Suamiku (Calon) Adik Iparku

Suamiku (Calon) Adik Iparku
SCAI - 30. Ganti Nomor


__ADS_3

Drrtt ... drrtt ... drrtt ....


Daniel berusaha membuka matanya perlahan ketika mendengar dering ponselnya. Sejenak dia melirik ke samping dan ternyata Vanye masih terlelap sambil memeluknya erat, rasa gemas sekali melihat istrinya kelelahan.


Bayang-bayang semalam pun membuat Daniel mode on, dimana Vanye terus menjerit dan memuaskannya berkali-kali. "Selamat pagi, Sayang," lirih Daniel sangat pelan takut membangunkan istrinya.


Perlahan-lahan Daniel memindahkan kelapa istrinya ke atas bantal. Sebenarnya dia tak mau beranjak, tapi karena ponselnya terus berdering mau tak mau Daniel harus bangun mencari keberadaan benda pipih itu.


"Siapa sih pagi-pagi menelepon? Nggak bisa melihat orang bahagia sebentar, baru juga sehari merasakan bulan madu," keluh Daniel sambil mencari ponselnya.


"Nomor baru?"


Daniel terlihat penasaran, perasaan dia tak pernah memberitahu siapapun tentang nomor barunya. Semenjak kejadian di rumah makan kala itu, Vanye ingin nomor mereka berdua di ganti agar terbebas dari gangguan orang luar.


Akan tetapi, Daniel tak menuangkan jika orang lain bisa tau nomornya ini. Karena penasaran, dia pun memutuskan mengangkat panggilan tersebut. "Halo, dengan siapa ya?"


'Daniel kamu dimana! Tega banget kamu ganti nomor dan pergi begitu saja, kamu anggap aku ini apa ha!'


Sontak Daniel memejamkan matanya kesal, dia tau betul ini suara Lifta. Batinnya mengumpat marah, kenapa wanita ini selalu mengganggunya padahal bersusah paya Daniel menjauhinya.


"Belum lelah juga kamu, Lif? Ngapain sih terus-terusan ganggu aku? Kita sudah tak ada hubungan, bahkan sudah selesai dari dulu dan kamu harus menerima kenyataan itu Lifta!" tegas Daniel.


'Aku nggak mau hubungan kita selesai, Daniel! Aku masih mencintaimu dan dengan mudahnya kamu tinggalin aku!'


Suara tangisan kencang pun mulai Daniel dengar. Namun dia bukan orang bodoh dan mudah termakan bujuk rayu Lifta, setelah tau kebusukannya Daniel menjadi jijik sekali.


"Dengarkan aku, Lifta! Disini yang mulai mengkhianati adalah kamu, lantas kenapa selalu melempar kesalahan padaku? Kamu selingkuh, sewajarnya aku marah dan memilih wanita lain, siapapun yang ada di posisiku pasti melakukan hal sama, kecuali dia bodoh!" bentak Daniel.


Daniel terlalu emosi sampai lupa jika di sampingnya masih ada Vanye dan dia tak mau istrinya salah paham lagi. Cukup kemarin saja, jangan ada kedua kalinya.


"Bagiku pengkhianatan tak bisa dimaafkan, apalagi sampai melakukan hubungan badan dan bisa-bisanya kamu anggap semua candaan. Otakmu di taruh mana sih lif—"


Daniel tak jadi meneruskan ucapannya, yang ada dia terkejut melihat ponselnya sudah berpindah tempat. Daniel melirik ke belakang dan dibelakang Vanye sudah menampilkan wajah garang.


'Sudah aku katakan berapa kali lagi Daniel, semua hanya salah paham. Coba saja sekali kamu dengarkan penjelasanku, semua pasti akan baik-baik saja.'


'Aku mohon pikirkan ulang Daniel. Oke jika kamu nggak bisa melepaskan wanita itu, aku rela jadi yang kedua. Istri kedua pun tak jadi masalah, asalkan kita masih bisa bersama.'

__ADS_1


Daniel tersenyum kikuk setelah mendengar perkataan Lifta. Dia takut Vanye salah sangka, padahal jelas-jelas Daniel sudah menolak keras Lifta. Apalagi tatapan istrinya sangat tajam, setajam silet.


"Say—"


Anya langsung melarang Daniel bicara dan memberikan isyarat agar tak usah ikut campur. Vanye akan memberikan pelajaran pada Lifta sekali lagi agar dia sadar seratus persen.


'Daniel, kamu masih di sana kan?'


"Masih, dia masih mendengar suaramu sambil mencumbuu diriku!" balas Vanye sangat menohok hati Lifta. Dia tak peduli ucapannya ini terlalu blak-blakan, yang penting Lifta paham akan maksudnya.


'Sial! Ternyata wanita tua!' serunya di seberang sana.


"Iya aku wanita tua, tapi aku sangat beruntung mendapatkan daun muda," ejeknya.


"Dengarkan aku Lifta, sampai kapanpun Daniel adalah suamiku. Nggak peduli aku tua, tapi yang penting setia. Jika kamu wanita terhormat, harusnya paham mana suami orang dan mana yang bukan!" sindir Vanye supaya Lifta paham.


