Suamiku (Calon) Adik Iparku

Suamiku (Calon) Adik Iparku
SCAI - 58. Menemukan Keberadaan Aily


__ADS_3

Daniel masuk ke kamar dengan perlahan, sebisa mungkin dia berjalan tanpa mengeluarkan suara agar tidak membangunkan istrinya. Apalagi mertuanya sempat bilang jika Vanye baru saja tertidur setelah mau makan, seharian penuh istrinya itu hanya menangis takut akan kondisinya sehingga membuat Vanye mual parah.


"Kamu pasti sangat ketakutan," lirih Daniel sambil membelai lembut puncak kepala sang istri.


Matanya pun mulai berkaca-kaca, takut terjadi sesuatu pada Vanye. Wajah pucat pasih sangat terlihat jelas dan semakin membuat Daniel khawatir.


"Daniel jangan tinggalkan aku …." Vanye pun mengigau. Keningnya mulai berkerut, seperti sedang mimpi buruk.


"Aku akan selalu di sampingmu, Sayang," bisik Daniel mampu membuat Vanye terlelap kembali.


Sejenak Daniel merenung, dia baru saja keluar dari kantor polisi, tubuhnya sangat kotor dan memutuskan membersihkan diri.


Meski berat meninggalkan Vanye, akan tetapi Daniel harus segera pergi. Dengan perasaan tak tenang, dia mandi secepat kilat. Namun, baru saja dia ingin membilas busa di kepalanya Daniel mendengar suara tangisan istrinya.


"Vanye!"


Tanpa peduli akan kondisinya, Daniel langsung berlari keluar dengan keadaan telanjangg bulat. Dia bahkan sampai lupa memakai jubah mandi karena terlalu takut istrinya kenapa-napa.


"Lepas, lepaskan aku!"


Daniel melihat istrinya terus berteriak dalam tidurnya, tanpa tunggu lama Dia naik ke atas ranjang dan memeluk erat Vanye, bukan hanya pelukan Daniel juga mencium kening istrinya berkali-kali agar bisa menenangkan Vanye.


"Buka matamu, Van! Bukalah, semua sudah baik-baik saja," ucapnya berusaha membangunkan istrinya.

__ADS_1


Karena sangat sulit membangunkan Vanye dari mimpi buruknya, Daniel terpaksa menepuk-nepuk kedua pipi Vanye sampai akhirnya kedua mata penuh air mata terbuka lebar menatap langit-langit kamar.


"Hiks .…"


"Tarik nafas, Van. Tarik nafasmu, semua sudah berlalu. Si brengsek itu sudah mendapat hukuman," ucap Daniel sangat tenang.


"Daniel!" serunya langsung memeluk erat suaminya.


"Akhirnya kamu pulang, aku sangat takut, jangan tinggalkan aku lagi," lirih Vanye.


"Nggak akan pernah, Van. Selamanya kita akan bersama, hanya maut saja yang bisa memisahkan kita," balas Daniel.


"Janji?" Vanye sampai terlihat seperti anak kecil, dia seakan takut ucapan Daniel adalah dusta.


***


"Apa kalian belum menemukan keberadaan, Aily?"


Tama terlihat sangat acak-acakan dan tak terawat sama sekali, kehilangan Aily ternyata mampu membuatnya seperti orang gila, ada rasa kehilangan sangat mendalam.


Kelucuan Aily juga sangat Tama rindukan, kepolosan istrinya yang selalu membuatnya tersenyum kini tak dapat lagi dirasakan.


"Belum, tapi --"

__ADS_1


"Tapi apa?" Tama seperti mendapat pasokan oksigen ketika bawahannya mengatakan itu, dia merasa memiliki harapan meski belum pasti.


"Tapi, setelah saya tanya-tanya orang di sekitar komplek itu, ternyata Nyonya dibawa ke Jakarta oleh keluarga besarnya, jadi posisi nyonya sekarang ada di Jakarta," ucap Reza sedikit gugup, dia merasa takut jika Tama akan marah lagi seperti minggu lalu karena Reza belum mendapat informasi.


"Kalau begitu tunggu apa lagi? Ayo kita berangkat ke Jakarta sekarang juga, jangan membuang-buang waktu dan berakhir kehilangan jejak lagi!" serunya sangat bersemangat.


"Tapi Tuan, bukankah lebih baik Tuan istirahat dulu? Lihatlah wajah Tuan terlihat sangat kacau, bagaimana kalau Nyonya tidur mengenali anda?"


Reza sangat tahu ucapannya ini sangat sensitif, bahkan taruhannya nyawa, tapi dia juga tidak tega jika melihat tuannya seperti ini. Berhari-hari waktu dibuang untuk mencari istrinya, sampai badan sendiri tak terurus.


"Apa aku terlihat seperti gembel, kok kamu berkata seperti itu?"


Seketika Reza menggeleng, jantungnya sudah berpacu kencang mendapat balasan dari Tama. "Bu-bukan, tapi --"


Reza bingung harus bicara seperti apa, karena terlalu takut bibirnya menjadi bungkam seperti tak bisa bergerak sedikitpun.


"Sudahlah, ucapan mu ada benarnya juga. Aku nggak mau terlihat seperti ini, sekarang tidurlah besok pagi kita berangkat," ucap Tama sangat membuat Reza terkejut.


Meski begitu, Reza langsung bergegas pergi dan meninggalkan ruangan Tama. Dia tak ingin bosnya itu berubah pikiran, jadi sebelum terjadi Reza memilih kabur.


'Akhirnya Tuan mendengarkan aku, semoga nyonya Aily segera ditemukan dan tuan bisa kembali ceria seperti dulu.'


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Guys maaf ya, sebenarnya kemarin itu draf terkirim. Sekali lagi maaf ya, aku juga nggak ngeh kalau terkirim baru sadar hari ini. Untuk masalah update, sepertinya slow banget alasan nggak bisa aku sebutkan. 🙏🙏🙏


__ADS_2