Suamiku (Calon) Adik Iparku

Suamiku (Calon) Adik Iparku
SCAI - 24. Ingin Menua Bersama


__ADS_3

Vanye meremas gelisah jemari-jemarinya, jantungnya pun semakin berdebar-debar membayangkan apa yang akan terjadi nanti. Meski mulutnya berkata ingin menyerahkan diri malam ini, tapi rasa gugup itu ada.


"Aku sudah terlihat cantik belum ya? Bau ku wangi nggak dan parfum khusus daerah V ku kebanyakan nggak sih, aahh aku terlalu gugup sampai bingung cara-cara memakainya!"


Vanye sangat frustasi, satu jam lamanya dia tadi di kamar mandi untuk membersihkan badan. Dia juga mencari-cari informasi di internet, apa saja yang harus disiapkan saat mau melakukan malam pertama.


Bahkan Vanye sampai bu Patmi untuk mengirimkan baju sexy-nya melalui ojek, dia tak mau terlihat biasa saja di depan Daniel jadi sebisa mungkin Vanye mempercantik dirinya saat melayani suaminya nanti.


"Van, mau berapa lama lagi kamu di dalam?" Daniel mulai mempertanyakan Vanye.


"Ini mau keluar kok, tunggu masih ada yang kelupaan!" serunya segera melihat dirinya di depan kaca.


"Huft! Ayo Vanye kamu bisa, layani suamimu dan buat dia tergila-gila padamu!" Vanye menyemangati dirinya sendiri.


Setelah itu dia bergegas keluar dari kamar mandi, dengan percaya diri Vanye membuka pintu itu dan langsung menampilkan suaminya yang ternyata masih ada di depan pintu dengan tatapan sulit diartikan.


Rasa percaya diri Vanye seketika hilang, dia merasa Daniel menatapnya aneh dan ini sangat membuatnya risih. "Sepertinya aku salah memakai baju." Vanye bersiap membalikkan badan, tapi Daniel langsung meraih tubuhnya dan mendorongnya ke tembok.


"Mau kemana, Sayang?" Senyum smirk pun terlihat di bibir Daniel, tatapannya juga semakin tajam sehingga membuat Vanye gugup.


"Ak-aku mau ganti baju," balasnya.


"Kenapa harus ganti baju? Kamu sangat sexy memakai ini dan aku langsung terangsangg dibuatnya," bisik Daniel semakin membuat Vanye panas dingin.


'Astaga, sejak kapan Daniel jadi semesumm ini?' batin Vanye.


"Kamu pintar sekali memilih lingeriee ini, Sayang. Apalagi warnanya juga sangat cocok di kamu," bisiknya sambil meremass lembut benda kenyal di depannya.


"Aahhhm ...."


Desahann kecil pun lolos dari bibir Vanye. Daniel semakin semangat sehingga dia mendaratkan ciumann di leher jenjang istrinya dan dia sesapp lembut sampai meninggalkan bekas kemerahan di sana.


Tangannya juga tak tinggal diam, dia semakin meremass gemas salah satu gundukan di depannya secara perlahan-lahan agar Vanye merasakan nikmatnya bercintaa.

__ADS_1


"Daniel ...."


Vanye sampai tak bisa berkata-kata lagi, rasa gerilya aneh semakin merasuki tubuhnya, dia hanya bisa meremass kuat rambut Daniel berharap dia tak melepaskan cumbuann nya.


Tak lama kemudian tangan Daniel mulai menurunkan bajunya, dan seketika Vanye merasa seperti tersengat aliran listrik saat lidah basahh Daniel menyapu lembut puncak bukit kembarnya. Terasa sangat aneh di bawah sana, sehingga Vanye semakin mendongakkan kepalanya ke atas.


"Daniel, kamu mau apa!" teriak Vanye saat tangan Daniel masuk kedalam hutan gundul iliknya. Kenapa gundul, karena Vanye sudah menebang semua akar pepohonan saat mandi. 🤭


"Mau membuatmu merasakan nikmatnya surga dunia," lirih Daniel.


"Aahhh, Daniel! Pelan, emmm!"


Kakinya benar-benar lemas kali ini, dia hanya bisa pasrah ketika tangan suaminya bergerak aktif di bawah sana sedangkan bibirnya membungkam Vanye dan saling membelitkan lidahnya.


Gelombang-gelombang cinta mulai Vanye rasakan, dia remass kuat pundak suaminya, kakinya bergetar hebat, Vanye ingin menyudahi ini semua dan meminta suaminya berhenti, tapi Daniel malah semakin aktif mengobrak-abrik miliknya sampai akhirnya dia mendapatkan pelepasan.