'Cih! Aku nggak percaya Daniel akan menyentuhmu wanita sialan! Jikapun iya, kamu mendapatkan bekasku!' seru Lifta semakin membakar hati Vanye.


Sontak Vanye menoleh ke arah Daniel dan Daniel pun langsung menggeleng, dia berani bersumpah jika tak pernah menyentuh Lifta sedikitpun meski mereka pacaran bertahun-tahun.


"Apa aku nggak salah dengar? Sebenarnya yang bekas kamu atau Daniel? Jangan maling teriak maling dong, malu didengar banyak orang. Pede banget bilang aku dapat bekas," ujar Vanye semakin menyakiti hati Lifta. Meski ucapannya sangat halus, tapi menusuk ke relung hati.


Vanye segera mengalihkan panggilan itu menjadi video call dan menaruhnya di atas nakas, sedangkan Daniel menjadi panik, masa mereka harus live di depan Lifta kan nggak lucu.


"Kamu serius?" bisik Daniel.


"Kita pura-pura saja, dia nggak mungkin mau mengangkat panggilan itu," lirih Vanye. Meski ragu, tapi Daniel setuju dengan ide istrinya. Selagi bisa membuat Vanye puas dan mempercayai dirinya maka ayo.


Mereka berdua pun mulai melancarkan aksi dan berpura-pura sedang melakukan penyatuan. Padahal nyatanya, itu hanya suara saja.


"Tubuhmu menjadi canduku, Sayang. Aku sangat mencintaimu, bahkan sudah tergila-gila padamu," ucap Daniel sengaja dikeraskan.


"Akkhh! Daniel, jangan keras-keras. Aku masih merasakan sakit," balas Vanye sambil menahan tawa.


Panas? Iya, Lifta sangat panas mendengar suara mereka berdua. Karena merasa muak, Lifta langsung mematikan panggilannya agar hatinya tak terlalu sakit.


Sedangkan mereka berdua pun saling pandang, saat melihat panggilan itu diputus sepihak. Tanpa di tahan-tahan lagi, mereka langsung terbahak.

__ADS_1


"Jujur, idemu sangat gila Van!" seru Daniel masih tak bisa menahan tawanya.


"Kamu juga! Jika kamu nggak mengangkat panggilan penyihir itu, mungkin aku masih menjadi wanita lemah lembut," balas Vanye tak bisa menahan tawa.


Daniel pun mendekati istrinya dan memeluk erat, bahkan berkali-kali mencium puncak kepala istrinya. Dia sangat bangga pada Vanye, meski selalu diganggu tapi pendiriannya tetap sama.


"Aku akan mengganti nomorku lagi, kalau perlu hanya keluarga saja yang tau nomor kita. Aku tak ingin ada masa lalu yang selalu mengusik kita," usul Daniel yang langsung di angguki Vanye.


Mereka sepakat akan mengganti nomor mereka lagi, kalau perlu mereka akan membuat nomor couple, agar tak ada yang bisa mengganggu mereka lagi selain keluarga besar.


"An, apa kamu lapar?" tanya Daniel setelah puas tertawa.


"Iya aku sangat lapar, tenagaku terkuras saat kamu terus melakukan penyatuan semalam," balas Vanye mulai melunak.


"Apa masih sakit? Sungguh aku sedikit menyesal membuatmu menangis semalam, pasti sakit banget kan?" Daniel membelai lembut pipi istrinya.


Daniel masih ingat, semalam Vanye sampai menangis merasakan panas di area sensitifnya dan baru bisa tertidur tadi pagi jam tiga.


"Masih terasa nyeri sih, tapi aku bisa menahannya kok. Kamu nggak perlu menyesal juga kali, Daniel. Ini memang sudah kewajibanku untuk melayani suami tercintaku ini," jawab Vanye sambil memeluk tubuh Daniel.


Daniel membalas pelukan istrinya sambil membelai lembut punggung Vanye, dia sangat senang saat ini dan tak mau ada yang mengganggu mereka selama masa honeymoon.


"Ayo bersihkan badanmu, setelah itu kita cari makan. Jangan pesan lewat telepon, nanti lemak menumpuk," ucap Daniel terkekeh.


Vanye mengangguk paham. Setelah itu Daniel membantu istrinya ke kamar mandi, dia sadar betul pasti saat ini Vanye kesulitan berjalan apalagi mengingat ini kali pertama Vanye melakukan.


Tak ada aneh-aneh kali ini, Daniel ingin segera mencari makan dan setelah beres Daniel menggendong istrinya lagi menuju kamar.


"Daniel, ini darah siapa?" tanya Vanye sangat kaget melihat banyak darah di atas ranjang. Perasaan tadi dia tak melihat ini, tapi setelah mandi baru terlihat.


"Itu darahmu semalam, An. Itu bukti jika kamu masih Virgin, terima kasih telah memberikan hal pertamamu untukku," balas Daniel mencium lembut kening Vanye.


Vanye merasa malu jika diingatkan dengan kejadian semalam, dia hanya bisa mengangguk sambil berkata. "Sama-sama, Suamiku."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hai aku ada rekomendasi cerita punya temenku loh, jangan lupa mampir juga ya. Ceritanya seru, aku juga suka bacanya.

__ADS_1


Judulnya SOSIALITA Author tie tik jangan lupa ya 😍😍



__ADS_2