini. "Bu Vanye langsung ke atas saja, pak Daniel sudah menunggu. Sekali lagi maaf, saya tidak tahu kalau anda istrinya pak Daniel," ucap Mega ketakutan.


Vanye tersenyum lembut, dia yakin pasti Daniel mengatakan aneh-aneh sampai membuat Mega takut. "Nggak perlu seperti itu, intinya terima kasih sudah mengizinkan aku masuk."


Vanye jadi penasaran, suaminya berkata apa sampai Mega seperti ini. Jadi dia mempercepat langkahnya agar cepat masuk, namun tanpa dia sadari, percakapannya dengan Mega mengundang banyak tanya pada karyawan dan mulai bergosip.


"Eh lihat itu, masa sih pak Daniel sudah menikah?" ucap Meli.


"Iya, aku juga nggak percaya sih. Tapi jika beneran ya alhamdulillah, pokoknya sehat selalu," balas Lili. Dia tak begitu memikirkan, toh yang penting pasangan halal.


"Bukan gitu, Li. Tapi lihat lah mukanya, dia tua banget! Nggak pantes kali sama pak Daniel yang notabene sangat ganteng seperti pangeran," cetus Meli.


"Ah, aku nggak terima banget pak Daniel menikah dengan wanita tadi. Nggak banget pokoknya, aku nggak terima!" teriaknya membuat semua orang reflek menyumpal mulut kecil Meli.


Mereka takut ucapan Meli membuat orang salah paham dan membuat mereka terancam dipecat. Apalagi setelah melihat Mega ketakutan, pasti bos mereka sangat mencintai istrinya.


"Sudah, ayo kembali kerja. Tadi memang bu Daniel, tadi bos sendiri yang mengatakan. Jadi para wanita, harus jaga hati ya. Jangan sampai suka laki orang," ucap Lusi memperingatkan.


Meski kecewa mereka kembali bekerja, daripada nanti kena masalah dan berakhir di pecat. Namun, disini Meli terlihat belum terima. Otak kotornya menjadi liar dan ingin merusak segalanya.


'Aku pasti mendapatkannya, lihat saja. Menyingkirkan batu kerikil sangat mudah, apalagi dia nenek-nenek bukan level ku!'


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hai aku ada rekomendasi cerita punya temenku loh, jangan lupa mampir juga ya. Ceritanya seru, aku juga suka bacanya.

__ADS_1


Judulnya PERNIKAHAN TANPA HATI Author Thatya0316 jangan lupa ya 😍😍



__ADS_2