Nafas Vanye terdengar tidak teratur, dia juga merasakan kedutan kuat di dalam sana dan kakinya semakin loyo seperti tak bisa berdiri lagi. Dia hanya bisa bersimpuh pada Daniel, semua Vanye percayakan pada suaminya sekarang.


Daniel langsung menuntun Vanye ke arah ranjang, sebenarnya ingin sekali dia menggendong istrinya tapi dia sadar diri tangannya belum bisa menggendongnya.


Namun, ketika dia merebahkan tubuh istrinya, Vanye tak sengaja memegang bekas operasinya. Itu sangat menyakitkan bagi Daniel, hasratnya tiba-tiba hilang dan menjadi rasa sakit luar biasa.


"Akkkhh!"


Vanye panik, dia mendudukkan diri dan melihat kondisi suaminya. "Kamu kenapa, Daniel?" tanyanya sangat panik.


"Sakit!" Daniel terus memegangi sebelah tangannya sambil menggigit bantal.


"Kenapa bisa sakit?" Karena terlalu kesal, Vanye langsung membuka paksa lengan panjang suaminya dan betapa terkejutnya dia ketika melihat lengan Daniel di balut perban.


"Daniel ini kenapa?" tanya Vanye. Dia menuntut penjelasan pada Daniel, kenapa suaminya ini tak memberitahu dia.


"Aahhh, pelan-pelan! Aku tau kamu kesal, tapi jangan di cengkeram juga," keluh Daniel.

__ADS_1


"Maaf, aku terlalu kaget." Vanye langsung melepaskan tangan Daniel. "Sekarang jelaskan semuanya tanpa ada kebohongan sedikitpun, kita ini suami-istri kan? Jadi jangan pernah ada hal yang ditutup-tutupi lagi, Daniel," kata Vanye.


Daniel mengangguk paham, dia juga merasa bersalah karena tidak jujur dari awal. Mungkin niatnya memang tak mau membuat Vanye khawatir, tapi perbuatannya ini bisa menimbulkan kesalahpahaman nantinya.


"Sebenarnya ini alasanku menghindarimu selama dua minggu ini. Aku pikir akan sembuh secepatnya, tapi ternyata membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk melepaskan pen di dalam sini," jelas Daniel.


Reaksi Vanye sudah dapat ditebak, dia sangat marah bahkan mulai berkaca-kaca mendengar cerita suaminya. "Terus, kok bisa seperti ini kenapa?" tanya Vanye.


"Kecelakaan karena mengejar Kakak." Daniel sedikit terdiam. Dia takut Vanye akan tanya dimana kakaknya berasa dan dia sudah memikirkan kemungkinan jika Vanye ingin kembali pada Satria.


"Orang itu selalu saja membuat masalah bagi orang lain! Aku sangat membencinya, kalau bisa jangan berurusan dengan manusia hina itu!" serunya amat menggebu-gebu.


"Kamu membencinya? Bukannya kamu mencintai—"


"Itu dulu sebelum mataku terbuka, sekarang aku tau Satria orang seperti apa. Dia hanya mengincar harta papa nggak lebih, jadi aku mohon jauhi dia Daniel. Aku nggak mau kamu kenapa-napa." Vanye langsung memotong pertanyaan Daniel.


Dia paham kenapa suaminya berkata seperti tadi, Daniel pasti trauma karena sempat mendengar dia menyebut nama Satria ketika ingin melakukan hal-hal biologis.


"Daniel aku tau kesalahanku sangat fatal, tapi kenyataan menamparku dan membuatku sadar, jika rencana Tuhan itu pasti baik. Maaf --"


"Jangan meminta maaf terus, Van. Aku sudah memaafkanmu jauh-jauh hari, kita mulai semua dari nol dan berusaha membangun rumah tangga impian kita. Aku ingin menua bersama, Van, memiliki anak dan cucu banyak," kata Daniel.


"Aku juga ingin menua bersamamu, Daniel." Vanye menangis terharu, dia memeluk Daniel sangat erat seperti takut kehilangan.


"Kita akan menua bersama, Sayang."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hai aku ada rekomendasi cerita punya temenku loh, jangan lupa mampir juga ya. Ceritanya seru, aku juga suka bacanya.


Judulnya PRAHARA DARAH BIRU Author Aisy Arbia jangan lupa ya 😍😍


__ADS_1


__ADS_2